Setelah kejadian kemarin, Helena tidak berani bahkan untuk sekedar berpapasan dengan Lucien. Dia berusaha menghindar, bahkan saat di kantor. “Tidak usah canggung, Helena. Sekuat apapun kamu menghindar, kamu tetap akan bertemu dengannya,” gumamnya, sambil merapikan baju, lalu menuju ruangan Lucien. “Tuan memanggil saya?” tanya Helena. Wanita itu membungkuk penuh hormat.Lucien mengangkat wajahnya. “Iya. Bersiaplah, kamu akan menemaniku bertemu klien penting pagi ini,” katanya dingin, sambil melirik ke arah sofa. “Ambil paper bag yang ada di sofa itu.”Helena menoleh. Beberapa paper bag berjejer di sana. Pupilnya melebar saat tahu merk dari paper bag itu. Dia beralih menatap Lucien yang kini sudah memperhatikannya. Sorotnya yang tajam, berhasil membuat tubuh Helena meremang. “Itu untuk apa, Tuan? Saya—”“Pakai itu untuk meeting nanti. Aku tidak tahu seleramu, jadi pilihlah yang kamu suka.” Lucien berdiri, dan hendak pergi. “Ini klien penting, Helena. Aku sudah pernah membahasnya, saa
Last Updated : 2026-09-08 Read more