Bening baru saja menutup buku catatan kecilnya saat lampu sorot mobil Banyu menerangi kaca jendela depan. Ia menarik napas panjang, mengusap wajahnya sebentar agar raut cemasnya berganti senyum hangat sebelum membukakan pintu. Pintu terbuka, menampilkan Banyu yang tampak kelelahan dengan kemeja dinas yang sedikit kusut di bagian lengan. Pria itu menyunggingkan senyum tipis begitu melihat istrinya sudah menunggu.“Banyak banget masalah belakangan, semenjak dana desa dikurangi, masalah berdatangan” Banyu berkeluh kesah begitu masuk ke dalam rumah.“Paster capek banget, ya?” sapa Bening lembut seraya mengulurkan tangan untuk menyalami suaminya.Banyu menyambut tangan itu, menaruh kunci mobil di atas meja konsol dekat pintu, lalu mencium kening Bening cukup lama. “Lumayan, Ning. Selain masalah-masalah itu, berkas di kantor desa lagi menumpuk sekali hari ini.”Banyu melepas baju dinasnya, menggantungnya di kapstok, lalu mengekor di belakang Bening menuju dapur. Ia mendudukkan diri di kurs
Mehr lesen