Malam semakin larut. Keluarga Noir satu-persatu meninggalkan ruangan dengan berbagai macam pikiran. Mr. Ferdinand Noir menatap cucunya. Dalam hati dia percaya, pilihannya kali ini tak salah. Selain pintar dan cerdas, Felicia juga adalah gadis baik yang bisa menghargai orang tua. ‘Semoga kamu memang pilihan terbaik, Nak. Aku tak memandang statusmu,’ batinnya. Ingatan orang tua ini kembali pada saat kejadian beberapa waktu lalu, ketika dia bersama keluarganya berwisata ke luar negeri, Angelina ikut serta. Saat turun dari pesawat, tanpa sengaja kakinya terantuk sesuatu, hampir saja dia jatuh. Keluarga lain masih belum keluar, hanya Angelina yang berdiri tepat di belakangnya.“Eh! Hati-hati dong, Kek. Iya gini kalau jalan bawa orang jompo. Bisa jalan, Kek?” tanyanya dengan sedikit ketus.Angelina menoleh ke belakang dan melambaikan tangan pada pramugari yang berdiri di pintu pesawat. “Mbak! Tolong bantu kakek saya!” Pramugari itu berlari dan menuntunnya sampai ke bawah. Sementara
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-30 อ่านเพิ่มเติม