Orang Asing Itu Kekasihku

Orang Asing Itu Kekasihku

Oleh:  Sabrina Nurul fuaddah   Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
103Bab
5.8KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Aku Mia seorang dokter berusia 28 tahun. Aku mendadak dijodohkan dengan kekasih kakak aku sendiri. Kakak aku bernama Aluna dan kekasih dia bernama Andri. Tapi aku menolak perjodohan ini sebab aku tidak mungkin mengambil kekasih kakak aku sendiri. Aku bertemu orang Asing yang mendadak mengaku sebagai kekasih aku di depan keluargaku. Aku bekerja sama dengan orang yang tidak aku kenal sama sekali dan isa kami juga berbeda jauh. Bahkan aku belum mengetahui nama dia. Apakah keluarga aku bisa percaya dan yakin terhadap hubungan kami berdua?

Lihat lebih banyak
Orang Asing Itu Kekasihku Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
103 Bab
Kisah Cinta Aluna
"Aku sangat mencintai kamu, Aluna." Kata Andri. "Aku juga." Kata Aluna. "Aku juga apa? Aku tidak mengerti maksud perkataan kamu itu." Kata Andri."Aku juga mencintai kamu, Andri." kata Aluna sambil tersenyum. "Aku senang mendengar itu." kata Andri. "Maafkan aku, belum datang menemui orang tua kamu." Kata Andri. "Benar, kapan kamu akan ketemu orang tua aku?" tanya Aluna "Secepatnya aku akan mencari waktu yang tepat." Jawab Andri."Serius?" tanya Aluna. "Aku sangat serius, aku sangat ingin menikah dengan kamu." Jawab Andri. "Aku juga ingin." Kata Aluna. Aluna adalah kakak perempuan aku, dan Andri adalah kekasih kak Aluna. Mereka sudah lama menjalin hubungan percintaan. Sudah 5 tahun mereka bersama. Tapi belum juga bertemu dengan orang tua. Nama aku Mia seorang dokter berusia 28 tahun. Kakak Aluna adalah seorang aktris berusia 37 tahun. Kami sangat dekat da
Baca selengkapnya
Pasienku Anak SMA
"Apa? Kakaka tersenyum sendiri? Dia pasti salah melihat itu." Kata Aluna. "Tidak mungkin, Tio selalu jujur terhadap aku." Kataku. "Kamu lebih percaya terhadap Tio dibandingkan kakak?" tanya Aluna. "Tentu saja, aku lebih percaya Tio dibandingkan kakak. Pasti kalian sangat romantis serasa dunia milik kalian berdua. Aku iri sekali mendengar kisah cinta kalian berdua." Jawabku. "Oleh karena itu, kamu harus mencari kekasih." Kata Aluna. "Baik, nanti aku cari." Kataku. "Kamu terlalu fokus dengan pekerjaan sampai lupa mencari pasangan." Kata Aluna. "Tidak, aku tidak lupa hanya saja belum ada yang dapat membuat aku jatuh cinta. Mungkin nanti aku bertemu seseorang secara mendadak. Kita tidak tahu jodoh itu kapan datangnya." Kataku. "Tetap saja, kamu harus mencari jangan hanya menunggu saja. Itu tidak akan membuat dia datang ke rumah." Kata Aluna. "Baik, kak." Kataku. 
