What the hell, Tetangga!

What the hell, Tetangga!

Oleh:  Esteifa  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
9.8
Belum ada penilaian
102Bab
138.9KDibaca
Baca
Tambahkan
Report
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

"Cuma karena lo prawanin gue, bukan berarti lo harus nikah sama gue, ikhlas, sana pergi!" Jane sepertinya sudah berubah sinting, pramugari dua puluh tujuh tahun yang terkenal cantik ini tiba-tiba saja harus menghadapi scandal kelewat memalukan, yang sedang ngetren belakangan. Ia tidak tau, tidak pernah menyangka juga, perjalanan kerja yang rutin ia lakukan membawanya pada malapetaka. Harusnya alkohol itu dimusnahkan! Kalau saja Jane tidak mabuk, ia tidak akan tidur dengan tetangga baru yang sialan Hot itu!

Lihat lebih banyak

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

Komen
Tidak ada komentar
102 chapters
PROLOG
Setiap orang punya titik balik dalam kehidupan mereka.Bagi Jane, titik balik kehidupanya telah datang dan barusaja dialaminya sekarang.Waktu desir angin dingin yang berasal dari air conditioner berhasil menyapu kulitnya tanpa halangan, dan suhu bantal yang menopang kepalanya dirasa terlalu hangat untuk ukuran bantal normal. Oke, ini bukan pertama kalinya Jane tidur telanjang jadi ia tidak mempermasalahkan itu.Hanya saja, bantal kepalanya terlalu keras, juga tekstur dan aromanya musk seperti aroma pria-pria dewasa, hangat, dan juga naik turun seperti ia tidur di atas orang bernapas.Eits!Tunggu dulu.Bukannya tadi dia masih minum-minum di bar Glorry Night?Maka detik itu Jane sadar apa yang terjadi pada dirinya.Menyampingkan kepala yang berdenyut-denyut Jane membuka mata cepat d
Baca selengkapnya
Hallo, tetangga baru.
'Perhatian para penumpang pesawat Permata Airlines dengan nomor penerbangan RM613 tujuan Malaysia dipersilakan segera memasuki pesawat melalui pintu A12'Samar-samar telinga gadis berjemari lentik yang tengah sibuk membenahi beberapa totbag menangkap pengumuman itu.Sembari melepas pita berwarna hitam bercorak merah yang mencekik leher gadis berusia dua puluh delapan tahun itu melangkah keluar ruang istirahat. Setidaknya Jane bisa sedikit tenang karena telah mengganti siletto tujuh centi yang dipakainya selama penerbangan dengan slipper Dior yang dibelinya satu bulan lalu.Oh iya, tenang, Pengumuman tadi bukan untuknya.Secara ia barusaja turun ke bumi setelah hampir enam jam terbang dari Thailand. Ia salah satu pramugari senior Permata Airlines, sekaligus model utama yang dipilih maskapainya.Rasanya menyenangkan, melayani o
Baca selengkapnya
Ada yang punya, lebih menggoda
——— Helaan nafas tak beraturan menjadi pengisi suara dalam ruangan berukuran enam kali lima meter itu, diatas treadmil yang disetel dengan kecepatan sedang Jane melajukan tungkai kakinya. Airpods putih menyumpal telinga, sedangkan matanya memeta halaman rumah yang kadang ada beberapa orang melintas. Sebenarnya daripada olahraga diruang tamu rumahnya begini, Jane lebih suka berlari diluar. Ruang terbuka. Karena selain mendapat udara segar yang sehat, matanya juga dimanjakan oleh beberapa bujangan yang sedang jogging juga. Tetapi berkat para ibu-ibu komplek yang protes padanya dengan alasan 'pakaian yang dipakai mbak Jane terlalu merisaukan' Jane jadi malas memutari komplek perumahannya. Padahal tidak ada yang salah dengan laging panjang dan croptie, kan? Jane mau pakai gamis kaftan pun akan terlihat seksi. Bukan salahnya karena punya bodyBaca selengkapnya
Oh ternyata
"Ares sayang, baby," Jane menggapai Ares yang tengah duduk manis di kereta bayi. Setelah memastikan kalau Ares memakai diapers barulah Jane berani membawa bayi itu kegendongannya. "Iya sayang, Onty juga bakal kangen kamu kok, jangan nangis ya, nanti mau oleh-oleh apa? Hm? Iron man? Oh BT21?" Percakapan sepihak itu hanya dibalas tatapan lugu Ares, sedangkan Jane mulai mengecup rakus pipi ares yang mirip roti kukus. Maria yang melihat pemandangan itu cuma berdecak sebentar sebelum melanjutkan kegiatannya menyiram bunga-bunga di halaman rumah. Jane memang selalu begitu kalau hendak berangkat bertugas. Untung anaknya anteng mau diuwel-uwel kayak apa juga. Dan dilihat dari sini, Jane sudah terlihat pantas jadi ibu, membuat Maria gencar menjodoh-jodohkan kendati dirinya juga memilih setia single. "Jangan ilerin baju onty ya ganteng, please." Kata Jane cemas ketika Ares mul
Baca selengkapnya
Awal dari penyesalan
'jangan ngadi-ngadi, lo tau apa kalimat terkenal dinegara kita ini kan? Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan!'Dari sambungan telepon antar negara itu celoteh nyolot tetap dilayangkan Maria. Setelah mendengar dengan pesan singkat dari Jane yang berbunyi: Theo laki bangsat, awas lo kalo tetep jodoh-jodohin gue.Sedangkan Jane? Semua yang dikatakannya nyata. Dia tidak sedang mengarang. Jadi bersamaan jemari lentiknya membenahi tatanan rambut dan gaun tipis berwarna merah yang menantang dengan potongan dada rendah itu Jane cuma memutar mata."Mata gue gak buta, burem aja nggak! Jadi gak perlu meragukan fitnah atau nggak, gue saksinya!"Jane mengimpit ponsel diantara pundak dan telinga, dia mencuci tangan.'mata bisa dipercaya kalo kuping lo juga bisa dengar penjelasannya. Kalo enggak? M
