Lessons of Love

Lessons of Love

Oleh:  Annabella Shizu  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
Belum ada penilaian
28Bab
21.8KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Memangnya kenapa kalau masih jomblo di usia 30 tahun? Elora capek dengan kenyataan nasibnya, jomblo, atasan yang suka seenaknya, karier tidak ada kemajuan, malah terancam dipecat. Ditambah lagi, pria yang menjadi idola hatinya akan bertunangan dengan sepupunya sendiri! Dalam kondisi putus asa, ia sampai nekat meminta bantuan dari pria aneh yang tinggal di sebelah rumahnya. Pria yang memberi pelajaran cinta padanya. Elora tak pernah menduga, bahwa hidupnya akan menghadapi lebih banyak tantangan lagi sejak saat itu.

Lihat lebih banyak
Lessons of Love Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
28 Bab
1
"El, El... Arah jam tiga, El... Ada cowok bule, cakep banget...," Mia berbisik sambil menyenggol, atau lebih tepatnya, menendang kaki Elora di bawah meja kafe."Aduh…! Apaan sih, Mi?" Elora menggertakkan gigi saking kesalnya. "Sakit, tau...!""Liat dulu dong... Kananmu...," Mia masih berbisik, sambil melirik ke kanan. Tapi ia menutupi wajahnya dengan naskah milik Elora yang ada di atas meja.Elora ikut melirik ke kanan mejanya. Ada beberapa orang cowok sedang duduk-duduk sambil ngobrol, gelas-gelas kopi tergeletak di atas meja mereka. Salah satunya, cowok bule yang disebut Mia.Mia memang punya selera yang bagus terhadap cowok, Elora harus mengakui. Cowok bule itu tinggi, kulitnya putih, matanya biru, dan badannya tegap. Tapi... Elora melihat sebatang rokok terselip di bibirnya."Ah, nggak, nggak...! Dia ngerokok...," Elora langsung mengomel. Ia memalingkan wajahnya, tepat saat cowok bule itu
Baca selengkapnya
2
"Pagi, Mbok Ika...," Elora menyapa Mbok Ika yang sedang duduk di teras depan rumahnya. Kebiasaan Mbok Ika di pagi hari adalah duduk berjemur, sambil sarapan dengan cemilan ringan dan segelas teh tawar hangat. Mbok Ika tersenyum semringah menyambut Elora."El… Kamu udah sarapan belum? Ini ada combro, sama nagasari. Enak lho..." Mbok Ika memang selalu baik hati, menawarkan makanan pada Elora."Nagasari aku mau dong, Mbok... Kesukaan aku nih..." Elora mengambil sebungkus nagasari dengan gembira, sepertinya sudah lama dia tidak makan cemilan itu."Udah mau berangkat ke kantor? Baru jam enam kok...," tanya Mbok Ika agak heran. Wanita itu tahu kalau jam kantor Elora dimulai jam delapan. Dan cuma butuh waktu setengah jam dari rumah ke kantor Elora, biasanya Elora baru berangkat sekitar jam tujuh."Iya, Mbok... Mau berangkat lebih pagi, soalnya ada kerjaan," Elora beralasan."El, bantuin Mbok d
Baca selengkapnya
3
Elora sudah keluar rumah jam enam pagi ini, sudah pasti tujuannya cari rental untuk cetak naskahnya. Untunglah daerah sekitar rumahnya memang dekat kampus, jadi banyak rental komputer yang buka pagi. Elora masuk ke salah satu rental yang cuma beberapa blok dari rumah. Dia sudah selesai mencetak semua naskahnya. Setelah ini, tinggal dijilid satu-satu, dan siap dikirim. Pas jam makan siang, dia bisa keluar kantor sebentar untuk mengirim naskah itu. Elora terburu-buru keluar dari rental. Sudah hampir jam setengah delapan. Belum lagi, dia masih harus jalan kaki ke halte. Sepertinya dia bakal telat masuk kantor hari ini. Suara motor menderu di belakangnya. Elora menoleh."Kamu...?" ucapan Elora terhenti.Rico dan Vespa-nya berhenti di samping Elora. Cowok itu memakai jaket kulit hitam dan celana denim biru kali ini."Kamu nggak kerja?" tanya Rico, dahinya berkerut menatap Elora."Ini baru mau berangka
