Dua belas potret pengantin menatapku dari dinding. Semua mati.Itu hal pertama yang aku sadari saat masuk ke aula ini. Dua belas lukisan perempuan cantik mengenakan kebaya putih, wajahnya berbeda-beda, tetapi tatapannya sama semua, kosong dan dingin, seperti sedang menatapku dan berkata, "Kamu selanjutnya."Dan aku, Elodie, adalah yang ketiga belas.Aula ini sangat besar, dinginnya tidak wajar. Padahal lilin menyala di mana-mana, tetapi tidak membuat hangat sama sekali. Bau dupa dan bunga melati busuk bercampur menjadi satu dan membuatku mual.Di depan altar, dia berdiri."Elodie, lihat saya."Suaranya berat, rendah, dan memerintah. Bukan meminta, melainkan memaksa.Jantungku seakan berhenti. Tanganku yang sedari tadi meremas kebaya putihku semakin kencang, sampai kuku-kukuku hampir menancap ke telapak tangan.Aku mengangkat kepala perlahan.Adrian Blackwood.Seandainya dia bukan orang yang akan menikahiku secara paksa, aku pasti sudah terpesona. Ketampanannya tidak masuk akal. Alis t
Last Updated : 2026-09-27 Read more