Baca selengkapnya
Nightmare (18+)
"Eh eh, apa lu, hah!? Jangan dekat-dekat. Lilili! Ini hik gue mao dicaplok buaya hik tolongin!" Pekikan histeris bernada sumbang dan tak jelas itu tiba-tiba diserukan. "Turunin gue! Biar gue diculik Massimo dan bikin gue jatuh cinta." Supir mobil suv yang sedari tadi hening fokus menyetir juga sekilas melirik kearah wanita bergaun merah yang tengah mengais-ngais jendela mobil dengan tenaga secuil. Mengigau. Karena mabuk. Rambut panjang lurusnya kian kusut, pipi sang gadis merona sempurna, efek alkohol, Jane merengek kecil. Kepalanya berputar dan seluruh isi perutnya bergejolak, apalagi tenggorokannya terasa panas. Tentu saja, lagian siapa yang tidak akan kobam begitu? Setelah benar-benar memberi kecupan untuk permintaan main-main yang diberikan Theo, pramugari jelita itu kembali meneguk dua gelas arak keras. D
Baca selengkapnya
Hari paling buruk
Dulu sekali, waktu Jane masih SMP pergosipan ditiap-tiap lorong koridor sekolahnya tak jauh-jauh soal kakak kelas yang bibirnya terlihat jontor tiba-tiba, katanya— hasil cipokan di pojokan wc. Dan Jane percaya teori satu itu, salah satu penyebab jontornya bibir adalah ciuman yang terlalu menggebu-gebu. Lalu dengan mudah gadis-gadis sebayanya mengkategorikan mana cewek-cewek jablay dan mana yang tidak. Dan setelah memasuki SMA dunia pergosipan di circlenya pun mulai glowing up, memasuki tahap yang lebih serius. Maklum, termasuk Maria teman-teman Jane memang tak ada yang waras. Tuh kakak kelas jalannya ngangkang, udah gak prawan pasti. Jane yang teramat realis ini langsung menyeletuk. Apaan, emak gue lahiran dua kali jalannya biasa aja. Awalnya Jane juga iya-iya saja sambil ikut mengira-ngira kakak kela
Baca selengkapnya
Ex-boyfie
——— "Gue lagi nyetir, lu bawel amat sih!" Jika hari-hari biasa Jane akan langsung memandikan Mendes setelah mercy kesayangannya itu dibiarkan berhari-hari diparkiran bandara, ia tak akan membiarkan satu butir debupun menempel pada body sexy Mendes dan langsung menidurkannya di garasi. Tapi tidak untuk kali ini, em— sebetulnya bukan kali ini saja, Jane sudah beberapa kali melakukannya. Menyetir membawa belanjaan hasil jastipnya kerumah Maria. "Inget jalan rumah gue, kan? Gue bunuh lo kalo nyasar lagi, punya otak gak guna banget." Jane menyalahkan sign kanan, memutar kemudi ke kanan pula. Jane tidak perlu navigasi untuk sampai ke lokasi yang sudah lebih dari sepuluh ia datangi kan? Sebenarnya butuh, soalnya rumah Maria ada di tengah-tengah hutan, tidak punya tetangga, ala-ala mansyur, orang kaya. "Gas pol gak usah lelet. Gue ngga
Baca selengkapnya
Sponsor bersemangat
Malam sudah datang.Komplek perumahan yang biasanya ramai ini tak seramai hari biasa, tak ada suara rengekan bayi, ataupun ibu-ibu muda yang rempongnya melebihi gadis remaja telat datang bulan.Jane dirumah sendirian.Malu mengatakannya namun, Iya, Jane memang merasa sedikit kesepian.Sesore ini hanya ditemani oleh tayangan netfix series yang sudah ditontonnya dua kali dan beberapa pesan singkat dari rekan kerja yang mungkin baru mendengar kabar bahwa ia di PHK.Bertanya ada apa dan kenapa bisa.Jane hanya mendesah kecil, membalas dalam grup obrolan. I'm Jane, i'm oke!Dan beberapa dari mereka berkata kalau ingin mengunjungi rumah Jane esok hari. Jane mengijinkan tentu saja, dengan syarat harus membawa beberapa menu minuman dari kedai kopi terkenal.Setelah itu? Setelah dramanya selesai dan ia sudah membalas semua pesan ya
Baca selengkapnya
Have a nightmare!
Dengan gerak jurus seribu bayangan Jane langsung menutup pintu rumahnya secepat kilat. Memukuli kepalanya sendiri karena terlalu malu. Kenapa ia bisa punya kepercayaan diri yang tumpah-ruah seperti ini sih? Dari siapa turunnya? Jane kira Theo ingin membahas hal-hal yang sebelumnya terjadi. Tetapi ternyata, semua adalah hasil dari naskah yang dibuat Maria. Jane membenarkan tata rambutnya dengan cepat. Ia menetralkan napas dengan tenang, meyakinkan dirinya kalau apa yang baru terjadi memang tidak sememalukan itu. Jane berdehem kecil, ia kemudian membuka kembali pintu rumahnya. Manusia tinggi besar rupawan tadi juga masih disitu. Memasukan beberapa anak rambut di sela daun telinga Jane kemudian mendongak dengan ekspresi yang masih tak bisa diajak kompromi. "Gue pernah bilang, kan?" tanya Jane tiba-tiba. Taehyung menoleh pada Jane. "Hm?" Tidak terlalu m
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status