Jam dinding usang di bengkel menunjuk angka lima sore. Suara bising kompresor dan dentingan kunci pas perlahan mereda. Waktu operasional telah berakhir.Wildan mencuci tangannya yang hitam terkena oli di wastafel belakang. Setelah mengeringkan tangannya, ia berjalan menuju loker, mengambil tas ransel bututnya, dan bersiap pulang."Gue balik duluan ya, Wil!" pamit Diki, rekan sesama montir, sambil memanaskan motornya."Yoi, hati-hati di jalan lo," balas Wildan santai.Wildan melangkah menuju pelataran parkir dan menaiki sepeda motor tuanya. Ia memasukkan kunci dan menekan starter. Deru mesin yang sedikit kasar memecah keheningan sore. Sebelum memutar gas, insting jalanan Wildan secara refleks membuatnya melirik ke arah kaca spion.Matanya seketika menyipit tajam.Di seberang jalan, sekitar lima puluh meter dari gerbang bengkel, sebuah mobil sedan mewah terparkir dengan mesin menyala. Kaca filmnya sangat gelap, tapi Wildan hafal betul pelat nomor itu. Itu adalah mobil sedan milik Mario.
Last Updated : 2026-07-24 Read more