Apa Contoh Quotes Tentang Riya Dan Sum'Ah Dalam Islam?

2026-05-14 03:38:31
109
Share
ABO Personality Quiz
Take a quick quiz to find out whether you‘re Alpha, Beta, or Omega.
Start Test
Write Answer
Ask Question

3 Answers

Faith
Faith
Favorite read: Rahim Dua Ratus Juta
Penggemar Novel Fotografer
Suatu hari nemu quote dari kitab 'Ihya Ulumuddin' yang nusuk jantung: 'Ibadah tanpa keikhlasan bagai rumah tanpa fondasi.' Bayangin aja, kita sholat tahajud tiap malem, puasa Senin-Kamis rajin, tapi dalam hati pengen dipuji—rusak semua. Ustadz di pengajian pernah bilang: 'Sum'ah itu lebih halus daripada riya. Misal kamu ceramah di depan umum, lalu merasa senang karena suaramu merdu dan orang terkesan. Itu sudah termasuk penyakit hati.' Aku langsung ngeh, ternyata bukan cuma pamer yang berbahaya, tapi juga kepuasan ego terselubung.

Yang paling ngena buat generasi sekarang mungkin perkataan Ibnu Qayyim: 'Media sosial adalah ladang subur untuk sum'ah di zaman modern.' Bener banget! Kadang tanpa sadar, kita mengukur keimanan dari jumlah share konten religi. Padahal di 'Al-Munqidz mina Dalal', Al-Ghazali ngasih warning: 'Hati-hati dengan amal yang terlihat tulus, karena setan bisa membisikkan kepuasan diri di baliknya.'
2026-05-15 10:06:17
1
Piper
Piper
Favorite read: Mahar Untuk Risa
Pemandu Perawat
Ada satu kutipan dari 'Riyadhush Shalihin' yang selalu bikin aku merenung: 'Sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara konsisten meskipun sedikit.' Ini ngingetin aku bahwa niat tulus jauh lebih berharga daripada pamer ibadah. Pernah denger juga perkataan Imam Al-Ghazali: 'Orang yang riya’ itu seperti pedagang yang merugi, ia menghabiskan modal amalnya untuk pujian manusia.' Sedih banget kan? Kita bisa beribadah bertahun-tahun, tapi karena ingin dilihat orang, jadi nihil nilainya.

Di 'Hadis Arba’in' juga ada sabda Nabi Muhammad SAW: 'Tiga hal yang membinasakan: kekikiran yang dituruti, hawa nafsu yang diumbar, dan seorang yang membanggakan dirinya sendiri.' Ini ngegas banget buat aku yang kadang suka kepincut pengen dibilang 'alim' sama temen-temen. Sekarang tiap mau posting kegiatan agama di sosmed, selalu tanya dulu ke diri sendiri: 'Ini buat Allah atau buat likes?'
2026-05-18 02:05:02
9
Vivian
Vivian
Favorite read: Suami Tak Ada Akhlak
Penggemar Cerita Insinyur
Dari buku 'Bahaya Riya’ dalam Beribadah', ada analogi keren: 'Orang yang riya’ seperti berjalan di atas awan—kelihatan tinggi, tapi sebentar lagi jatuh.' Aku ingat banget satu hadis dari Bukhari-Muslim: 'Siapa yang memperdengarkan amalnya, Allah akan memperdengarkan aibnya.' Ngeri kan? Tapi justru ini penyemangat buat lebih low-profile dalam beribadah. Pernah dapet nasihat sederhana tapi dalam dari seorang kyainya: 'Kalau mau sedekah, jangan sampai tangan kirimu tahu apa yang dilakukan tangan kananmu.' Ini ngingetin aku buat nggak perlu pamer kemana-mana setiap bikin kebaikan. Hidup jadi lebih tenang sejak mencoba praktekkan itu.
2026-05-18 06:31:28
8
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

Related Questions

Quotes motivasi tentang bahaya riya dan sum'ah?

