Wima memejamkan mata sesaat. Jika Bunda tidak mau mendengar penjelasan Satya yang terlibat secara langsung, artinya penjelasan dirinya pun tidak akan berguna. “Bunda, Satya sudah menjelaskan semuanya dan juga mengaku salah. Dalam hal ini Jeevi nggak tahu apa-apa, Bun. Dia bisa dikatakan korban juga.” “Nek? Nenek menyukai Jeevi kan? Dia memang wanita yang mudah disukai siapa pun,” ujar Satya pelan seraya mendongak, menatap neneknya. “Jangan benci Jeevi karena perbuatanku, Nek. Jeevi nggak salah.” Devana masih menyandarkan punggung di sofa, tangannya memijat kepalanya yang berdenyut, dengan siku bertumpu pada lengan sofa. Sudut matanya masih basah karena tangis. Kepalanya penuh, dirinya tidak bisa berpikir jernih. Terlalu banyak informasi mengejutkan yang berjejalan di kepala. Hatinya masih belum bisa menerima semua fakta itu. “Apapun yang Bunda pikirkan sekarang, aku nggak akan pernah melepas Jeevi. Aku mencintai Jeevi,” ucap Wima dengan wajah datar, tapi hatinya penuh emosi ya
Last Updated : 2026-10-03 Read more