Partager

Bab 83

Auteur: Trya Dhafi
last update Date de publication: 2026-07-29 23:50:39

Meskipun aroma hidangan hangat yang tersaji di meja makan begitu menggoda selera, jemari Viona yang memegang sendok dan garpu justru bergerak makin lambat. Ia menatap potongan daging di piringnya tanpa benar-benar berniat menyendoknya.

Rasa lapar yang tadinya menyiksa mendadak sirna begitu saja, tergantikan oleh riuh pikiran yang kembali memenuhi kepalanya.

Nama Lani kembali berputar dan rasa penasaran yang sempat tertahan di kafe tadi kini jauh lebih besar. Bagaimana bisa mengetahui nama Lani?
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 126

    Bu Rahma langsung menembak Rizal dengan pertanyaan itu. "Di dalam aja ayo kita bicaranya, Bu," ajak Reno.Reno mencengkeram bahu Rizal, mendorong abangnya itu masuk ke dalam rumah. Tak ada lagi tempat untuk menghindar. Rizal kini didudukkan di sofa kayu ruang tamu, sementara Reno berdiri tegap di depannya dengan kedua tangan bersedekap, memancarkan aura dominan dan intimidatif. Di sekelilingnya, Bu Rahma, Ravita, dan Viona menatap Rizal tajam. Ruang tamu sederhana itu mendadak berubah menjadi ruang sidang, dan Rizal duduk tertunduk lesu bagaikan terdakwa yang menantikan vonis eksekusi.Reno langsung melayangkan tembakan pertanyaan tanpa basa-basi. Suaranya berat dan menekan. "Sekarang jawab jujur, Jal! Kenapa kamu malah kabur dan ngumpet kayak pengecut? Mau sampai kapan kamu biarkan Ibu sama Ravita kena teror orang? Kamu nggak tahu, bahkan mereka meminta aku yang menggantikan posisimu untuk menikahi Yunita."Rizal makin mengkerut, tak berani menatap mata adiknya yang berkilat tajam.

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 125

    Gertakan tegas dan tatapan tajam Reno sukses meruntuhkan sisa keberanian Rizal hingga nyalinya benar-benar menciut habis. Rizal tahu betul, Reno adalah tipe pria yang penyabar dan jarang meluapkan emosi. Namun, sekalinya murka karena batas kesabarannya dilangkahi, adiknya itu tak segan bertindak nekad dan tanpa ampun."I-iya, Ren... Iya, Abang pulang. Jangan main seret," jawab Rizal gugup, buru-buru memasukkan ponselnya ke dalam saku dan merapikan pakaiannya yang kusut.Melihat abangnya yang akhirnya menurut seperti ayam sayur, Reno tak membuang waktu lagi. Sebelum beranjak keluar, Reno menghampiri istri Dadang yang berdiri canggung di dekat pintu. Pria itu merogoh dompetnya, mengeluarkan banyak lembar uang merah seratus ribuan, lalu mengulurkannya dengan sopan."Mbak, sekali lagi saya minta maaf atas kelakuan Bang Rizal yang udah menyusahkan. Ini ada sedikit, anggap saja ganti rugi uang makan dan numpang tidurnya Bang Rizal selama beberapa hari di sini," ucap Reno dengan intonasi yan

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 124

    Bu Rahma lumayan lega dibuatnya.Viona menatap suaminya dengan napas sedikit memburu dan binar mata yang sarat akan rasa kagum yang makin meluap-luap. Tatapannya tertuju pada postur tegap Reno, otot dadanya yang membidang di balik kaus simpel, dan ketenangan dan kekuatan yang baru saja dipamerkannya. Di mata putri konglomerat itu, Reno bukan lagi sekadar pria yang sanggup membuatnya bertekuk lutut dan mengerang puas di atas ranjang setiap saat, tapi juga sosok jagoan sejati yang sanggup melindunginya dari marabahaya tanpa gentar sedikit pun.‘Gila... laki gue makin keren aja. Duh, gak sabar mau ehem-ehem sama Mas Montir malam ini,’ batin Viona bersorak nakal, menggigit bibir bawahnya sembari membayangkan keperkasaan Reno yang bakal makin liar setelah adrenalin bertarungnya terpacu.Setelah rombongan Yunita pergi dengan sisa harga diri yang hancur, Pak RT dan para tetangga pun berpamitan kembali ke rumah masing-masing setelah memastikan situasi benar-benar kondusif. Suasana rumah sede