3 Answers2026-05-14 16:45:03
Ada satu kutipan dari novel klasik 'The Screwtape Letters' karya C.S. Lewis yang selalu bikin merinding: 'Kesombongan spiritual adalah kanker yang tumbuh diam-diam di antara orang-orang baik.' Ini nggak cuma berlaku buat aktivitas keagamaan, tapi juga segala bentuk pencitraan diri. Pernah ngerasain kan, saat membantu orang tapi diam-diam pengin dianggap pahlawan? Bahayanya, kita bisa terjebak dalam siklus narsisme terselubung yang justru menghancurkan makna sebenarnya dari berbuat baik. Di dunia digital sekarang, fenomena sum'ah (pamer amal) makin vulgar. Kayak pepatah Arab kuno bilang: 'Amal yang disertai riya' ibarat debu yang beterbangan.' Artinya, sekecil apa pun niat pamer, itu udah menghapus nilai ibadah itu sendiri. Mirip banget sama fenomena influencer yang charity cuma buat konten - di depan kamera dermawan, di belakang layar malah hitung-hitungan view.

Di mana bisa menemukan kumpulan quotes tentang riya dalam Islam?

2 Answers2026-04-16 20:51:08
Ada beberapa sumber terpercaya yang bisa dijadikan referensi untuk mencari kutipan tentang riya dalam Islam. Pertama, buku-buku klasik seperti 'Ihya Ulumuddin' karya Al-Ghazali membahas secara mendalam tentang bahaya riya dan bagaimana menghindarinya. Di sana, banyak ditemukan petikan bijak yang menggugah hati. Selain itu, kitab 'Riyadhush Shalihin' juga kerap memuat hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan niat ikhlas dan ancaman riya. Situs-situs Islam seperti Muslim.or.id atau Rumaysho.com seringkali menyajikan artikel dengan kutipan dari ulama ternama. Mereka biasanya merujuk pada sumber otentik seperti Al-Quran, Hadis, atau perkataan sahabat. Kalau lebih suka format digital, coba cek aplikasi seperti 'Hadith Collection' atau 'Al-Quran & Hadith' di Play Store/App Store. Di sana, kita bisa mencari berdasarkan kata kunci 'riya' atau 'pamer' dan langsung dapat deretan referensi yang relevan.

Bagaimana cara menghindari riya dan sum'ah menurut quotes ulama?

3 Answers2026-05-14 09:03:50
Ada satu momen di mana aku sedang membaca buku 'Kimiyatul Sa'adah' karya Al-Ghazali, dan tiba-tiba terpikir betapa seringnya kita terjebak dalam pujian orang lain tanpa sadar. Al-Ghazali bilang, riya itu seperti debu halus—menempel tanpa kita sadari. Salah satu caranya adalah dengan selalu mengingat niat awal. Misalnya, sebelum posting amal di media sosial, tanya diri: 'Aku bantu orang demi likes atau karena Allah?' Aku sendiri pernah terjebak, lalu sekarang memilih lebih banyak beramal secara diam-diam. Selain itu, Imam Syafi'i pernah berpesan: 'Perbaiki hatimu, niscaya amalmu akan mengikuti.' Jadi, introspeksi itu kunci. Aku mulai rutin mencatat aktivitas harian dan menandai mana yang terasa 'terlalu ingin dilihat'. Kalau ada, segera evaluasi. Juga, bergaul dengan orang-orang yang tulus membantu mengingatkan kita untuk ikhlas. Mereka ibarat cermin yang jujur memantulkan niat kita.

Apa perbedaan riya dan sum'ah dalam Islam?

