Share

Bab 161

[Aku rindu. Apa bisa kita ketemu besok?]

Rein baru saja mengirim pesan pada Shinta. Dia tak yakin wanita itu akan membalas pesannya. Jarum jam di dindingnya menunjukkan pukul sebelas malam.

Saat ini Pria mancung bermata elang itu berbaring di atas ranjang berukuran king size dengan pandangan kosong tertuju pada langit-langit kamarnya yang berwarna putih.

Rein tak bisa memejamkan matanya. Sejak tadi bayangan wajah cantik Shinta terus bergelayut di benaknya. Rasa rindu itu seakan membunuh jiwa dan raganya.

Rein langsung terlonjak saat mendengar ponselnya bergetar. Senyum terbit di wajah yang memiliki jambang halus di sekitar pipi dan dagunya itu.

[ Bisa. Dimana? Kirim aja alamatnya!]

Balasan pesan dari Shinta membuatnya semakin berdebar. Dengan semangat Rein kembali mengetik pesan.

[ Aku jemput saat jam pulang kantor]

Rein terus memandangi ponselnya, menunggu balasan.lagi dari Shinta.

[Kirim aja alamatnya, Rein. Aku seperti biasa akan datang bersama Pak Pardi.]

Rein menghela na
Rina Novita

Hai kakak, yuk follow IG aku @rinano2021. Atau bisa juga bergabung di group FB Cerita Rina. Dapatkan info terkini dari karya-karya aku di sana. Terimakasih sudah baca sampai Bab ini.

| Sukai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Melisa
Terlalu bertele tele jadi bosan Maaf yah thor aku minggat
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status