Home / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 174. Rocker Cafe Classic Bar

Share

Bab 174. Rocker Cafe Classic Bar

last update publish date: 2026-09-18 23:00:14

Raka resmi tinggal di rumahnya sendiri. Dia ditemani oleh Tukimin, yang ditinggalkan Vero untuk membantunya membersihkan dan menjaga rumah.

Setelah berkumpul bersama untuk merayakan rumah barunya, Raka sibuk mempersiapkan pembukaan agent penyaluran penjaga keamanan.

Kasus tante Felly tidak menghentikan semangatnya untuk membuka usaha. Dia sudah berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang pijat dan kali ini pemuda itu harus berjuang mencari uang

Dia sebagai ketua, Ri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 178. Latih Tanding

    Raka tidak melawan. Dia membiarkan mereka mendorong dan menekannya. Justru dia dibuat kagum dengan kesigapan pengawal pria itu. Pemuda itu tidak mau berseteru dengan Anom, lagipula dalam beberapa detik saja akan ketahuan kalau sebenarnya tidak ada apa-apa dengan kliennya itu.“Cukup-cukup. Aku sudah tidak apa-apa,” ujar Anom seraya mengangkat tangannya menghentikan tindakan pengawalnya. Pria setengah baya itu menarik napas panjang lalu menatap ke arah kakinya. Rasa sakit yang tadi dia rasakan hanya sepintas, jejak ngilu masih dirasakannya, tetapi aliran hangat membuat kakinya terasa nyaman.“Anda yakin, Tuan?” tanya pengawal yang di belakang Anom, memastikan.“Hmm ….” Anom menganggukan kepalanya. “Setelah merasa rileks, coba untuk berdiri dan berjalan lagi.” Raka tersenyum tipis tanpa merasa marah.“Kalian tenang saja, Mas Raka gak mungkin celakain kalian. Lagipula buat apa coba menjelekkan nama baik sendiri.” Sekar y

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 177. Bujukan Anom Sadewa

    Anom Sadewa yang masih harus terapi, datang mencari Raka di kantor baru pemuda itu. Dia memperhatikan halaman depan di mana beberapa orang sedang berlatih bela diri. Pria itu masuk dan disambut oleh Sekar. Gadis itu membawa masuk Anom ke ruang kerja Raka dan disanalah Raka memijat penguasaha perkebunan itu. “Jadi, kamu benar-benar sudah tidak kerja lagi di panti pijatnya Nilam?” Anom Sadewa, klien pria pertama Raka menatap pemuda itu dengan bersemangat. “Tidak, Pak.” Raka menjawab sambil mengurut kaki laki-laki setengah baya itu. “Bagus. Bagus.” Anom Sadewa tertawa terbahak-bahak penuh semangat. “Loh, kok bagus?” Raka menatap sepintas ke arah kliennya itu. “Artinya aku bebas untuk menarikmu jadi anak buahku.” Anom menatap kagum ke arah Raka. “Aku akan membayarmu dua kali lipat dari apa yang kamu dapat total selama sebulan di panti itu.” Raka tersenyum tipis, tawaran itu memang

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 176. Perasaan Sekar

    Sekar tidak menjawab. Dia tetap diam sambil memainkan ponselnya. Jari-jarinya bergerak cepat dan terlatih memainkan game yang sedang booming saat ini, penuh konsentrasi. Raka menarik kursi dan duduk di depan Sekar. Pemuda itu menatap lekat ke arah wajah gadis di depannya. Wajah gadis itu cukup manis, tetapi terlihat datar seolah tak memiliki perasaan. Dia yang biasanya selalu berdebat dan tak peduli jika siapapun berusaha untuk mencegahnya mengkritik Rino. Namun, kali ini sungguh mengherankan. Hanya satu kali tatapan Raka saja sudah membuat Sekar tak bicara apa-apa lagi. Padahal sebelumnya, hal itu tak pernah berpengaruh pada Sekar. Perdebatan hanya akan berhenti kalau Rino pergi.“Sekar … kamu tidak apa-apa?” Raka mengulang pertanyaannya tadi. Sekar mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Raka dengan sorot datar. Dia sesaat tidak menjawab pertanyaan laki-laki itu, seolah sedang merangkai kalimat yang tepat. “Memangnya ada a