Baca selengkapnya
4
Hari Sabtu pagi, Elora bangun jam enam. Biasanya kalau weekend, dia bisa bangun lebih siang. Tapi gara-gara perjanjian semalam, mau tak mau dia harus bangun lebih pagi, apa lagi kalau bukan memasak sarapan untuk Rico.Karena belum sempat belanja, Elora memilih masak nasi goreng saja, dengan bahan yang ada di dapurnya, telur dadar dan ikan teri. Ia mengisi rantang secukupnya, lalu berjalan keluar rumah. Sebaiknya dia cepat-cepat, karena makin siang, kontrakan bisa makin ramai, dan dia tak mau kepergok mengantar sarapan buat Rico. Bisa tambah heboh gosip dari si Gina nanti! Elora tiba di depan kamar kontrakan Rico. Jam setengah tujuh. Untunglah dia tidak bertemu Mbok Ika. Dan untung juga, penghuni kontrakan lain sepertinya belum bangun. Ia menaruh rantang itu di atas sebuah kursi plastik, yang terdapat di depan kamar Rico. Elora baru saja mau berbalik, ketika pintu kamar mendadak terbuka.Rico berdiri di balik pi
Baca selengkapnya
5
"Kita mau ke mana?"Rico menghentikan motornya di kompleks pertokoan yang ramai, di depan sebuah bangunan dua lantai, yang kelihatan seperti kafe dengan cat warna-warni yang semarak. Elora membaca papan nama di depan bertuliskan : EZ Cafe, Cakery and Ice Cream."Mampir bentar... Ini punya temanku," jawab Rico.Ia melangkah ke pintu kafe, membukanya, dan menoleh memandang Elora. Elora mau tak mau mengikutinya masuk.Kafe itu bernuansa romantis, dengan kombinasi warna pastel yang lembut. Meja dan kursi warna-warni tertata rapi. Elora melirik arlojinya, sudah hampir jam enam sore. Pengunjung kafe lumayan ramai, hampir semua meja terisi. Mereka pasti sedang nongkrong menikmati malam minggu. Wajah-wajah ceria tampak di mana-mana, kontras sekali dengan suasana hati Elora saat ini.Rico menghampiri counter, seorang cowok bertubuh tinggi besar menyambut dengan gembira. Cowok itu kayaknya bukan orang lokal, karena kulitnya putih bersemu kemer
Baca selengkapnya
6
Elora bangun jam lima hari Minggu pagi. Dia pergi ke pasar dekat rumah untuk belanja, karena bahan makanan di dapur sudah habis. Mia belum bangun. Semalam, Mia baru pulang menjelang jam sebelas, katanya dia pergi ke Pantai Anyer bersama Danu. Karena sudah capek, Mia tidak banyak bertanya, dan mereka langsung tidur di kamar masing-masing. Pagi ini, Mia juga belum bangun. Sahabatnya itu biasanya bangun siang kalau hari libur.Elora pulang dan mulai memasak sarapan. Dia sengaja masak yang agak istimewa hari ini, udang goreng tepung dan sayur capcay. Bagaimanapun juga, dia berhutang banyak pada Rico.Jam enam lewat lima belas menit, Elora sudah melangkah ke kamar kontrakan Rico. Dia menaruh rantang di kursi depan kamar, lalu cepat-cepat pergi sebelum dipergoki siapa-siapa.Jam tujuh, Elora sarapan sendiri di ruang tamu, sambil menonton TV. Mau bangun jam berapa si Mia? Rasanya Elora sudah tak sabar untuk cerita.Sampai jam sembilan kur
Baca selengkapnya
7
