“Ares, lepasin lengan aku,” kata Serena. Namun, Ares tidak menghiraukannya. Ia terus menarik Serena dengan langkah cepat. Serena berusaha melepaskan lengannya, tetapi tenaga Ares jauh lebih kuat. Ia bahkan kesulitan mengimbangi langkah Ares hingga beberapa kali hampir tersandung. Serena meringis pelan. “Ares, sebenarnya kamu mau bawa aku ke mana?” Ares masih tidak merespons. Serena yang mulai kesal mengepalkan tangannya. “Ares, kamu dengar tidak ucapan aku, hah?” bentak Serena marah. “Aku bilang lepasin, ya lepasin!” “Terus, kamu mau bawa aku ke mana, hah? Jawab, Ares!” Serena benar-benar sudah kehilangan kesabaran. “Ares, apa kamu tul—” Bruk! Serena tersentak ketika Ares tiba-tiba mendorong tubuhnya dengan kasar hingga punggungnya membentur dinding koridor. Ares berdecak kesal. Tatapannya menajam ke arah Serena yang mengernyitkan dahi, menahan sakit akibat benturan di punggungnya. Namun, pria itu sama sekali tidak peduli. Kedua tangan Ares bertumpu di dinding, mengurung S
Última actualización : 2026-10-14 Leer más