Baca selengkapnya
Berbicara Dengan Hengky
"Akhirnya selesai juga, aku malu sekali dilihat semua orang yang berada di lokasi syuting ini. Tapi jika aku bahagia seperti itu, aku tidak masalah." kata Andri sambil tersenyum. "Terima kasih sudah melakukan itu untuk aku." Kata Aluna. "Kamu seperti sama siapa saja? Aku ini kekasih kamu, jadi wajar saja aku membuat kamu tersenyum dan tertawa seperti itu." Kata Andri. Lalu, kak Andri mendapat panggilan pekerjaan dia. Dan langsung bergegas pergi dari lokasi syuting. "Maaf aku sudah harus pergi lagi. Maafkan aku terlalu sibuk, aku pergi dulu." Kata Andri. "Baik, aku mengerti." Kata Aluna. "Terima kasih sudah mengerti, sayang." Kata Andri sambil mengusap rambut kak Aluna. Kak Andri pergi dari tempat lokasi syuitng dan kak Aluna melanjutkan syuting lagi. Saat sore hari, aku sudah pulang sebab tuga aku sudah selesai. Aku menemui kak Aluna dan menunggu dia syuting. "Mia!" Kata Aluna.Baca selengkapnya
Banyak Pasien
"Bagus." Kata Aluna. "Kita sudah sampai di rumah." Kataku. "Benar, ini belum malam hari jadi mereka tidak akan bertanya terus." Kata Aluna. "Benar." Kataku. "Ayo masuk!" Kata Aluna. Saat masuk ke dalam rumah, rumah terlihat gelap. Aku bingung apa yang terjadi. Setelah aku ingat, ternyata ini adalah hari ulang tahun kak Aluna. Aku lupa membeli kak Aluna hadiah. Aku belum menyiapkan apa pun. Saat kami berjalan, mereka semua keluar dan lampu menyala. "Kejutan!" teriak mama dan papa. "Kalian ingat hari ulang tahun aku. Tapi besok ulang tahun aku, kenapa malam ini merayakan ulang tahunnya?" tanya Aluna. "Mama kamu sibuk, nenek juga sudah mengatakan bahwa ulang tahun kamu itu besok. Tapi tetap saja mereka ingin merayakan hari ini." Kata nenek. "Mama tahu itu, mama sengaja supaya kamu merasa senang setelah pulang bekerja. Pasti kamu sangat lelah." Kata mama. "Be
Baca selengkapnya
Bicara Mengenai Perjodohan
Saat malam hari, aku pulang dan menjemput kak Aluna. Aku datang ke lokasi syuting. "Aluna!" Kata Aluna. "Kak Aluna!" Kataku. "Tunggu sebentar!" Kata Aluna. "Baik, santai saja." Kataku. Aku menunggu syuting selesai. Dan Kak Hengky juga sedang syuting bersama kak Aluna. Mereka terlihat cocok dalam drama ini. Mereka memang bisa membuat ketertarikan dalam drama. Sampai banyak penonton yang menjodohkan padahal kak Aluna sudah bersama kak Andri. Setelah syuting selesai, aku bergegas untuk pulang dengan kak Aluna. "Ayo!" Kata Aluna. "Baik, Tio juga ikut dengan kami.""Apa boleh kak Mia?" tanya Tio. "Boleh, kenapa tidak? Jangan panggil kak, kita ini seumuran." Jawabku. "Baik, ayo!" Kata Tio. Kami langsung masuk mobil dan pulang. "Tadi bagus sekali, kak Aluna!" Kata Tio. "Benar, tadi juga aku melihat sedikit adegan kalian berdua. H
Baca selengkapnya
Perjodohanku
Saat bekerja, aku terus memikirkan perjodohan itu. Rasanya aku sangat ingin menolak perjodohan itu. Aku bingung alasan aku tidak menginginkan perjodohan itu. Sampai aku tidak fokus bekerja dan dimarahi oleh dokter ketua."Ada apa ini?" tanya dokter Dirga. "Maaf dokter, saya kurang fokus. Saya akan lebih teliti lagi." Jawabku. "Harus begitu, banyak Pasien yang sudah menunggu kamu. Kita sibuk hari ini." Kata dokter Dirga. "Tapi apa bisa siang ini saya pulang? Sebab nenek saya menyuruh untuk haru ini saya meminta cuti tapi saya tahu ada banyak pasien jadi, saya memaksakan untuk datang." Kataku. "Begitu, baik nanti siang kamu bisa pulang." Kata dokter Dirga. "Terima kasih, dokter!" Kataku. "Tidak masalah." Kata dokter Dirga. Aku berusaha dengan cepat dan juga teliti untuk menangani semua pasien. "Suster, ambillah saya alkohol yang banyak." Kataku. "Baik, dokter." K
Baca selengkapnya
Menolak Perjodohan Ini
