/ Male Adult / TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA / Bab 60. Jangan Paksa Rindu

공유

Bab 60. Jangan Paksa Rindu

작가: weni3
last update 게시일: 2026-07-11 13:18:49

"Eh Caca marica hehe.... Duduk sini!"

Bejo berdecak saat Didi malah mempersilahkan duduk wanita itu. Dia pun kemudian melengos melihat ke sembarang arah. Namun yang ia temukan malah para wanita yang diam-diam mencuri pandang padanya.

Padahal kenal juga tidak hingga pipi mereka pun merona saat ketahuan olehnya. Dia pun menunduk dan menutup kepalanya dengan Hoodie yang ia kenakan tapi caranya justru semakin menarik perhatian kaum hawa.

Apalagi Caca yang kini ada di hadapannya. Wanita itu
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 62. Tidur Sendiri

    "Dari mana saja kamu?" Kedua tangan Mila menyilang dengan lirikan yang terlihat kesal. Rambut Mila sedikit berantakan. Mungkin baru bangun tidur. Entah! Yang jelas Mila terlihat sewot sekali dengannya. Namun walaupun begitu, tidak menyurutkan kecantikan Mila di matanya. Rambut yang berantakan malah terlihat seksi dengan balutan kimono tidur yang membalut lingerie Mila. Hanya saja, dirinya saat ini harus meminta menyadari kesalahannya. Pulang terlalu larut malam di rumah majikannya. Sudah numpang tapi tidak tau aturan. Mungkin itu yang ada di kepala Mila menilainya saat ini. "Maaf, Nyonya. Saya keluar bertemu teman-teman. Biasa malam mingguan Nyonya. Nongkrong di cafe. Tadi saya sudah pamit Tuan dan di ACC oleh Tuan tapi saya dilarang pamit Nyonya karena kata Tuan, Nyonya sudah tidur." "Harus banget pulang larut mengganggu orang istirahat? Kamu tau 'kan sekarang sedang tinggal dimana?" Dia menganggukkan kepala. Benar 'kan? Memang salah! Harusnya tidak demikian. Mungkin kalau libu

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 61. Nggak Maksa

    "Jo! Jo tunggu!" Langkahnya terhenti kala Caca menarik tangannya hingga membuatnya menatap sengit wanita itu. Kedua alisnya menukik melihat tangan yang masih menggenggam dengan erat. "Eh maaf-maaf, aku tau kamu nggak suka disentuh wanita. Maaf ya, Jo. Aku cuma mau ngomong kalau kamu jangan salah paham sama aku!" Caca tersenyum sebelum kembali meneruskan ucapannya. "Aku nggak masalah kok dekat sama kamu walaupun kamu bekerja sebagai pembantu. Kita tetap berteman Jo. Kamu tetap jadi guru pembimbing buat aku." Kedua matanya menatap tajam Caca yang mendongak dengan tatapan penuh permohonan. Alis tebalnya menambah daya tarik wanita itu, begitu pun bulu matanya yang lentik semakin membuat Caca grogi. Caca mengulum senyum melihatnya. Namun setelah mendengar apa yang Caca katakan. Dia membuang muka seraya memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana. Tanpa membalas apa yang Caca katakan, dia pun kembali melangkah menuju motornya. Namun sebelum Bejo benar-benar pergi, dia s

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 60. Jangan Paksa Rindu

    "Eh Caca marica hehe.... Duduk sini!" Bejo berdecak saat Didi malah mempersilahkan duduk wanita itu. Dia pun kemudian melengos melihat ke sembarang arah. Namun yang ia temukan malah para wanita yang diam-diam mencuri pandang padanya. Padahal kenal juga tidak hingga pipi mereka pun merona saat ketahuan olehnya. Dia pun menunduk dan menutup kepalanya dengan Hoodie yang ia kenakan tapi caranya justru semakin menarik perhatian kaum hawa. Apalagi Caca yang kini ada di hadapannya. Wanita itu semakin berbinar melihat gayanya yang sebenarnya tidak ingin terlalu dilihat tetapi malah semakin membuat mereka klepek-klepek. Bukan apa, dari sekian wanita di sana, yang mencuri pandang padanya ada yang sudah memiliki pasangan. Duh jangan Dek ya! "Makasih ya aku udah boleh gabung. Nggak ada tempat lagi soalnya. Udah penuh semua." "Lah emang tadi Caca ke sini sama siapa? Nggak mungkin sendiri 'kan atau diam-diam nyamperin Bejo? Kalian udah janjian?" Kali ini yang bertanya adalah Edo.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 59. Makan Angin