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 175. Sekar dan Rino

    Raka termenung. Dia memikirkan segala kemungkinan. Shakira sedang di luar kota, tapi bisa saja janda perawan yang sekarang kaya raya itu mempunyai akses untuk mengenal orang-orang kaya itu. Memikirkan kemungkinan itu perasaan Raka jadi berbunga-bunga. Pemuda itu membayangkan di depannya saat ini adalah si janda cantik itu.Ah, ingin sekali Raka memeluk pinggang ramping itu dan menatap lekat ke arah matanya. Ingin sekali dia mengecup kening perempuan itu dan mengatakan, terimakasih.“Ngelamun apa, Suhu!” Rino menyenggol bahu Raka yang berdiri di sampingnya. “Eh, enggak. Aku cuma mikir siapa yang memberi rekomendasi.” Raka menyembunyikan pikirannya dari siapapun.“Gampang … nanti saja kalau kita ketemuan sama mereka kita tanya langsung saja. Aku juga penasaran siapa pemilik dua club itu.” Rino menggeser kedua tangannya dengan antusias. Raka menatap ke arah Rino. Pemuda itu jelas bukanlah berandalan biasa. Rumah besar yang diguna

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 174. Rocker Cafe Classic Bar

    Raka resmi tinggal di rumahnya sendiri. Dia ditemani oleh Tukimin, yang ditinggalkan Vero untuk membantunya membersihkan dan menjaga rumah. Setelah berkumpul bersama untuk merayakan rumah barunya, Raka sibuk mempersiapkan pembukaan agent penyaluran penjaga keamanan. Kasus tante Felly tidak menghentikan semangatnya untuk membuka usaha. Dia sudah berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang pijat dan kali ini pemuda itu harus berjuang mencari uangDia sebagai ketua, Rino sebagai wakil dan Totok adalah bagian yang mengurus pemasaran merangkap keuangan sementara. Sudar dan Vico membantu dalam proses keanggotaan dan jadwal latihan. “Mas Raka. Kita dapat proyek besar!” teriak Totok kegirangan.Meskipun belum resmi berdiri, karena ijin usahanya belum selesai semuanya, tetapi permintaan satpam sudah mulai masuk. Apalagi klien pertama mereka ini dari tempat yang cukup ternama.“Seriusan? Kita kan belum beneran launching atau mengirim

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 173. Nasihat Buat Tante Feli

    Perempuan cantik itu tertunduk lesu di atas kursinya. Ia mengangkat kepalanya saat pintu ruang kunjungan itu dibuka.Senyumannya langsung merekah saat melihat sosok yang dikenalnya di depan pintu. “Raka!” Raka melangkah masuk. Ia langsung duduk di hadapan wanita tangguh yang kini justru terlihat rapuh itu. Wajahnya tampak pucat dan lebih tirus dari biasanya. “Tante Feli –” sapanya singkat. “Aku tahu, kamu pasti datang. Kamu pasti tolong aku,” ucapnya penuh harap. “Tan, kali ini aku gak bisa bantu apa-apa,” sahut Raka, memadamkan harapan Tante Feli seketika, Senyum di wajah perempuan empat puluhan itu langsung lenyap. Ia kembali tertunduk lesu, seakan tak ada hasrat untuk melanjutkan hidup. “Tan, cuma satu cara buat lolos dari semua ini. Tante harus mengakui semuanya dengan jujur. Tante harus mau bekerja sama dengan para penegak hukum agar hukuman yang tante terima nanti, lebih ringan,” bujuk Raka.“Tante n

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status