Setelah pintu kamar tertutup, Kavian langsung melepaskan Thea, begitu pula Thea yang sontak menjauh dari pria itu. “Kak Kavian, apa yang kamu lakukan?” tanya Thea masih setengah panik. Dadanya naik turun cepat, tetapi ia tetap berusaha mengontrol keterkejutannya atas apa yang baru saja terjadi. “Jangan teriak sembarangan. Orang bisa salah paham,” balas Kavian sedikit ketus. Thea hendak menjawab, tetapi pandangannya kembali tertuju pada pria di hadapannya. Seketika itu ia kembali sadar bahwa Kavian masih berdiri di sana hanya dengan sehelai handuk yang melilit pinggangnya. Wajah Thea mendadak panas, sebelum buru-buru memalingkan wajah, berusaha mengalihkan pandangan ke arah lain. Sementara itu, Kavian tetap terlihat santai, seolah tidak merasa ada yang aneh dengan penampilannya. “Tante Vania minta tolong aku membersihkan kamarmu,” kata Thea akhirnya. Bibirnya sedikit maju karena merasa dongkol. “Aku kira nggak ada orang di sini.” Kavian tak menjawab. Ia kini sudah berjalan
آخر تحديث : 2026-09-21 اقرأ المزيد