Sore hari mulai menjelang di kawasan Surabaya Timur. Setelah seluruh proses penataan perabot, pemasangan pendingin udara, serta penyusunan peralatan elektronik di rumah minimalis dua lantai Blok A8 selesai dengan sempurna, Teja mengajak Desy untuk bergegas. Mereka menjemput Desan.Pajero Sport putih milik Teja meluncur tenang membelah jalanan kota menuju Sekolah Dasar Negeri tempat Desan mengenyam pendidikan. Di pelataran sekolah yang mulai senggang, tampak Desan berdiri tegap menanti dengan tas punggung barunya. Begitu melihat kendaraan gagah sang pemuda perkasa berhenti tepat di depan gerbang, binar gembira seketika memancar jernih dari sepasang mata bulat bocah berusia dua belas tahun itu."Mas Teja! Mbak Desy!" seru Desan riang seraya berlari kecil dan melompat masuk ke dalam kabin mobil yang sejuk."Gimana sekolahnya hari ini, Desan?" sapa Teja ramah dari balik lingkar kemudi, mengusap pelan kepala klimis bocah tersebut."Seru banget, Mas! Tadi aku dapet teman baru banyak. Terus
Mehr lesen