My Partner of Doctor Mafia

My Partner of Doctor Mafia

By:  Puji Rahayu  Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
Not enough ratings
19Chapters
3.2Kviews
Read
Add to library
Report
Overview
Catalog
Leave your review on App

Marko Rifaldo Salamo adalah seorang dokter bedah umum. Selain bekerja di rumah sakit ternama di London dia juga sebagai dokter mafia yang kejam. Dia berupaya untuk mengungkap kasus kematian orang tuanya. Felysia Ines Lateshia demi cita-citanya menjadi pengacara dia kabur dari sang ibu. Bagaimana jika dokter mafia bertemu dengan seorang pengacara. Apakah kejahatan Marko akan terbongkar atau mereka akan saling jatuh cinta dan saling membatu dalam mengungkap kejahatan? Yuk, kita ikuti kisah mereka.

View More

Latest chapter

Interesting books of the same period

Comments
No Comments
19 chapters
Chapter 1 Prolog tragedy
Dor! Dor! Dor! Suara bunyi tembakan saling bersahutan. "Tamat riwayatmu tuan Salamo," ucap sang Musuh sambil membidikkan pistol ke arah kepala tuan Salamo, lanjut ke jantung istrinya. Malam itu, menjadi saksi bisu di rumah tua bergaya klasik. Seorang anak yang masih berusia tujuh tahun, dengan mata kepalanya sendiri melihat keluarganya dibantai. Darah terus mengalir dari kepala sang Ayah dan Ibu. Tubuh anak kecil itu bergetar, namun mulutnya tetap membisu. Anak kecil itu bersembunyi di bawah kolong meja. "Cepat cari anak itu. Jangan sampai keluarga Salamo hidup." teriak sang Ketua memberi perintah agar segera menggeledah rumah. "Tapi Bos! kita harus segera pergi. Polisi sudah datang dan akan mengepung rumah ini." Gerombolan orang yang membantai keluarga Salamo, langsung membubarkan diri saat mendengar lampu sirene polisi. Sebelum polisi menemukan mayat orang tuanya. Bocah berusia tujuh tahun menghamp
Read more
Chapter 2 arrogant man
Bandara Heathrow London, terminal 2. El merasa kebingungan. Apa yang harus ia lakukan? bapak itu pingsan tepat dihadapannya. Tiba-tiba datang seorang lelaki dengan tubuh atletis, wajah yang rupawan menggunakan kaca mata berwana hitam.  "Segera hubungi ambulan." perintahnya, ia pun langsung mengetik nomor di ponselnya dan segera menghubungi ambulan.  Lelaki itu dengan sigap memberikan pertolongan pertama kepada bapak itu. Ia memeriksa denyut nadi dan pernafasannya. Ternyata, bapak itu mengalami gagal jantung sehingga dengan cepat ia melakukan CPR. El hanya bisa melihat dan kagum dengan kecekatannya. Dalam hati El berkata, dia benar-benar keren. Tidak lama petugas medis datang. Bapak setengah baya itu dibawa petugas medis, masuk ke dalam mobil ambulan. Sambil berjalan pergi, lelaki itu menelpon seseorang dengan samar-samar terdengar, "Segera jadwalkan operasi, dalam waktu 15 menit saya akan sampai." Saat lelaki itu
Read more
Chapter 3 meet best friends
Alberto mencarikan ia tempat tinggal di sebuah apartemen. Apartemennya cukup bagus dengan pemandangan kota yang indah, interiornya pun bagus. Seketika kemarahan El pada Alberto hilang. Namun, setelah El tahu bahwa ia mempunyai tetangga yang dingin dan arogan. El berniat untuk segera memberikan racun tikus terbaik di kota ini untuknya. ****Margareta Raflesia, seorang wanita berwajah ayu tubuh seksi bak gitar spanyol keluar dari apartemen. Dengan beruraikan air mata, ia memergoki kekasihnya sedang berselingkuh dengan karyawannya sendiri.  Saat ia menangis di dalam mobil wanita yang biasa disapa Reta melihat El keluar dari apartemen. Reta seakan tidak percaya jika dia melihat El sahabatnya yang sedang berada di London. Tepat saat itu juga El keluar dari lift, Reta langsung menelponnya.  "Hai ... Gadis nakal dimana kau sekarang?" tanya Reta dari sambungan telepon. El yang mendengar suara Reta sangat kencang, langsung menjauhk
