Share

Bagian 83

last update publish date: 2026-07-02 14:33:50

Rosalynd merasakan seluruh tubuhnya kaku. Sepasang netra milik Tiran itu menatap lurus ke arahnya. Rosalynd buru-buru menyeka sisa air mata di pipinya dan berusaha mengatur napasnya yang masih memburu.

"T—tuan. Kenapa Anda berada di sini?" suara Rosalynd sedikit serak dan bergetar samar di antara keheningan pelataran paviliun.

Hening.

Ia mendekati Rosalynd dan mengikis jarak diantara keduanya. Tanpa memperdulikan keberadaan Lily dan Kaelion, Kenneth mengulurkan tangannya dan menangkup dagu R
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 242

    Malam mulai merayap pelan menyelimuti Kekaisaran Blackwood setelah riuh nya acara ulang tahun pertama si kembar. Di dalam peraduan utama Paviliun Mawar, Valerius dan Rosalie sudah terlelap di tempat tidur mereka. Valerius tertidur miring sambil memeluk pedang kayu peraknya, sementara itu Rosalie juga sudah tertidur nyenyak dengan menggenggam ujung selimut sutranya.Sementara, kedua orang tua mereka berdiri berdampingan di balkon luar, menikmati hembusan angin malam yang membawa aroma Mawar segar. "Anak-anak benar-benar kelelahan," bisik Rosalynd sambil menyandarkan kepalanya di bahu kokoh suaminya. "Bahkan, Valerius tertidur saat saya sedang mengusap lembut punggung nya." Sambung nya lagi.Kenneth terkekeh rendah. Lengan besarnya melingkar di pinggang Rosalynd, menarik tubuhnya supaya menyalurkan kehangatan. "Bocah itu seharian sibuk berjalan ke sana kemari. Langkah kakinya masih belum stabil, tapi gaya berjalannya sudah sok gagah.""Ck! Bukannya tak berbeda jauh dengan ayahnya," god

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 241

    Tujuh bulan berlalu bagaikan hembusan hangat angin musim panas. Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba di Paviliun Mawar. Perayaan ulang tahun pertama bagi Pangeran Mahkota Valerius dan Putri Agung Rosalie. Berbeda dengan tradisi Kekaisaran lama yang terikat pesta dansa kaku para pejabat tinggi, Kenneth dan Rosalynd sepakat menggelar perayaan tertutup yang hangat. Hanya ada tawa keluarga, hiasan pita mawar dan hidangan manis yang dipenuhi suasana santai. "Valerius, pelan-pelan Sayang! Jangan berlari melompat-lompat gitu!" seru Rosalynd cemas sambil sibuk merapikan gaunnya. D atas karpet bulu tebas, Valerius yang baru dua minggu lancar berjalan melangkah limbung dengan kaki mungilnya. Pangeran kecil itu tertawa renyah, berjalan cepat berusaha menggapai jubah kerja sang ayah yang baru saja masuk. Kenneth langsung berlutut di atas karpet, merentangkan kedua tangan kekarnya dengan sigap menahan tubuh kecil Valerius sebelum putranya kehilangan keseimbangan. "Hup! Tangkap!" kekeh Ke

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 240

    Belum sempat Kenneth masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya yang terkena noda bubur, suara ketukan keras kembali terdengar di pintu depan Paviliun Mawar. "Yang Mulia. Izin! Jenderal Caelan beserta para petinggi Dewan Militer memohon izin untuk menghadap. Ini tentang laporan inspeksi benteng perbatasan Barat!" seru suara pengawal dari balik pintu. Rosalynd menoleh sambil menahan tawa yang kembali meledak. "Ya ampun. Sepertinya anda tidak punya waktu untuk berganti pakaian, Tuan. Maukah Anda menerima mereka dengan noda bubur di kemeja itu?" Kenneth menghela napas pasrah sambil menggendong Rosalie. Pria tegap itu menyunggingkan senyum yang sangat santai. "Kenapa tidak? Biar para jenderal tua itu tau bahwa pemimpin mereka kini mempunyai tugas yang jauh lebih penting dan mulia daripada sekadar menyusun strategi perang!" Pintu raksasa Paviliun Mawar terbuka. Sudah ada tiga jenderal senior kekaisaran. Jenderal Caelan, Jenderal Darius yang berambut uban tebal dan Jenderal Vane yang

