Orang yang berdiri di dapur bukanlah Gis, melainkan Yoshio.Pria itu mengenakan hoodie yang pernah dihadiahkan Nyra kepadanya bertahun-tahun lalu, tepat setelah mereka lulus kuliah.Dengan hati-hati, dia meletakkan hidangan terakhir di atas meja. Begitu melihat Nyra pulang, Yoshio sempat tertegun, lalu memaksakan sebuah senyuman."Nyra, kamu sudah pulang. Pasti capek kerjanya. Aku masak beberapa hidangan yang dulu kamu paling suka. Tenang, aku nggak punya maksud lain. Aku hanya ingin berpamitan dengan baik. Bukannya dulu kamu paling suka masakan buatanku?"Saat melihat masakan yang dipenuhi minyak cabai di atas meja, hati Nyra sama sekali tidak terusik. Memang benar dahulu dia sangat menyukai makanan pedas.Bahkan nasi goreng sederhana yang dimasak Yoshio dengan sambal pedas dari nasi sisa semalam pun selalu dia makan dengan lahap.Namun, Yoshio tampaknya sudah lupa. Atau mungkin dia memang tidak pernah benar-benar peduli.Selama bertahun-tahun bekerja keras demi perusahaan, tubuh Nyra
อ่านเพิ่มเติม