LOGINCarmen Gaura Wijaya dijual oleh ibu tirinya pada pria pengusaha di kota mereka. Carmen melarikan diri dan bersembunyi di hotel tempatnya bekerja. Naas, Carmen salah memasuki kamar. Pria dalam kamar itu tiba-tiba menariknya ke atas ranjang lalu memaksa Carmen untuk melayani nafsunya. Carmen sangat syok, tetapi lebih syok ketika pria yang merampas mahkotanya tersebut mengaku sebagai suami Carmen. Dia Raymond Kaizer Abraham, pria misterius yang menikahi Carmen lima tahun lalu. "Aku tidak mengenalmu. Kumohon jangan lakukan. Le-lepaskan aku!!" pekik Carmen, meronta-ronta agar dibebaskan oleh seorang pria yang berniat merampas mahkotanya. "Bagaimana bisa kau tak mengenali suamimu sendiri, Wifey?" Raymond Kaizer Abraham.
View MoreSbastian menggelengkan kepala. "Tidak. Tapi aku tahu itu kado untukku. Benar?" Lisa menganggukan kepala lalu dengan gugup segera meraih tas. Dia mengambil kado tersebut lalu menyerahkannya pada suaminya. "A-aku ingin memberikannya pada Mas setelah makan siang. Tapi karena masalah cincin, a-aku jadi lupa." Sbastian hanya mangut-mangut, membuka kotak dan langsung senyum lebar. Dia pura-pura terkejut, seolah dia baru melihat isi dari kotak persegi panjang ini. Namun untuk rasa senang dan bahagia, dia sama sekali tak berbohong. Sbastian sungguh sangat bahagia. "Wow!" Sbastian menyeru senang, "kau hamil, Sweetheart?" tanyanya pada Lisa, seolah pura-pura tak paham. Lisa dengan malu-malu menganggukkan kepala. "Setelah Mas menyinggung masalah hamil saat pagi tadi, aku langsung mencobanya. Da-dan aku … hamil, Mas," jelas Lisa dengan rona merah yang terlihat nyata di pipi. Sbastian tertawa senang, langsung menarik pinggang Lisa kemudian mencium bibir istrinya secara bersamangat. Tak s
Dia tak bisa membayangkan jika hubungannya akan berakhir karena perihal cincin, dan bagaimana caranya mengganti cincin itu? "Kak, CCTV mati. Kurasa seseorang sudah merencanakan ini," ucap Tita cepat. "Geledah semua karyawan dan seluruh tempat. Kemungkinan besar salah satu karyawannya yang telah mencurinya, dan bisa saja cincin itu sudah disembunyikan di sebuah tempat," ucap Damian menimpali. Sbastian setuju dengan ucapan Damian. Tita dan Lisa menggeledah para karyawan, sedangkan Damian serta Sbastian mencari cincin tersebut di sekitar toko. "Tidak ada," jawab Lisa pada Tita, setelah menggeledah semua karyawan. 'Untung aku sudah memindahkan cincin itu ke tong sampah,' batin Nari, mencoba tetap tenang agar tak ada yang curiga padanya. Di sisi lain, Sbastian mencari cincin tersebut ke ruangan istrinya. Siapa tahu karena ketakutan, orang tersebut menyembunyikannya ke ruangan Lisa. Supaya terkesan Lisa lah yang salah menyimpan barang. Namun, alih-alih menemukan cincin,
"Daa …." Lisa melambaikan tangan pada Jonny, di mana pria itu sudah mendapatkan kue pesanannya dan sekarang Jonny memilih segera pulang. Jonny senyum manis lalu membalas melambaikan tangan pada Lisa. Seorang pria yang baru datang, menatap hal tersebut dengan ekspresi tak suka. Dia berdecak pelan kemudian masuk begitu saja dalam toko, melewati Lisa yang ada di depan pintu toko. Sedangkan Lisa, setelah Jonny benar-benar pergi, dia buru-buru masuk–langsung menghampiri pria yang baru datang tersebut. "Mas Sbastian," sapanya dengan riang, langsung memeluk lengan suaminya lalu menatap Sbastian dengan senyuman cerah. Dia tak sabar untuk mengungkap kehamilannya pada Sbastian. Mungkin nanti saat mereka makan siang. Yah, dia akan memberikan kejutan saat makan siang nanti. Pasti suaminya senang! Terlebih tadi pagi Sbastian sempat menyinggung masalah anak. Ah, iya, Lisa juga tak sabar memberitahu kehamilannya pada Tita. Sahabatnya tersebut juga pasti senang setelan mendengar kehamil
Lisa menganggukkan kepala, membalik tubuhnya lalu senyum malu-malu pada Sbastian. "Te-tentu saja, Mas," jawab Lisa gugup, salah tingkah mendengar pertanyaan suaminya, "Mas Sbastian adalah suamiku, dan aku hanya ingin punya anak dari suamiku– Mas Sbastian," lanjut Lisa. Sbastian senyum cerah saat mendengarkan ucapan istrinya. Dia begitu senang dan bahagia. Ini yang dia mau dan ingin dengar! "Kalau begitu kita harus lebih rajin agar cepat memiliki anak," ucap Sbastian, mendekatkan wajah ke arah istrinya lalu menempelkan keningnya dengan kening Lisa. Lisa yang paham apa maksud perkataan suaminya seketika blushing, dia tidak menjawab dan hanya senyum malu-malu "Mas Sbastian, aku sedang memasak," ucap Lisa kemudian, mencoba melepas pelukan Sbastian pada pinggangnya. Dia buru-buru memutar tubuh dan kembali menghadap kompor. Sbastian tak pergi, dia masih di sana dan masih dengan senyuman yang merekah. "Mas pergilah mandi. Aku akan segera menyiapkan sarapan," ucap Lisa kemudia
"Kau mencintai pria lain?" dingin Raymond, menguatkan cengkeramannya pada lengan Carmen. "Jawab!" Carmen menggelengkan kepala gugup, kepalanya mendongak untuk menatap Raymond yang jauh lebih tinggi darinya. Carmen ketakutan! Pria ini sangat kasar. "A-aku habis berbicara dengan Teresia, dia bu-
'Layani aku kapanpun aku menginginkanmu.' Ucapan Raymond tersebut terus menggema di kepala Carmen. Namun, saat itu, dia menjawab 'aku lapar dan aku mau makan.' Sialan! Padahal waktu itu Carmen ingin membantah ucapan Raymond, akan tetapi karena dia terlalu lapar dan kepalanya hanya dipenuhi oleh ma
"Raymond Kaizer Abraham. Your husband." Deg deg deg Carmen reflek menegakkan tubuh, berdiri kaku dan sedikit mendongak untuk dapat menatap wajah tampan Raymond. Ekspresi Carmen terkejut, matanya membulat sempurna dan bibir sedikit terbuka. Raymond Kaizer Abraham. Dia suami Carmen? Pria yang m
"Bagaimana bisa kau lupa pada suamimu sendiri, Ura?" dingin Raymond, melayangkan tatapan tajam dan membunuh pada perempuan yang duduk di pangkuannya. Carmen menoleh padanya, mendongak untuk menatapnya. 'Ura? Siapa Ura? Bapak ini pasti salah orang,' batin Carmen. Dia sempat mengira pria ini mungki






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore