Dunia Nirmala seolah berhenti berputar. Ia melepaskan tangan tetangganya, kemudian berlari kecil menerobos orang-orang yang memenuhi rumah, tak perduli perutnya nyeri. Koper hitamnya tertinggal di teras, terlupakan begitu saja. Beberapa orang mencoba memanggilnya, tetapi Nirmala tidak mendengar apa pun selain detak jantungnya sendiri. Sampai akhirnya, ia melihat sosok yang selama ini menjadi tujuan kepulangannya, tempat ia kembali dan berkeluh kesah. Ibunya terbujur kaku di atas tikar, ditutupi selembar kain panjang berwarna putih. Wajahnya tampak pucat, kedua matanya terpejam, dan kedua tangannya terlipat di atas dada. Tidak ada lagi suara lembut yang biasa menyambut kepulangan Nirmala. Tidak ada lagi senyum yang selalu menenangkan hatinya. Tidak ada lagi tangan hangat yang akan mengusap kepalanya ketika ia menangis. "Ibu ...?" Nirmala melangkah mendekat dengan kaki gemetar dan air mata yang meganak sungai. "Ibu, Nirmala pulang, Bu." Tidak ada jawaban. Nirmala berlutut di s
Last Updated : 2026-10-15 Read more