Saat kembali terbangun, rasa dingin, lembap, dan bau darah yang sudah tidak asing lagi menyelimutinya.Ini adalah Biro Hukum Istana.“Sudah bangun?” Seorang sipir penjara berwajah sangar berjalan mendekat sambil membawa besi cap yang telah dipanaskan hingga merah membara. “Nona Muda sudah memberi perintah. Selama tiga hari ke depan, kami akan mengurusmu dengan baik. Nyonya Sekar, maafkan kami!”Setelah itu, besi cap, cambukan, siaraman air garam, bahkan tusukan jarum ....Siksaan-siksaan yang sudah tidak asing lagi itu kembali dijatuhkan satu per satu ke tubuhnya yang telah dipenuhi luka.Para sipir itu sudah mendapat perintah khusus dari Renata. Mereka bertindak dengan sangat terukur, membuat Sekar menderita hebat tanpa membiarkannya mati begitu saja.Tiga hari. Setiap detiknya terasa sepanjang satu abad.Sekar mengatupkan giginya. Dia tidak memohon belas kasihan ataupun menangis dan berteriak. Dia hanya menatap kosong ke langit-langit ruang penyiksaan, ke dinding batu yang terus mere
Baca selengkapnya