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 239

    Cahaya keemasan matahari pagi menyusup melalui celah tirai sutra Paviliun Mawar. Kenneth terbangun lebih dulu. Pria itu menyandarkan kepalanya pada siku tangannya, kemudian menatap lekat wajah anggun Rosalynd yang masih nyenyak di dekapan nya. Senyum miring yang sangat hangat terukir di bibirnya ketika kenangan manis semalam kembali terlintas di kepala nya. Jemari Kenneth yang usil mulai memainkan anak rambut yang menutupi dahi cantik istrinya. Kemudian memberikan kecupan hangat. "Selamat pagi, Permaisuri ku," bisik Kenneth sangat pelan di dekat telinga Rosalynd. Rosalynd menggeliat pelan. Lengannya spontan memeluk Kenneth lebih kuat sebelum mengerjapkan netranya perlahan. "Emthhhhh. Selamat pagi, Tuan." gumamnya dengan suara khas bangun tidur. Kenneth terkekeh. Ia mencondongkan badan untuk mengecup bibir manis istrinya. Namun, belum sempat bibir mereka menyatu, suara riuh celoteh pecah dari arah boks bayi. "Abbooo! Ba- Ba-Ba!" "Gaa-gaaa-gaaaa! Hihihi!" Rupanya, Valerius dan

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 238

    Suasana malam tenang di atas Istana Utama Kekaisaran Blackwood. Riuh tawa, jeritan bahagia, dan celotehan kecil yang sepanjang hari memadati setiap sudut Paviliun Mawar perlahan berhenti menjadi keheningan yang syahdu. Hembusan angin yang pelan, membawa aroma mawar yang sedang bermekaran indah di taman bawah. Di kamar tidur utama yang hangat, Valerius dan Rosalie sudah terlelap di dalam boks bayi ukiran perak mereka. Kenneth keluar pelan menuju balkon peraduan Utama. Pria gagah itu telah menanggalkan seluruh atribut Kekaisaran nya. Yang tersisa hanya celana kain hitam dan kaus putih longgar. Di tangannya, ia membawa dua cangkir teh herbal yang masih mengeluarkan asap ke udara. Rosalynd sedang berdiri bersandar pada pagar pembatas balkon dan membiarkan rambutnya terurai indah diterpa angin malam. Manik matanya menatap pendar bintang yang bertebaran di langit Kekaisaran. "Anak-anak sudah benar-benar tidur, Sayang?" selidik Kenneth lembut sambil menyerahkan salah satu cangkir pada i

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 237

    Tak terasa, lima bulan berlalu sejak sepasang penguasa Blackwood itu menikmati kehangatan sore di rumah kaca. Paviliun Mawar kini diwarnai dengan suara tawa dan celotehan-celotehan mungil yang tak pernah berhenti. Valerius dan Rosalie telah tumbuh menjadi sepasang bayi berusia lima bulan yang sangat menggemaskan, aktif berguling dan mulai memperlihatkan kepribadian unik mereka masing-masing. Di atas karpet bulu tebal di ruangan tengah, Kenneth terlihat duduk dikelilingi oleh beberapa berkas penting. Namun, fokusnya bukan pada dokumen di tangannya, melainkan fokusnya pada dua sosok mungil di hadapannya. Rosalie sedang asik menepuk-nepuk lutut kekar Kenneth sambil mengeluarkan celotehan yang tak berarti, sedangkan sang kakak Valerius sibuk merangkak pelan mendekati Rosalynd. "Emth Tuan. Kalau misalkan Anda terus bekerja sambil memangku putriku, pekerjaan itu tidak pernah selesai," tegur Rosalynd sambil melipat pakaian bayi. Kenneth mendongak, kemudian mengusap pelan puncak kepala

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 05

    Pintu tersembunyi di balik lemari kayu ek berderit pelan. Jantung Rosalynd berdegup kencang, tangannya spontan menarik sisa robekan gaun untuk menutupi tubuhnya.Akan tetapi, setelah ditunggu beberapa detik keluarlah wanita berpakaian pelayan sederhana melangkah keluar dengan buru-buru."Nona Rosal

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 04

    Matahari pagi itu belum sempat menampakkan wujudnya di ufuk timur, namun pintu paviliun obsidian sudah digedor dengan sangat berwibawa."Perhatian, selir Rosalynd. Ibu Suri dan Permaisuri Agung telah tiba!" seru dayang Martha dari balik pintu kamar.Rosalynd tersentak kaget.Jantungnya berdegup ken

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 03

    Jarak wajah mereka yang telah menjauh, Kenneth tetap mengunci kedua pergelangan tangan Rosalynd di atas kepala dengan satu tangan besarnya yang kokoh."Ck! Kau pikir aku Sudi menyentuh wanita dari klan Shanza, Rosalynd?" desis Kenneth dengan suara yang mulai merendah.Napas Rosalynd terengah-engah

  • Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar   Bagian 02

    Cengkeraman tangan Kaisar Kenneth di dagu Rosalynd terasa begitu kuat sehingga membuat tulang rahangnya linu. Rosalynd mendongak pasrah. Wajah Kenneth terlihat sangat tampan namun tanpa menyisakan rasa belas kasih. Hawa panas yang menguar dari tubuh pria itu seolah mampu mengubah suasana di dala

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status