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 123

    Dua bodyguard bertubuh kekar itu langsung melangkah maju, memamerkan tatapan beringas sembari merenggangkan otot-otot leher mereka. Suasana di ruang tamu sempit itu seketika mencekam. Bu Rahma dan Ravita di balik punggung Reno spontan menjerit ketakutan, sementara Yunita menyunggingkan senyum puas, menanti untuk melihat keangkuhan Reno dan istrinya dihancurkan.Bukannya gentar atau mundur setapak pun, Reno justru menggeser Viona pelan ke belakang tubuhnya, melindunginya dengan sempurna."Vi, berdiri di belakang Ibu sama Ravita," bisik Reno.Viona yang paham kapasitas dan keperkasaan suaminya tidak panik sedikit pun. Ia justru melangkah mundur dengan santai, melipat kedua tangannya di dada sembari melempar senyum meremehkan ke arah Yunita dan kedua bodyguard tersebut.Reno memutar bahunya sedikit, menyunggingkan senyum miring yang dingin dan penuh bahaya. Matanya yang tajam mengunci pergerakan kedua pria berbadan besar itu."Kalian yakin mau main fisik di rumah saya?" tanya Reno dingi

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 122

    Reno menyunggingkan senyum miring yang tipis, penuh ketenangan. Bahunya yang tegap serta gesturnya yang santai namun berwibawa memancarkan aura dominan, seorang pria sejati yang siap menjadi benteng terdepan bagi keluarganya."Jawab aja kalau Mbakmu ini wanita karir dari Jakarta," jawab Reno tegas. "Soal kenapa kami baru pulang sekarang, bilang aja Masmu ini sibuk urus pekerjaan di luar kota sekaligus mendampingi istri. Gak perlu jelaskan detailnya."Ravita memilih diam, meskipun dalam hatinya masih banyak pertanyaan dan alasan serta jawaban apa yang harus dia ungkapkan nanti jika para tetangganya bertanya.Viona mendongak, menatap Reno dengan binar mata terpikat. Setiap kali Reno mengambil kendali dengan kepemimpinan dan ketegasannya seperti ini, dada Viona selalu berdesir hebat. Di matanya, Reno adalah sosok pria sempurna yang tak cuma perkasa di atas ranjang, tapi juga sangat tangguh di dalam kehidupan nyata.Reno lalu memegang jemari ibunya, menatap mata rentanya dengan kepastian

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 121

    Melihat derai air mata dan luka mendalam di mata wanita yang telah melahirkannya, Reno bergerak dari tempat duduknya. Ia berpindah duduk ke samping Bu Rahma, merengkuh bahu ringkih sang ibu dan mengusap lengannya penuh kehangatan. Ravita yang ikut berkaca-kaca segera menggeser duduknya, merapatkan diri di sisi lain Bu Rahma sembari mengelus punggung ibunya.Reno sengaja membisu, membiarkan sang ibu menuntaskan seluruh kepedihan, prasangka, dan tangis serta sesak di dadanya sampai napas wanita tua itu perlahan memelan dan mereda.Setelah suasana mereda dan Bu Rahma menyapu air matanya dengan ujung daster, Reno mengembuskan napas panjang. Ia menatap lekat mata ibunya, tak ingin ada kebohongan di antara mereka."Bu... dengerin Reno baik-baik ya," ujar Reno dengan suara yang begitu lembut. "Reno gak pernah berniat menyisihkan Ibu, apalagi gak menganggap Ibu. Pernikahan ini memang sama sekali gak pernah Reno rencanakan sebelumnya. Kami menikah juga bukan karena Viona hamil duluan."Reno me

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 6

    Viona yang masih menarik pergelangan tangan Reno menuju dalam rumah, mendadak langkahnya berhenti saat mendengar pertanyaan itu. "Bagaimana dengan Axel? Apa kamu sudah dapat kabarnya lebih lanjut?" Tubuh Viona langsung menegang. Beberapa detik yang lalu dia masih sibuk mengomel soal acara keluar

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 5

    Keesokan paginya, Reno terbangun lebih dulu dibanding penghuni rumah lainnya, atau lebih tepatnya dibanding Viona yang masih berada di dalam kamar utama. Meski semalaman tidur di sofa ruang keluarga, tidurnya justru cukup nyenyak. Sofa itu bahkan jauh lebih empuk daripada kasur tipis yang selama

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 2

    Brakk! Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda, cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu. Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga je

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 1

    "Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu dan utang-utang keluargamu dua ratus juta, lunas kubayar." Reno alias Reynald Notoharjo merasa seperti baru saja disambar petir di siang bolong. Pria berusia dua puluh lima tahun itu berdiri kaku di tengah ruangan mewah yang bahkan la

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status