"Tuan tidak bercanda, kan? Ini sudah hampir jam dua belas malam, dan Tuan meminta saya menginap di rumah Tuan?" Alina menatap Reynard dengan sepasang mata bulat yang membelalak sempurna, rasa tidak percaya terpancar jelas dari gurat wajahnya. Reynard mengembuskan napas pendek, mengeratkan dekapan lengannya pada Sean yang mulai melemas di bahunya. "Apa wajah saya kelihatan seperti sedang bercanda, Alina? Anak ini tidak akan mau melepasmu, dan dengar sendiri suaranya mulai serak karena menangis." "Tante Alina... jangan pergi... hwaaa... jangan tinggalkan Sean," igau Sean dengan suara serak, tangan kecilnya bergerak gelisah di udara, mencoba menggapai Alina. Alina mendesah pasrah. Ia melangkah mendekat, lalu menempelkan punggung tangannya ke dahi Sean. Detik itu juga, matanya membelalak kaget. "Astaga, badannya panas sekali! Tuan, Sean demam tinggi! Dia pasti syok karena kejadian kemarin ditambah menangis histeris malam-malam begini." "Demam?" Reynard ikut panik, sebelah tangannya me
Last Updated : 2026-07-12 Read more