Kak Aluna juga sudah terlihat sangat kesal, ini semakin membuat ku merasa bersalah. Aku mencoba terus meyakinkan nenek mengenai hubungan mereka berdua. "Nenek, mereka itu sudah saling mencintai. Nenek ingin aku bahagia, bukan? Kebahagiaan aku adalah melihat orang yang aku sayangi bahagia. Aku akan merasa sangat senang jika hubungan mereka berdua dapat direktur oleh semua orang yang berada di rumah ini. Aku berharap keinginan aku yang satu ini dapat diwujudkan oleh nenek. Dari dahulu, aku tidak pernah meminta keinginan besar kepada nenek. Untuk ini saja, keinginan terbesar aku mohon diwujudkan oleh nenek." Kataku. "Tapi keinginan terbesar nenek adalah melihat kamu menikah dengan Andri. Apa kamu tega melihat nenek sedih?" tanya nenek sambil berekspresi sedih. Aku bingung dengan semua yang terjadi. Aku harus melakukan apa supaya Semua ini tidak terjadi dan nenek mengerti serta bersedia menerima keputusan aku ini. Kak Aluna mulai berbicara dengan s
Baca selengkapnya
Bertemu Pria Asing Itu
Aku terus mencari kak Aluna dan akhirnya aku bisa melihat kak Aluna. Aku berusaha berlari lebih cepat lagi supaya tidak kehilangan jejak kak Aluna. Sampai saat aku semakin aku dekat. Aku hampir tertabrak oleh seseorang saat ku berlari di jalan. Kak Labuan berhenti berlari dan mendekati aku. Tapi saat mobil itu mulai berhenti, kak Aluna langsung berlari kembali. "Ah! Kak Aluna, kenapa tidak menghampiri aku? Aku takut dan berteriak. Tapi kak Aluna tidak berhenti." kataku dengan sangat terkejut. Mobil itu berhenti dan langsung menghampiri aku."Maafkan saya, saya sungguh tidak sengaja melakukan itu. Apa kamu terluka? Ayo masuk saya antar ke ruang sakit." Kata pria itu. "Tidak apa apa, permisi saya harus mengejar seseorang." kataku sambil pergi. Dia menahan dan mengajak aku masuk ke dalam mobil supaya dapat mengobati tangan aku yang terluka. Aku menolak dan dia tetap memaksa. Dia merasa ingin bertanggung jawab terhadap aku. 
Baca selengkapnya
Kami Pulang Ke Rumah
Kami sampai di depan rumah, pria itu mengikuti kami sampai di depan rumah."Jadi ini rumah wanita itu." Kata pria itu sambil bergegas pergi dari depan rumah aku. Saat kami masuk ke dalam rumah, semua orang sudah menunggu kami di ruang tamu."Akhirnya kalian berdua pulang juga, mama sangat khawatir sekali." Kata mama. "Mama tenang saja, aku sudah berjanji membawa kakak pulang. Jadi, aku pastikan kakak pulang dengan aku." Kataku. "Terima kasih, Mia!" Kata mama. "Tidak masalah, aku pasti akan Membawa kakak pulang ke rumah. Sebab ini adalah rumah dia bukan tempat lain." Kataku. "Kamu memang selalu bisa diandalkan. Aluna, kamu sudah membuat papa khawatir saja." Kata papa."Mama juga sangat khawatir terhadap kamu, mama sampai tidak bisa tenang dan terus memikirkan keberadaan kamu dari tadi." Kata mama. "Aku ingin masuk ke kamar." kata Aluna sambil pergi ke kamu tidur. Kak Aluna
Baca selengkapnya
Melihat Orang Asing Itu Lagi
"Apa? Kamu terlalu percaya diri." Kata Aluna.  "Jadi begitu, itu artinya aku tidak masalah bersama Mia." Kata Andri.  "Bukan begitu, baik aku mengaku. Aku takut kehilangan kamu, Andri." Kata Aluna.  "Begitu, kamu memang harus jujur terhadap perasaan kamu sendiri. Jika kamu menyukai atau tidak menyukai sesuatu, kamu harus mengatakan dengan sesungguhnya. Supaya tidak akan ada beban di hati kamu." Kata Andri.  "Baik, kamu memang pria yang bijak." kata Aluna sambil tersenyum.  "Tidak, kamu lebih bijak dari aku. Kamu itu wanita dewasa dan juga sangat pengertian. Aku senang dapat memiliki wanita seperti kamu. Aku harap kejadian kemarin tidak akan membuat aku berpisah dari kamu. Aku sangat menyayangi kamu, Aluna." Kata Andri.  "Sudah, aku ingin syuting." Kata Aluna.  "Baik, aku akan kembali nanti malam." Kata Andri. "Apa? Kamu akan menjemput aku nanti malam?" tanya Aluna sambil tidak percaya.
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status