Home / Romansa / Istri Galak Sang Presdir / Bab 6. Bisik-bisik di Ruang Arsip.

Share

Bab 6. Bisik-bisik di Ruang Arsip.

Author: Laut
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-21 17:11:00

Uhuk! Uhuk!

Felicia menutup mulutnya. Dia tersedak mendengar penuturan Ms Carlota. “Anda yakin? Saya rasa itu bukan ide yang bagus, Bu.”

Barney melirik Felicia. Dia juga menutup mulutnya dengan tangan. Namun, bukan terkejut, melainkan tertawa geli melihat reaksi si Kitty yang tak lagi jadi rivalnya.

Ms Carlota menatap dan tersenyum. “Iya, benar. Saya yakin kalian pasti akan bisa bekerja sama.”

“Oke! Saya setuju, Bu. Kami akan mengerjakan proyek ini bersama-sama,” jawab Barney.

Felicia melot
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 132. Langkah Menuju Mansion Mr. Ferdinand

    Waktu memiliki caranya sendiri untuk menyembuhkan luka. Satu bulan telah berlalu sejak badai yang hampir merenggut nyawa Sue di ruang operasi. “Hahaha! Mama lihat, itu kucingnya suka makan ikan,” tawa Sue ketika melihat serial anak-anak di televisi.Kini, tawa renyah gadis kecil itu kembali menggema di sudut-sudut rumah. Sue sudah benar-benar sehat. Pipinya yang sempat tirus kini kembali montok, bahkan bantal donat pemberian Ariella selalu setia berada di dekapannya.“Gimana, Louis, pesanan banner toko De Lestroy apa sudah dikirim” tanya Felicia.“Sudah, Ms. Feli. Dia bahkan memberikan bonus apel karena terlalu bagus katanya,” jawab Louisa. Felicia yang belum aktif sepenuhnya tetap memantau pekerjaan di kantor.Seiring berjalannya waktu, kehidupan Felicia pun perlahan kembali ke relnya. Entah karena berkah setelah ujian berat atau memang kualitas kerja timnya yang semakin solid, pesanan di kantor bertambah banyak dari waktu ke waktu. Kesibukan menuntut fokusnya, namun hatinya jau

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 131. Perasaan Lega.

    Dokter keluar sambil mengusap dahinya yang berkeringat.“Bagaimana dengan keadaan anak saya, Dok?” tanya Felicia panik. Suaranya bergetar hebat, tangannya saling meremas satu sama lain.Baru kali ini dirinya merasa sepanik ini.Dokter melepas maskernya dengan perlahan. Wajah muramnya terlihat begitu letih, menyiratkan betapa kerasnya perjuangan di dalam ruang operasi tadi. Dia menghela napas panjang sebelum menatap Felicia.“Syukurlah Anda cepat membawa kemari. Terlambat sedikit saja, kami tidak akan bisa menolongnya,” jawabnya dengan senyum tipis yang tulus.“Oh, syukurlah,” isak Felicia. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, bahunya terguncang pelan oleh rasa lega yang luar biasa.Barney yang berdiri di sampingnya segera menepuk pelan bahu Felicia.“Sue anak yang kuat, Fel. Dia berhasil melaluinya,” bisik Barney, berusaha memberikan ketenangan.Mr. Ferdinand melangkah maju, memecah kecemasan yang tersisa. “Tolong berikan perawatan dan kamar terbaik buat dia, Dok. Jangan

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 130. Menunggu dalam Kekhawatiran.

    ‘Dasar brengsek! Datang-datang langsung nyerang!’ umpat Barney dalam hati.Dia melangkah maju, siap membalas jika Ariella kembali menyerang. "Ada masalah apa kamu sama aku, hah?”Ariella tidak mundur selangkah pun. Dia justru maju, mencengkeram kerah kemeja mahal Barney dengan kedua tangannya, memaksa pria itu menatapnya dari jarak dekat di bawah temaram lampu jalanan."Aku kecewa sama kamu, Barn! Benar-benar kecewa!" desis Ariella dengan suara bergetar menahan amarah yang meledak-ledak di dadanya. “Aku nggak punya masalah sama kamu! Lepaskan!” bentak Barney, dia menyentakkan tangan Ariella dengan kasar. “Apa kamu tahu? Felicia nggak terima aku gara-gara dia cinta sama kamu!” bentak Ariella. Dia mengungkapkan unek-unek dan semu kekecewaannya. Degup jantung Barney berdetak lebih kencang mendengar penuturan Ariella. “Terus apa masalahmu?” tanya Barney.“Aku kecewa, kenapa harus kamu yang dipilih? Kenapa harus kamu yang dipanggil Papa oleh Sue?” teriak Ariella. Barney diam dengan s

