Accueil / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 272. Kebencian Nyata

Partager

272. Kebencian Nyata

Auteur: Henny Djayadi
last update Date de publication: 2026-10-04 15:06:16

Di lantai bawah, Bi Lastri menyerahkan sebuah kantong berisi beberapa wadah makanan kepada Jovita.

“Ini nanti begitu sampai apartemen langsung masukin kulkas. Kalau mau makan, tinggal dipanasin sebentar di microwave,” pesannya terdengar hangat dan penuh perhatian.

Jovita menerima bungkusan itu dengan senyum manis. “Terima kasih banyak ya, Bi Lastri. Maaf ya Jojo malah bikin repot.”

“Nggak repot, sudah pekerjaan Bibi. Nanti kalau pengen makan sesuatu langsung bilang Bibi saja.”

Tak lama kemudian
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
vyjoo
Nah omongan papamu valid kan vio? mamamu tu hadeuhhhh speechless..gpp opa cucumu ini harus dididik tegas mulai sekarang..
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
makanya .sadar dan insyaf Vio...sampai kapan kamu mau jadi anak yg baik??
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Istri Rahasia Om Raymond   278, Jangan Jadi Om-om Genit!

    Begitu Jovita turun dari mobil di halaman rumah, Elvi langsung menyambutnya dan mendekap tubuh putrinya itu dengan erat.“Bagaimana kerjanya, lancar, kan?” tanya Elvi hangat sambil mengurai pelukan dan menatap wajah Jovita lekat-lekat. “Kalau capek jangan dipaksain ya. Bunda yakin Raymond sangat mampu mencukupi semua kebutuhan hidupmu. Ya kan, Ray?”Raymond mengangguk sopan dengan senyum tipis di hadapan ibu mertuanya. “Iya, Bu.”Jovita menyahut pelan, berusaha menjaga jarak. “Buat bisa lulus kuliah kan butuh perjuangan dan kerja keras. Masa setelah lulus ilmunya malah nggak dipakai sama sekali?”Elvi tersenyum maklum, mengusap lengan Jovita dengan lembut. “Iya, Bunda paham. Tapi kan kamu sekarang lagi hamil muda, harus ekstra jaga kesehatan juga.”Jovita hanya mengangguk kaku. Di dalam hatinya, ia masih merasa agak risih dan canggung menerima perhatian serta kepedulian Elvi yang terasa berlebihan.“Oh ya, bunda sudah siapkan ayam bumbu rujak pesananmu,” lanjut Elvi penuh semangat. “T

  • Istri Rahasia Om Raymond   277. Ada Banyak Waktu Bersama

    Rapat antar dua perusahaan itu akhirnya selesai dengan kesepakatan bisnis. Begitu dokumen ditutup, Raymond, Damian, dan Dylan berjalan keluar dari ruang rapat secara bersamaan. Tanpa ragu, ketiganya melangkah menuju area kubikel tempat Jovita sedang menekuni komputernya.Raymond berjalan sedikit di depan, tatapannya memancar was-was. Ia sangat paham betapa rumitnya perasaan Jovita terhadap keluarga Hadiningrat, dan ia tak ingin kehadiran Damian membuat suasana hati istrinya yang sedang hamil itu memburuk.“Jo, kita makan siang bareng, yuk?” ajak Damian begitu tiba di dekat meja Jovita, menyapa dengan nada hangat yang begitu kebapaan.Jovita menghentikan pekerjaannya dan mendongak. Pandangannya berganti-ganti menatap Damian, Dylan, dan Raymond yang berdiri sejajar. Ia bisa melihat raut cemas tersembunyi di wajah Raymond.Jovita menarik napas panjang secara halus. Kali ini, ia sadar betul posisinya. Ia memilih menyingkirkan ego dan luka pribadinya sejenak demi bertindak sebagai istri ya

