"Kenapa mereka harus menertawakan Sean, hm?" Suara bariton yang hangat dan bersahabat tiba-tiba mengalihkan perhatian Alina dan Sean. Dari arah samping rumah, Andri berjalan mendekat sembari membawa segelas kopi hangat di tangannya. Ia melempar senyum tulus, menatap lekat pada bocah kecil yang masih menundukkan kepalanya dalam-dalam itu. "Toh, Sean kan punya Tante Alina," lanjut Andri santai, mengambil posisi berlutut di atas rumput beberapa langkah dari mereka. "Tante Alina pasti akan mengantar dan menemani Sean ke sekolah, sama seperti seorang ibu yang mengantar anaknya. Jadi, tidak ada alasan untuk siapa pun menertawakan Sean." Sean mendongak seketika. Namun, alih-alih merasa terhibur, wajah imutnya langsung berubah sedikit kesal begitu menyadari kehadiran sang sopir baru yang sejak kemarin dianggapnya sebagai saingan berat. Ia memeluk lengan Alina lebih erat, seolah mempertegas batas wilayahnya. "Sean tidak mau bicara dengan Om Andri!" ketus Sean, memalingkan wajahnya ke arah
Last Updated : 2026-07-15 Read more