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 129. Ungkapan Rasa Kecewa

    “Aargk! Sakit! Sakit sekali!” teriaknya di sela raung tangisan yang menyayat.Bruk!Gadis kecil itu membungkuk lalu terduduk di bawah.Felicia yang baru saja melepas sepatunya sangat terkejut. “Sue! Kenapa Sue?”Dia berlari mendekati anaknya dengan wajah pucat.“Sakit! Perut Sue sakit sekali!” teriaknya sambil mulai bergulung. “Sue! Kenapa Sue?” panik Ariella dan Felicia bersamaan. Ibunya berlari dari belakang dan membelalak melihat kondisi cucunya.Tanpa banyak bicara Ariella langsung menggendong Sue.“Kita harus cepat ke rumah sakit sebelum terlambat!” kata Ariella. Sementara Felicia berlari ke dalam mengambil tasnya lagi.“Aku ke rumah sakit, Bu. Ibu jaga rumah dulu, ya,” pamitnya cepat lalu berlari menyusul Ariella. Ibu terdiam sepersekian detik. Kejadian mendadak ini membuatnya keluh. Lututnya gemetar.Pikirannya kembali saat kabar suaminya kecelakaan kerja di kapal. Semuanya terjadi sangat cepat. Bahkan seakan belum satu helaan napas, semuanya sudah berakhir.“Semoga nggak t

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 128. Kelegaan yang Retak.

    “Ms. Felicia semua sudah dibersihkan, bagaimana dengan para preman ini?” tanya Louisa ketika melihat Felicia baru saja masuk ruangannya. Tatapan tajam Felicia mengunci mereka satu persatu membuat preman-preman kelas teri ini menundukkan kepala.“Urusanku sudah beres. Sekarang kalian aku izinkan pergi, tapi ingat … jangan sekali-sekali ganggu aku dan dia lagi!” Tangan Felicia menunjuk pada Louisa yang duduk di sudut ruang lainnya. “I–iya, kami mengerti,” jawab pimpinan preman. Felicia menggerakkan kepalanya ke arah pintu. Tanpa dikode dua kali, para preman itu segera melarikan diri. Setelah tinggal mereka berdua, Felicia mengedarkan pandangannya ke ruangan yang sudah terlihat lebih manusiawi.“Ada jadwal apa kita hari ini?” tanyanya.Asistennya yang cantik itu segera membuka laptop. Untung saja laptop kerjanya tak jadi sasaran para preman tadi. “Hari ini kita kosong, Ms. Feli. Tapi besok, kita ada presentasi di Collari Group,” jawab Louisa. Felicia tampak berpikir sejenak. “Oke.

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 127. Pengakuan Keluarga Barney.

    “Thea! Berdiri! Minta maaf yang benar!” kata Papa Thea tegas. Wajah gadis itu mengeras. Dalam hatinya dia memaki orang-orang yang ada di sekitarnya.‘Dasar brengsek! Bisa-bisanya mereka menatapku seperti penjahat. Minta maaf sama dia lagi!’ Thea mendekat ke tempat Felicia. Felicia berdiri siap menerima uluran tangan Thea.Namun, Thea tetap menunduk tanpa memandang wajah Felicia, tanpa mengulurkan tangan, dia hanya menganggukkan kepala lalu berbalik.Papanya melihat dengan gusar. Kejadian ini sangat membuatnya malu.‘Sial! Ternyata begini adab orang yang katanya punya status sosial lebih tinggi dari aku’ batin Felicia. Felicia menganggukkan kepala lalu menatap dua orang yang duduk di hadapannya. “Bagaimana kalau masalah ini saya laporkan pada pihak berwajib?” tanya Felicia tegas.Thea langsung berbalik. Dia mengacungkan jarinya di depan muka Felicia. “Heh! Jangan sombong, ya. Cuma gitu aja pakai lapor segala! Berapa kamu butuhkan. Akan aku ganti dua kali lipat!” katanya sengit.“T

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status