"Ikut aku sebentar. Kita bicara di ruang kerjaku," ucap Reynard datar. Pria itu langsung berbalik arah tanpa menunggu jawaban, melangkah mantap menuju sebuah pintu kayu ek besar di sudut lorong lantai bawah. Alina membeku di tempatnya berdiri, meremas tali tas kainnya hingga telapak tangannya terasa kebas. "T-Tuan Reynard? Ada apa lagi, ya? Ini sudah lewat jam kerja saya." "Ini penting, Alina. Masuklah," sahut Reynard dari dalam ruangan, suaranya yang bariton terdengar menggema samar. Dengan langkah kaki yang terasa seberat timah, Alina terpaksa melangkah mengikuti arah pria itu. Di dalam kepalanya, pikiran sudah berkecamuk ke mana-mana, menyusun berbagai skenario terburuk yang paling menakutkan. 'Apakah dia benar-benar sudah tahu? Apakah dia menemukan data pernikahanku dulu? Ya Tuhan, tamatlah riwayatku jika dia tahu aku seorang janda dan berbohong,' batin Alina menjerit panik, peluh dingin mulai membasahi pelipisnya. Begitu pintu ruang kerja yang didominasi warna cokelat tua dan
Last Updated : 2026-07-09 Read more