Read more
Chapter 4 destiny
Takdir terus membawa El untuk bertemu dengan Marko. Pagi ini terasa sangat indah di kota London. Hari ini El sudah mulai magang di rumah sakit Victoria. Dia sangat keren menggunakan jas berwana putih seperti dokter. Atasannya yang bernama David membawanya berkeliling, memperkenalkan seluk beluk rumah sakit padanya dan memberitahu tentang tugas-tugasnya. Selama magang di rumah sakit Victoria. Salah satu tugasnya membantu rumah sakit menyelesaikan konflik perselisihan dengan pasien dan kebetulan sekarang sedang ada masalah yang merepotkan. Atasan menunjuk arah didepannya, terlihat seorang dokter yang tampan yang sangat dia kenal. Namun, ketampanannya tertutup oleh hawa dingin yang dipancarkan oleh sang dokter. Seakan membekukan siapa saja yang menghadapinya.  "Dokter, sudah saya bilang saya tidak mau dioperasi dan tolong dokter kembalikan uang yang sudah saya bayarkan," ucap sang Pasien. "Jika Anda tidak dioperasi. Saya jamin usia A
Read more
Chapter 5 approach you
El kembali ke apartemen diletakan sepatu yang dipakainya di rak sepatu, lalu ia menyalakan lampu sebagai penerangan. Saat El ingin beristirahat ia pun mengurungkan niatnya, karena ingin menjalankan rencananya untuk mendekati Marko. Dengan tubuh yang letih dia memasuki dapur, berniat ingin membuat masakan yang nantinya akan diberikan pada Marko. "Ah, aku mau masak apa ya untuk dia?" tanya El pada diri sendiri.  Dia membuka lemari pendingin yang katanya sudah diisi makanan oleh Reta. Namun, dia hanya melihat telor, sayuran dan banyak makanan instan." katanya punya restoran, tapi ngisi kulkasku cuma begini doang!"  El langsung memakai celemek dan menyalakan kompor, lalu menaruh penggorengan di atas kompor dan diberikan minyak yang cukup banyak. Dengan gaya seperti chef dia memecahkan telor, tak selang waktu lama dia berteriak, "Hai ... telor aku perintahkan kau berhenti jangan melukaiku. Aku bisa membawamu ke pengadilan." Saat d
Read more
Chapter 6 Mr. John's problem
Marko telah sampai di apartemennya. Setelah kejadian tadi dia merasa lelah dan langsung istirahat. Beberapa saat dia ingin memejamkan matanya, tapi dia tidak dapat tidur. Marko mendengar ada suara ketukan pintu dilihatnya jam di dinding pukul 04.45 waktu London. "Siapa lagi yang datang dijam segini!" kesal Marko, dengan langkah gontai sambil menahan emosinya Marko turun dari ranjang. Sedangkan diluar pintu. Tok... tok... tok...tok. El terus mengetuk ngetuk pintu Marko, tanpa jeda selain ketukan pintu dia juga terus memencet bel apartemen Marko. Beruntung apartemen dilantai itu hanya ada 2 pintu sehingga tidak mengganggu yang lain.  "Hai ... beruang kutub buka pintu." teriak El  "Saya masih belum menyerah untuk minta kerjasama dengan Anda jadi tolong buka," sambung El masih dengan mengetuk pintu. Marko pun mengabaikan suara El yang sedang berteriak. Namun, semakin dia mengabaikan suara itu, makin membuat gendang te
Read more
Chapter 7 Jacob
