“Kau milikku malam ini,” bisik Edgar kasar sebelum melumat bibir Selina dengan ciuman panas yang mendominasi.Lidahnya menyusup masuk, menari liar dengan lidah Selina. Sementara tangan Edgar membuka kemeja hitamnya sendiri dengan cepat tanpa melepaskan ciuman, hingga kemudian kancing itu beterbangan, dan memperlihatkan dada bidang berototnya.Selina terengah, lalu tangannya naik ke dada Edgar, dan merasakan otot keras yang panas. “Edgar ... ahh ... kita benar-benar gila,” desahnya di antara ciuman.Edgar tersenyum di bibir Selina. “Gila karena kau, Selina. Rasakan ini.” Dia lalu menggigit bibir bawah Selina pelan lalu menghisapnya dalam, sementara tangannya meremas pinggul gadis itu dan menekannya ke tonjolan keras di celananya.Selina mulai terbawa suasana. Ia pun mendorong Edgar mundur hingga pria itu duduk di tepi ranjang. Dengan berani, Selina naik ke pangkuan Edgar, duduk mengangkang di atas tubuhnya.Mereka berciuman lagi, lebih panas, lebih rakus. Lidah saling menjilat, saling
Magbasa pa