  • Istri Rahasia Om Raymond   276. Mimpi Ketinggian

    Jovita membolak-balik lembar denah dengan kening berkerut karena fokus. “Kliennya minta ada taman di depan, tapi sisa lahan di bagian belakang juga harus tetap luas ya, Mas?” “Iya, konsepnya rumah tumbuh,” Aris menjelaskan sembari berdiri di sisi meja Jovita. “Jadi desain bangunannya harus benar-benar flexible untuk pengembangan ke depannya kalau pemilik rumah mau nambah ruangan.” Seorang arsitek lain di kubikel sebelah ikut menimpali tanpa mengalihkan pandangan dari layarnya, “Proyek renovasi Perumahan Griya Asri itu emang tantangan banget, Jo. Luas tanahnya terbatas, tapi daftar permintaannya segunung.” “Tapi selama magang dulu, ini kan salah satu kelebihan Jovita,” sahut Aris dengan nada membela yang bangga. “Dia jago banget mengolah lahan sempit biar tetap multifungsi dan kelihatan lega.” Jovita tersenyum tipis, matanya mulai meneliti skala ukuran di atas kertas. “Kalau untuk space tangganya, mending dibuat bertingkat pakai dak beton dari awal atau atapnya langsung ditinggikan

  • Istri Rahasia Om Raymond   275. Telinga Semakin Panas

    “Kalau kalian tidak tahu apa-apa, jangan banyak bicara!” tegur Aris dengan suara tegas dan sarat ketegangan, menghentikan kasak-kusuk di area kubikel.Bukannya merasa bersalah, salah satu staf wanita justru mencibir sinis. “Idih... yang mau belain bidadari idamannya. Dia tuh nggak sesuci yang kamu bayangkan, Ris!”Aris menatap mereka satu per satu dengan pandangan tajam penuh sindiran. “Terus, apa yang kalian dapat dengan bicara seperti itu?”Para karyawan yang tadinya asyik merumitkan rumor tentang Jovita mendadak terkunci mulutnya, canggung menghadapi konfrontasi langsung dari Aris.“Semua gosip murahan kalian itu nggak akan pernah mengurangi kebahagiaan Pak Raymond dan Jovita,” lanjut Aris dengan intonasi dingin namun menusuk. “Tapi... ucapan kalian bisa membahayakan posisi dan nasib kalian sendiri di kantor ini. Selama kalian masih kerja ikut orang, jangan pernah coba-coba menghina orang yang memberi kalian makan dan membayar gaji kalian.”Di balik ketegasannya membela Jovita, dad

  • Istri Rahasia Om Raymond   274. Bukan Istri Simpanan

    Raymond menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, membuka ponsel untuk memeriksa jadwal kerja yang baru saja dikirimkan sekretarisnya pagi ini.Tapi, konsentrasinya buyar seketika. Dari balik layarnya, mata Raymond justru sibuk memperhatikan sang istri yang sedang sibuk berdandan di depan meja rias untuk hari pertama kerjanya kembali di Vastu Chandra.Jovita pagi ini tampil manis dan anggun. Ia memadukan blouse bahan silk warna cream berpotongan longgar dengan cullotte pants warna camel yang jatuh sempurna. Baju longgar itu sengaja ia pilih untuk menyamarkan perutnya yang mulai sedikit membuncit di awal kehamilan. Rambut hitamnya dibiarkan terurai dengan riasan tipis nan segar di wajahnya.Meski sudah mengenakan setelan pakaian kerja yang serba longgar dan tertutup, di mata Raymond, Jovita tetap saja terlihat amat cantik dan memesona. Apalagi bagian dadanya yang semakin tampak berisi, membuat Raymond takut para pria akan mengalihkan pandangan ke sana.Bahkan dalam hati, terbit pemik

  • Istri Rahasia Om Raymond   274. Teman tapi ML

    “Waktu magang dulu, Jojo itu luar biasa banget,” puji Aris penuh semangat. Senyumnya makin lebar, matanya berbinar meluapkan kekaguman tanpa menyadari rahang sang bos yang kian mengeras.“Dia cepat banget paham ide rancangan, efisien, dan eksekusi visual arsitekturnya rapi sekali. Belum lagi kepribadiannya yang ramah dan selalu bisa mencairkan suasana tim. Menurut saya, ini langkah yang sangat tepat kalau perusahaan kembali merekrut Jojo yang berbakat itu!”Membayangkan Aris nantinya bekerja di ruangan yang sama, berdiskusi di atas meja yang sama, bahkan duduk di kubikel berdampingan dengan Jovita, dada Raymond seketika bergemuruh hebat dipenuhi gelombang cemburu. Pandangan mata Raymond berkilat tajam menatap arsitek mudanya itu.Tak ingin membuat salah satu arsitek muda andalannya terus melayang dalam harapan palsu, Raymond menyandarkan punggungnya lalu bersuara dingin.“Nanti Jojo akan berada di divisi yang sama seperti saat dia magang dulu.”Senyum Aris makin mengembang lebar. Hara

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status