Disebuah kamar kini terlihat wanita dan laki-laki itu sedang tidur dalam satu ranjang, tubuh laki-laki itu tidak memakai sehelai benang sedangkan sang wanita hanya memakai teng top.  Tangan kekar sang laki-laki dengan tato ular kini mulai memasukan tangannya ke baju wanita yang tanpa pelindung. "Sayang bagaimana tidurmu nyenyak?" Laki-laki itu terus menelusuri bagian payudara sang wanita. Perlahan meremasnya, lalu menaikan teng top wanita itu, setelah terpampang dua gunung milik wanita itu yang indah dia mulai mengulum dan menyesap hingga wanita itu mengeluarkan suara Aah ... emm ... ah ... Membuat sang laki-laki lebih buas. Dengan suara terbata-bata wanita itu menjawab, "Karenamu aku bisa tidur nyenyak sayang ah ... Em ...." Kini sang laki-laki memindahkan kepalanya ke bagian atas wanita itu, mata mereka saling bertemu. Laki-laki itu kini bermain di bibir mungil sang wanita. Setelah berciuman sampai tidak bisa bernafas kini ciuma
Read more
Chapter 8 beautiful
Apa kau ingin membunuhku? kau mengobati lukaku seperti sedang bertemu dengan musuh mu saja. Teriakan Marko menggema di dalam ruangan itu. El bukannya kasian dengan Marko dia terus menekan-nekan luka itu dengan kuat hingga nanah didalam keluar.  "Bukannya pengobatan seperti ini akan lebih cepat sembuhnya?" tanya El  Marko hanya diam, memang dari kemarin saat lukanya kembali terbuka dia hanya membersihkan dan memberi salep saja tanpa melihatnya lagi. Apa lagi dia disibukan dengan gangster yang kini ada anggota baru.  "Yah ... Malah bengong." El mengagetkan Marko. "Kalau kamu haus ambil saja sendiri minuman di kulkas itu. Aku tidak ada tenaga lagi. Satu lagi, jika sudah tidak ada kepentingan keluar dari sini aku ingin istirahat." El mendengar ucapan Marko kini mendengus dengan kesal, "Dasar beruang kutub tidak punya rasa terimakasih. Aku di sini ada gunanya kan? kalau cuma merawat luka seperti ini aku juga bisa,
Read more
Chapter 9 with you
Keputusan El untuk mengejar cita-citanya sebagai pengacara semakin membulat. Saat Ibu menyuruhnya untuk meraih sarjana ekonomi, ditambah ia mendapatkan tawaran untuk magang di kantor Best Lawyer London. Hari ini ia akan mengikuti beruang kutub itu bekerja sebagai dokter. Entahlah apa yang akan terjadi nantinya, El hanya bisa berdoa semua akan baik-baik saja. Saat El keluar dari apartemennya dia bermaksud ingin berangkat bersama dengan Marko.  Tok,tok,tok ... "Beruang kutub apa kau sudah berangkat?" tanya El, tapi tidak mendapat jawaban dari Marko.  Tiba-tiba El merasa hawa dingin menyergapnya sambil menghadapkan tubuhnya depan pintu dan bersender. Di sana El terus mengetuk pintu. Akhirnya pintu terbuka begitu saja dan brukk ... Tubuh El terjatuh dengan sigap Marko menghindarinya.  "Apa kau bodoh?" "Aku tidak bodoh. Kau saja yang tiba-tiba membuka pintu." Marko hanya menggel
Read more
Chapter 10 rescue
El melihat laki-laki itu memang tidak punya hati dan perasaan ditambah hawanya yang dingin seperti beruang kutub.  El mengikuti apa kata Marko agar tidak ikut campur dalam masalah pak Jhon. Prioritasnya sekarang untuk segera menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi rumah sakit karena dokter beruang kutub itu yang tak mau mengabulkan permintaan pasien hingga akhirnya rumah sakit dituntut oleh pasien.  Malam ini sebelum pulang El diajak Marko untuk melihat bapak Jhon dari kejauhan. Hal mengejutkan yang tak pernah El sangka, alasan kenapa Marko tidak mau menyetujui permintaan pak Jhon. "Itu istri dan anak pak Jhon, mereka begitu mengharapkan pak Jhon bisa sembuh seperti sedia kala dan jalan satu-satunya hanyalah operasi." jelas Marko "Terus apa sebenarnya penyakit pak Jhon? dilihat dari keadaannya benar kata dia jika, dia sehat-sehat saja?"  "Dia menderita tumor di saraf otaknya yang bisa saja menjadi bom untu
Read more
DMCA.com Protection Status