    Tangan kanan Bejo semakin memutar gas mengikuti mobil di depan sana yang berjarak dua mobil darinya. Di balik helm yang ia kenakan, matanya tajam memperhatikan kemana pergerakan mobil itu. "Arahnya...." Bejo belum bisa menyimpulkan. Dia masih harus terus mengikuti ke mana mobil itu berhenti. Motornya mengikuti terus sampai dimana dia harus menepi untuk bersembunyi kala lampu merah di depan sana menghentikan pergerakan mobil yang ditumpangi oleh Saka. "Kira-kira Tuan lihat gue nggak ya?" Bejo memalingkan wajahnya ke belakang dengan helm yang ia kenakan. Sengaja dia menghindari siapa tau salah satu orang yang ada di dalam mobil tersebut melihatnya. Tin Tin Tin Sontak Bejo kembali menoleh ke depan setelah mendengar bunyi klakson begitu ramai. Lampu lalulintas sudah berubah menjadi hijau dan mobil Saka pun hilang dari pandangannya. "Aaaggghhh sialand! Kampretttttt emang loe Jo, bego! Ilang 'kan udah. Percuma loe ngabisin bensin jauh-jauh buat ngikutin si Saka. Be

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 58. Suka Nyonya

    "Eh Bibi, abis dari belakang terus ke depan. Bibi aja kali yang nggak lihat. Padahal saya dari tadi ada di kamar Nyonya." "Lah Bibi abis dari dalem. Kok kamu bisa ada di dalam juga. Gimana ceritanya? Kamu nggak macam-macam 'kan, Jo? Kamu abis ngapain? Pasti ganggu Nyonya," cecar Bibi padanya. Bibi menatap dengan kedua alis menukik dan mata menyipit menyelidik. Namun dia tetap berusaha bersikap santai dan tenang menghadapi beliau. "Dari tadi saya ada di kamar mandi, Bi. Tadi dipanggil sama Tuan, terus suruh ke kamar ini bantuin Nyonya." "Bantuin apa?" tanya Bibi lagi yang masih penasaran sekali. Bibi benar-benar sedang sangat curiga padanya. Tidak biasa beliau bersikap demikian. Apa mungkin sudah mencium bau-bau hal negatif yang tengah terjadi. "Bibi sabar ya! Itu matanya harap dikondisikan, Bi. Nggak boleh seperti itu. Nanti Bibi pusing loh." "Ah kamu alasan aja sengaja kemana-mana bicaranya. Kamu ngapain di kamar mandi? Nggak mungkin 'kan kamu benerin jalan air?

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 57. Panas

    Kedua tangan Bejo tak bisa diam. Satu tangan menekan punggung Mila dan satu tangannya lagi mulai masuk ke dalam tengkuk Mila dengan sesapan yang kuat. Wanita itu pun membalas dengan gerakan lidah membelit sama-sama agresif hingga suara decapan terdengar menggelitik indera pendengaran mereka masing-masing. Kedua tangan Mila melingkar di lehernya hingga kedua kaki berjinjit dan tubuh wanita melengkung saat dia semakin lahap mengecap bibir Mila. Tangannya juga ikut aktif turun mengusap sebelah dada Mila hingga suara kegelisahan Mila terdengar pecah di sana. Bertepatan dengan itu, dia melepaskan bibir Mila memberikan kesempatan untuk Mila mengambil banyak-banyak oksigen. Nafas wanita itu tersengal hingga menunduk dengan tangan yang mulai terlepas dari lehernya tetapi dia tidak membiarkan itu. Tangannya kemudian meraih jemari Mila dan menahannya tepat di pundak. "Ssssttt....."Mila kembali mendongak kala dia meremas lagi dada Mila dengan sangat gemas. Kedua mata Mila setengah terpe

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status