Panggilan pertama, hanya nada dering yang monoton.Panggilan kedua, ketiga… hingga panggilan kesembilan, tetap tak ada yang mengangkat.Mike berdiri di samping sambil menyilangkan tangan, dengan senyuman puas yang terukir di sudut bibirnya.Hati Selina perlahan tenggelam ke dasar jurang.Pada panggilan kesepuluh, akhirnya telepon itu tersambung.Selina hampir berteriak histeris, “Kakak, cepat datang selamatkan aku! Mike meracuniku….”Panggilan ‘kakak’ itu adalah kode rahasia di antara mereka.Mereka pernah berjanji, selama Selina memanggilnya kakak, Nathan akan tahu bahwa situasinya genting dan akan segera menyelamatkannya secepat mungkin.Namun, suara yang terdengar dari seberang telepon bukanlah kepanikan seperti yang dibayangkan. Sebaliknya, suara Nathan malah terdengar dipenuhi kegembiraan yang sulit disembunyikan, “Sayang, kamu hamil? Bagus sekali!”Kemudian, disusul dengan suara manja Heyli yang terdengar menahan tangis, “Sayang, tadi aku ketakutan setengah mati. Tiba-tiba perut
Read more