Share

Bab 55. Ngintip

Author: weni3
last update publish date: 2026-07-10 05:37:29

"Loe ngapa serius banget liatnya, Jo? Udah! Si Caca udah nggak keliatan woy! Tuh udah jalan mobilnya. Tadi loe anggurin, sekarang loe perhatiin."

Sindir Didi dan Edo kali ini membenarkan. Memang tadi Bejo sangat dingin sekali terjadap Caca. Hanya memang Caca saja yang tidak sama sekali terpengaruh dan masih betah sekali ada di dekatnya.

Tadi pun kalau tidak disuruh pulang olehnya, mungkin masih betah di sana dan tidak kunjung beranjak. Wanita itu terlihat salah tingkah setiap kali dipanda
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 83. Aku Rindu

    "Nanti gue pikirin dulu. Gue ada gawe, ada pekerjaan lain juga, nggak bisa seenaknya gue ambil job." "Tanya dulu sama Nyonya. Kalau ini menurut gue nggak akan ganggu kerjaan nyopir." "Tetap aja, gue nggak bisa sembarangan terima job," jawab Bejo dengan pendiriannya. Apabila memang boleh oleh Mila, dia akan ambil, tapi kalau tidak ya tidak akan. Apalagi ini berkaitan dengan wanita lain yang tentunya akan ada hubungan lebih lanjut. Bukan perkara mudah kalau hubungannya dengan seorang wanita. Mereka makhluk sensitif yang kapan saja bisa ngamuk. "Gue denger sich adeknya calon kakak ipar kuliah di sini, tapi gue nggak tau siapa. Kalau tau mah udah gue tanyain adeknya. Gue yakin tuh orang taulah kalau emang bener adeknya calon ipar gue. Cuma gue nggak tau orangnya. Kakak gue juga nggak tau." "Bagaimana sih lo, Do?" sahut Didi dan Edo mengedikkan kedua pundak. "Belum ada janur kuning melengkung mah kata gue juga tuh cewek masih bebas milih mana yang bagus. Kakak loe yang udah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 82. Kesal Atau Gemas?

    Mila mengusap lehernya yang Bejo singgung tadi. Dari aura yang terpampang, Mila terlihat tidak suka akan itu. "Padahal sudah aku tutupi," keluh Mila dengan bibir yang kemudian mencebik. "Bukankah akan sangat membanggakan jika ada itunya, Nyonya? Wanita akan sangat bahagia kala bisa menunjukkan bagaimana hasil dari suaminya." "Nggak juga, nggak semua wanita begitu, Jo!" Bejo menganggukkan kepalanya setelah mendengar jawaban dari Mila dan kembali melirik wanita itu dari kaca. "Nggak usah lihat-lihat, Jo!" "Nggak lihat, Nyonya. Hanya memandangmu, walau selalu.... " Mila kembali berdecak mendengar suaranya kemudian menggelengkan kepalanya. Memang Mila itu langka. Cewek-cewek di luar sana berbondong-bondong bersorak menyukai suaranya tetapi Mila B aja. Tak ada lagi obrolan di antara mereka sampai mobil berhenti di depan toko roti besar milik bu bos tetapi Mila tidak langsung bersiap turun dari sana. Padahal biasanya akan sangat sibuk dengan barang-barang bawaannya

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 81. Menyentuh

    "Anjirlah! Pisang Ambon loe bisa berdiri begitu, kalau gue udah kayak nggak dikasih air setahun, lemes." Otak Bejo begitu sangat berisik sekali saat melihat bentukan yang menonjol di balik celana Saka. Bukan apa, hal itu tentu saja sangat menggelikan baginya. Bejo bergerak mendekati telinga Mila yang terlihat tak kuasa menyikapi ini semua. Kedua tangan Mila masih terkepal kuat, kedua mata memerah dan nafas mulai tak beraturan. Antara mau tapi merasa terhina. Mungkin itu yang Mila rasakan saat ini. "Tarik nafas, Nyonya! Ingat, ini tidak akan berlanjut," bisiknya kemudian menarik diri dan menoleh pada Saka. "Sudah Tuan, seperti itu caranya. Saya harap Tuan mengerti." Bejo melepaskan dada Mila yang begitu sangat menggoda tetapi sebisa mungkin dia untuk menahan. Dia melihat wajah Mila sudah memerah. Memang remasan ini bukan remasan sembarangan tetapi remasan yang sangat melenakan. Mila hampir-hampir lupa jika sedang dipermainkan. Kedua mata Mila sudah sayu-sayu meminta un

