“Here’s your room. And here’s the key,” ucap Bianca, meletakkan sebuah kunci di tangan Miri.Ia mendorong pintu, memasukkan dua koper besar lebih dulu. Ketika daun pintunya membuka lebar, Miri menganga saat melihat isi ruangan.Sebuah jendela berukuran besar berada di ujung ruangan, menghadap taman dengan pepohonan berwarna hijau pucat di baliknya. Dua tempat tidur single, masing-masing menempel rapat di sisi dinding. Sebuah lemari untuk menyimpan jaket di dekat pintu, dan pintu lain di dalam menuju kamar mandi.“Nggak jelek-jelek amat,” bisik Rosalie yang berdiri di samping Miri, sambil mengangguk-angguk.Perempuan itu melangkah masuk, memindai setiap sudut ruangan. Ia melepaskan jaket, melemparkannya ke kaki tempat tidur. Kasur tempat tidur mengambul saat Rosalie melempar dirinya yang ramping ke ranjang.“Tempat tidurku yang ini, ya, Miri,” ucap Rosalie tegas, tak menunggu Miri mengiyakan.Dua kasur terpisah itu identik bagi Miri. Tak ada alasan baginya untuk protes.“Well, I’ll let
Read more