"Sampai kondisinya benar-benar pulih," jawab Kevin datar, menyilangkan kedua tangan di dadanya tanpa ada keraguan sedikit pun dalam nada suaranya.Davin memiringkan kepalanya, menatap ayahnya dengan sorot mata yang dipenuhi keheranan bercampur kecurigaan yang kian menguat. "Tumben sekali. Padahal Ayah sangat tidak suka jika kamarnya dipakai sembarang orang. Kalau Ayah mau, biar Aleena tidur di kamarku saja! Aku juga bisa merawatnya, Yah!"Kevin memicingkan mata, menatap putranya dengan kilat tajam yang membekukan udara. "Gak perlu. Aleena tak akan ke mana-mana."Atmosfer di dalam kamar berukuran luas itu mendadak begitu berat. Davin mengepalkan jemarinya, merasakan kepalan tangannya bergetar oleh kejengkolan yang tak mampu ia luapkan. Ayahnya selalu dominan, tetapi perlakuannya pada Aleena malam ini terasa melewati batas sewajarnya seorang majikan kepada pelayannya."Ya sudah... aku pamit dulu," gumam Davin akhirnya, mengalah namun dengan dada yang bergemuruh panas.Ia berbalik kasar,
최신 업데이트 : 2026-09-10 더 보기