Setengah jam membelah jalanan malam, mobil itu akhirnya berbelok masuk ke sebuah kawasan komersial yang cukup sepi dan berhenti di depan sebuah bangunan gudang raksasa. Pintu besi rolling door ditarik terbuka oleh Beno dari dalam, membiarkan mobil Wildan masuk sebelum akhirnya ditutup rapat kembali.Wildan turun dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Maya.Di tengah kegelapan gedung setengah jadi itu, hanya ada cahaya temaram dari lampu jalanan yang menembus celah ventilasi besar di atap. Udara di dalam sana berbau khas semen basah, cat baru, dan debu material. Namun, luasnya bangunan ini membuat Maya terpukau luar biasa."Ini ... ini gudangnya?" bisik Maya, berjalan perlahan ke tengah ruangan, melepas kacamata hitamnya. Matanya menyapu struktur baja dan luas area yang kelak bisa menampung belasan mobil mewah."Iya, Mbak. Beno udah berhasil cari dan nyewa tempat ini. Murah, besar, dan lumayan strategis," ucap Wildan, berjalan mendekat dari belakang. "Tadi siang, legalitas hukumnya ju
Last Updated : 2026-07-28 Read more