"Saya Ratih, temannya Lia, Pak ..." Gadis yang seusia dengan Lia itu menggantungkan kalimatnya karena tak tau harus memanggil ayah Lia dengan sebutan apa. "Om saja panggilnya," ucap Rudi. "Kamu juga temannya Lia, ya?" tanya pria berlesung pipi sama seperti miliknya Lia. "Nggih, Om. Nama saya Fais. Kakak kelasnya Lia sama Ratih di SMA," jelas Fais. Dua kali Rudi menepuk pundak pemuda di hadapannya itu, lalu tersenyum. Tiba-tiba saja saat keempatnya sedang sibuk bercengkrama, datang sosok pemuda tampan dari dalam rumah yang membuat Ratih menganga kaget. Silau dengan ketampanan Elang Franco, sementara Fais menatapnya datar. "Om, Tante Mirna telpon," ucap Elang. "Mahakuasa Tuhan membentuk ciptaannya. Ngganteng banget," ucap Ratih, kalau Sari ada di antara mereka sekarang, pastilah gadis itu yang melongo kaget. "Hahahaha. Lucu sekali teman kamu ini, Lia," ucap Rudi. "Papa angkat telpon sebentar ya. Maaf saya tinggal sebentar ya semuanya." Pria yang belum mampu dipang
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-22 Mehr lesen