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 80. Remas Gemas

    "Maaf Tuan, bukan saya membela Nyonya, tapi memang Nyonya tidak menutup mulut saya dengan uang. Saya tau siapa yang banyak uang, tentu saja sebagai orang yang berakal akan membela sumber uangnya. " Bejo mulai menjelaskan pada Saka. Tentu saja itu suatu kebenaran tetapi yang dia lebih-lebihkan karena untuk mengalahkan kecurigaan Saka harus dengan alasan-alasan yang masuk akal. "Jika memang Nyonya seperti yang Tuan tuduhkan, tentu saja saya akan lapor pada anda, Tuan. Tapi memang sampai malam Nyonya hanya dengan saya saja. Itu pun sesuai dengan tugas yang Tuan berikan di luar menjadi sopir." Saka melirik Mila yang diam menyimak apa yang ia sampaikan. Bejo tersenyum tipis memberikan kode untuk Mila agar tetap tenang. Bahkan senyum yang ia berikan sangat-sangat tipis hingga hampir tidak terlihat oleh orang lain. "Sebenarnya apa yang membuatmu sampai menuduhku, Mas? Ini sangat tidak mendasar! Aku sama sekali tidak berhubungan dengan laki-laki lain selain Bejo." Mila kembali men

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 79. Curiga

    Bejo segera turun dari mobilnya setelah parkir di depan rumah besar milik Saka. Dia sempat melirik ke belakang dan tak lama melintas mobil yang tadi mengikutinya. Bejo menyeringai melihat itu. Sama sekali tidak ada rasa takut di hatinya. Dia hanya tertawa sinis kemudian membuka pintu belakang untuk membangunkan Mila. "Nyo.... Eh kasihan dibangunin. Capek banget kayaknya tapi gimana gue bawanya masuk ya?" gumam Bejo setelah sempat ingin membangunkan tetapi melihat Mila yang begitu nyenyak, dia jadi ragu. Bejo menutup kembali pintu mobil dan berlari masuk ke rumah. Lampu sudah tamaram, mungkin sudah dimatikan oleh Bibi. Dia hendak naik ke kamar utama tetapi keraguan kembali muncul. "Telepon aja kali ya." Dia segera mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celana untuk menghubungi Saka seraya melangkah keluar untuk kembali ke mobil. "Nggak diangkat, udah tidur kali. Sekali lagi dah." Kembali Bejo menghubungi nomor Saka tetapi lagi-lagi tidak diterima. Dia pun segera membu

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 78. Kehausan

    "Iya, Nyonya. Ada apa?" tanya Bejo dengan suara lirih dan Mila terlihat sulit menelan salivanya. Sementara tangannya masih ada di bibir wanita itu, jemari menyentuh seraya terus memperhatikan wajah cantik Mila. Kedua matanya mendapati ekspresi Mila yang tak terbaca. Wanita itu nampak gelisah dan tak lama menutup mata dengan sedikit mendongak memamerkan bagian lainnya. Kedua alisnya pun terangkat melihat itu. Entah apa yang Mila inginkan tetapi dengan posisi wanita itu sekarang malah membuat jakunnya naik turun memperhatikan leher jenjang Mila yang bersih dan putih jingga begitu sangat menarik di indera penglihatannya. "Nyonya..." "Ah! Bahkan dia sudah lama tidak lagi menyentuhku selembut ini." "Tuan?" Kedua mata Mila terbuka dan terlihat memerah. Ada air mata di sana dan Mila juga tidak menjawab pertanyaannya. Namun dari apa yang ia lihat, dapat disimpulkan bahwa Mila haus akan kasih sayang. Apa yang Bibi selalu sanjung pada Saka tidaklah benar. Nyatanya Mila k

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status