"Jadi, udah ngerjain PR kamu belum?" Rico kedengaran seperti seorang Pak Guru yang sedang menagih PR dari muridnya.Sabtu pagi ini, Elora sudah menunggu di gazebo, di taman depan gang. Dan seperti biasa, Rico datang dengan mengendarai motor Vespa-nya. Ia berpakaian lebih rapi hari ini, dengan kaus berkerah warna abu-abu, celana kain hitam, dan jaket kulit warna coklat. Ia langsung duduk di samping Elora. "Mmm… Yang aku suka dari diri sendiri, aku orangnya suka bantu orang lain, terus rajin..., ramah...," Elora berhenti sejenak. "Sama ceria...""Masih kurang satu. Aku bilang lima," Rico langsung protes."Aku udah nggak tau lagi...," suara Elora memelan.Rico menatap dengan mata tajamnya. "Itu pendapat kamu sendiri, atau kamu nanya orang lain?" Kenapa cowok ini bisa tahu ya?"Aku ada nanya pendapat orang lain juga... Tapi aku milih yang menurut aku sesuai aja...," Elora jujur mengakui."Jadi, k
Baca selengkapnya
8
Alarm ponsel Elora berbunyi berulang kali. Elora setengah membuka mata, baru jam setengah enam. Dia masih bisa tidur setengah jam lagi. Kepalanya rasanya masih pusing, gara-gara tequila semalam, atau gara-gara kurang tidur? Bangun jam enam belum telat kok, dia masih bisa berangkat jam tujuh.Elora tersentak bangun setengah jam kemudian. Astaga! Dia hampir lupa! Dia harus masak sarapan untuk Rico! Elora buru-buru bangun, setengah berlari ke dapur. Hari ini, dia sudah rencana masak bakmi jawa untuk sarapan. Cukup tidak ya waktunya?Jam tujuh lewat lima menit, Elora berjalan tergesa-gesa ke kontrakan, setelah selesai masak, mandi, dan ganti pakaian. Dia mau langsung berangkat ke kantor setelah menaruh sarapan Rico. Mia sudah berangkat duluan, karena pagi ini ada permintaan make-up dari seorang selebritis. Mia rupanya sudah mulai terima orderan pribadi, sesuai rencananya waktu itu.Pintu kamar Rico terbuka. Apa dia sudah menunggu s
Baca selengkapnya
9
Setelah hari Sabtu itu, Elora mendadak jadi rajin membongkar koleksi VCD film dan lagunya. Hari Minggu, dia isi dengan mendengar lagu dari VCD koleksinya, juga menonton ulang beberapa film romantis yang ada. Elora bukan kutu buku, dia punya beberapa koleksi novel, tapi semuanya lebih ke cerita detektif dan petualangan. Kenapa sih Rico harus beri PR yang susah?Sampai hari Kamis, Elora masih belum bisa memastikan pilihannya. Semua punya pesan cinta yang bagus, tapi yang benar-benar menyentuh dia? Ah, bingung!Sore itu, Elora pulang sendiri dari kantor. Mia lagi-lagi dapat pesanan make-up dari selebritis, sepertinya dia serius untuk berkarier sendiri. Mia juga bilang, dia sedang mengumpulkan uang untuk ditabung, sudah pasti untuk persiapan menikah.Sampai di rumah, Elora nongkrong lagi di depan laptop, untuk menonton film sambil makan malam. Dia baru menonton habis satu film, ketika tiba-tiba ponselnya berbunyi. Kak Laura yang menelepon."Ya, Ka
Baca selengkapnya
10
Rencana pertunangan Trista Calista dan Elang Rajendra sudah menyebar luas di berita infotainment. Sebagai penulis naskah, Elora tentu saja yang lebih dulu tahu isi berita itu. Sepertinya, Trista dan Elang akan mengundang banyak wartawan di acaranya nanti, mereka tak berniat membuat pesta yang bersifat privat.Ya pastilah, mereka selebritis, Elora membatin. Makin banyak berita, makin bagus untuk popularitas mereka. Bahkan, mungkin bisa dapat sponsor gratis atau endorsement. Elora tahu, Trista sering mem-posting hubungannya dengan Elang di media sosial, membuat dirinya makin terkenal, dan dapat banyak endorsement. Biarpun banyak juga netizen yang menghujatnya. Mungkin mereka termasuk penggemar Elang, yang tak rela aktor kesayangan mereka menjalin hubungan dengan Trista.Setelah rencana pertunangan itu menyebar, makin ramai lagi perdebatan di media sosial. Ada yang mendukung, mengucapkan selamat. Tapi ba
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status