LOGINKarin Alverez, wanita cerdas dan ambisius, adalah pewaris tunggal dari Alverez Corp—perusahaan teknologi yang sempat mendominasi pasar hingga disingkirkan secara licik oleh pesaing utamanya, Von Group. Luka lama masih membekas, apalagi setelah pemimpin Von Group, Alexandre Von Reinhardt, pria dingin dan manipulatif yang menjadi simbol kekuasaan dan kesombongan, menjadi musuh abadi dalam benak Karin. Namun, takdir memaksa keduanya bersatu dalam perjodohan politik bisnis demi menyelamatkan reputasi dan aset keluarga masing-masing. Cincin pertunangan menjadi simbol ikatan yang tak diinginkan, sekaligus awal dari pertarungan batin antara dendam dan hasrat yang perlahan muncul di antara mereka. Di balik wajah dinginnya, Alex menyimpan masa lalu yang rumit—dan perhatian yang hanya ia tunjukkan secara diam-diam pada Karin. Sementara Karin, yang bertekad untuk tidak jatuh cinta, mulai merasakan luka yang belum sembuh itu justru berubah menjadi getaran yang tak bisa ia hindari. Dalam pusaran konflik bisnis, rahasia kelam keluarga, dan ketertarikan yang tak terbendung, mampukah dua orang yang saling membenci belajar mencintai… ataukah mereka akan saling menghancurkan sekali lagi?
View MoreBayangan Dibalik cahayaSuara ketukan pintu itu terlalu keras untuk sebuah pagi yang tenang. Karin langsung terbangun, sementara Alex sudah berdiri, menatap pintu apartemen dengan sorot mata penuh waspada.Ketukan itu kembali terdengar, lebih cepat, lebih mendesak.“Kau sedang menunggu tamu?” bisik Karin, suaranya parau.Alex menggeleng pelan. “Tidak ada yang tahu alamat ini… kecuali orang-orang yang seharusnya tidak bisa menemukannya.”Pagi itu seharusnya menjadi awal baru hari pertama Alex benar-benar bebas dari bayangan Von Group. Mereka sudah membuat daftar kecil: calon investor yang akan dihubungi, rencana presentasi, bahkan sekilas strategi untuk memperkenalkan Ares Collective sebagai nama baru di peta bisnis Arvina.Namun, kehidupan jarang memberi kesempatan bagi orang yang baru saja memutuskan untuk melawan.Saat pintu dibuka, seorang pria bersetelan rapi berdiri di ambang, wajahnya datar, senyum tipis yang nyaris tak terbaca. Alex mengenalnya bukan secara personal, tapi cukup
Nama Tanpa WarisanKeesokan paginya, Arvina diguyur hujan tipis. Jalanan basah, dan awan menggantung rendah, seperti mencerminkan beban yang baru saja mereka pilih untuk pikul.Alex duduk di meja makan apartemen, membaca laporan bisnis dari tablet—bukan laporan milik Von Group, tapi milik perusahaan kecil yang diam-diam ia mulai rintis sejak dua tahun lalu: Ares Collective. Sebuah startup teknologi strategis yang ia bangun tanpa sepengetahuan ayahnya, sebagai bentuk pemberontakan sunyi.Karin berjalan ke arahnya, mengenakan kemeja longgar milik Alex. Rambutnya masih basah setelah mandi, dan wajahnya tampak lebih tenang dari hari-hari sebelumnya.“Kau masih yakin soal ini?” tanyanya sambil menuang kopi untuk mereka berdua.Alex menutup tabletnya dan menatapnya lembut. “Aku tidak akan mundur sekarang. Kita sudah bicara soal ini berbulan-bulan. Sekarang saatnya menjalani.”Karin mengangguk, tapi hatinya masih terasa berat. Ia tahu, keluar dari nama besar Von bukan hanya tentang menolak w
Kebenaran di Jantung ArvinaTiga hari yang tenang di Desa Aurale telah berakhir. Kini, mereka kembali—bukan ke rumah, tapi ke medan perang bernama Arvina.Langit kota itu seperti biasa: kelabu, seolah tahu badai tak selalu datang dalam bentuk hujan. Di kejauhan, siluet gedung-gedung pencakar langit berbaris di balik kabut tipis. Kilauan lampu kendaraan dan papan reklame digital menari di antara bayangan, menegaskan bahwa kota ini tak pernah benar-benar tidur.Arvina… tempat segalanya dimulai. Dan hari ini, tempat semuanya akan diuji.Karin menatap keluar jendela mobil hitam yang membawa mereka menuju markas Von Group di distrik keuangan Nordheim. Tangan Alex menggenggam tangannya diam-diam di pangkuan mereka—erat, seolah hanya itu yang bisa menenangkan gelombang di dada masing-masing.“Kamu yakin mau hadapi ini langsung?” tanya Karin pelan.Alex mengangguk tanpa menoleh. “Kalau aku terus menunda, aku akan kehilangan satu-satunya hal yang penting.”Gedung Von Group Tower menjulang ting
Jeda yang Membawa DekatKeesokan paginya, vila kecil itu diselimuti kabut tipis. Suara burung dan angin bersahut pelan, menciptakan harmoni alam yang lembut. Tapi keheningan itu tak mampu menyaingi suara napas Alex dan Karin yang tidur berdampingan untuk pertama kalinya tanpa batasan kontrak, tanpa kebohongan yang menggantung di antara mereka.Karin membuka mata perlahan. Cahaya matahari menerobos tirai kayu, menyentuh wajah Alex yang tertidur di sebelahnya. Ada ketenangan yang baru ia lihat pagi ini—bukan karena semuanya telah sempurna, tapi karena mereka tak lagi saling berpura-pura.Ia menatap wajah itu lama. Wajah yang dulu ia sangka arogan, terlalu dingin, terlalu penuh perhitungan. Tapi pagi ini, semua topeng itu runtuh. Yang tersisa hanya Alex—pria yang membuatnya marah, menangis, ragu... tapi juga jatuh cinta.Tanpa sadar, jari-jarinya menyentuh alis Alex pelan. Alex menggeliat, lalu membuka mata, menatapnya dalam diam.“Kamu bangun lebih dulu,” gumamnya.Karin mengangguk pelan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews