Suara besi beradu terdengar nyaring di gudang penyimpanan tempat Panji bekerja. Tumpukan kardus memenuhi hampir seluruh ruangan, sementara beberapa pekerja sibuk mengangkat barang untuk pengiriman malam itu. Panji Adiwangsa, pemuda berusia dua puluh dua tahun, sedang mengangkat sebuah kardus ke atas troli ketika suara seseorang terdengar dari belakangnya.“Hei, Panji! Barang yang di sudut sana belum dipindahkan. Mau sampai pagi?”Panji menoleh sekilas. Riko berdiri sambil melipat kedua tangan di dada. Tubuhnya lebih besar daripada Panji, dengan dua orang temannya yang selalu mengikuti ke mana pun dia pergi.“Kerjakan sendiri kalau memang tidak sabar,” jawab Panji datar.Riko mengangkat alis. “Apa katamu?”“Telingamu berfungsi, kan?”Seorang pekerja di dekat mereka buru-buru menunduk, menyembunyikan senyum. Sementara itu, wajah Riko langsung mengeras. Selama beberapa minggu terakhir, laki-laki itu memang sengaja mencari perkara dengan Panji. Awalnya hanya ejekan kecil, kemudian berkemb
Last Updated : 2026-10-13 Read more