3 Answers2026-01-30 03:39:49
Mengupas perbedaan antara riya dan sum'ah itu seperti membedakan dua sisi koin yang sama-sama berbahaya di dunia spiritual. Riya lebih tentang 'pamer amal' di depan orang lain agar dilihat sebagai sosok religius—misalnya, shalat dengan khusyuk hanya saat ada audiens. Sedangkan sum'ah adalah kebiasaan 'sombong verbal', di mana seseorang sengaja menceritakan ibadahnya untuk dapat pujian. Bedanya, riya bisa tanpa kata-kata, sementara sum'ah selalu melibatkan lisan. Contoh konkret? Bayangkan seorang yang bersedekah lalu mengunggahnya di media sosial dengan caption dramatis—itu sum'ah. Tapi jika dia sengaja memilih berjamaah di masjid depan rumah agar tetangga melihatnya rajin shalat, itu riya. Keduanya merusak keikhlasan, tapi riya lebih halus dan bisa jadi kebiasaan bawah sadar.

Siapa tokoh yang sering bicara soal quotes riya dan sum'ah?

3 Answers2026-05-14 01:16:20
Menggali topik ini mengingatkanku pada sosok Ustadz Felix Siauw yang kerap membahas konsep riya dan sum'ah dalam konten-kontennya. Dia menjelaskan dengan analogi sederhana seperti 'ibadah yang dikemas untuk Instagram story'—bagaimana niat baik bisa terkontaminasi oleh keinginan dipuji. Yang menarik, dia tak hanya berhenti di definisi tapi juga memberi solusi praktis: 'Kalau ingin posting amal, tunggu tiga hari.' Gaya komunikasinya yang santai namun mendalam membuat konsep berat ini mudah dicerna generasi muda. Aku sendiri sering refleksi setelah denger ceramahnya, mikirin ulang motivasi di balik aksi-aksi 'baik' yang aku lakukan.

Apakah hukum riya dan sum'ah menurut Al-Qur'an dan Hadis?

3 Answers2026-01-30 01:49:04
Menggali konsep riya dan sum'ah selalu bikin aku merenung betapa halusnya batasan antara ikhlas dan pencitraan. Dalam 'Al-Qur'an', Surah Al-Baqarah ayat 264 jelas menyebut tindakan menyebut-nyebut sedekah untuk pamer sebagai sia-sia, bak debu di atas batu. Hadis riwayat Bukhari-Muslim juga menegaskan riya sebagai 'syirik kecil'—mirip seperti karakter antagonis di cerita yang terlihat heroik di permukaan tapi motivasinya kotor. Yang menarik, sum'ah (berbuat baik demi reputasi) bahkan lebih licin karena sering tanpa disadari. Aku pernah baca kutipan dari Ibn Qayyim yang bilang, 'Amal yang terserang riya ibarat pohon berbunga tapi akarnya keropos.' Analogi ini ngena banget buat generasi media sosial sekarang, di mana likes dan komentar bisa tanpa sadar jadi pengganti pahala.

Bagaimana membedakan ciri ciri riya dan sum'ah dalam beramal?

3 Answers2026-05-14 20:49:34
Ada sesuatu yang selalu membuatku penasaran tentang niat di balik perbuatan baik. Riya dan sum'ah itu seperti dua saudara kembar yang licik, sering disangka sama tapi sebenarnya punya 'sidik jari' berbeda. Riya lebih ke pertunjukan visual—kita sengaja memamerkan amal di depan orang, misalnya salat dengan gaya overacting atau sedekah sambil teriak-teriak biar difoto. Sedangkan sum'ah itu pertunjukan audio, kayak orang yang cerita terus tentang donasinya ke panti asuhan sampai semua teman di grup WA tahu. Bedanya? Riya butuh penonton, sum'ah butuh pendengar. Yang bikin sulit, keduanya bisa pakai 'topeng altruisme'. Pernah lihat influencer yang upload video bantu nenek-nenek sepanjang 15 menit? Itu mah bukan dokumentasi, itu produksi! Tapi jangan langsung judge—kadang kita nggak sadar sudah terjebak. Aku sendiri pernah hampir posting struk donasi ke IG Story, lalu ngeh: 'Ini buat Tuhan atau buat likes?' Sekarang kalau ragu, aku tanya diri: 'Kalau nggak ada yang liat/ dengar, apa masih mau melakukan ini?' Jawabannya sering bikin merinding.

Cerita Nabi tentang riya dan sum'ah yang perlu diketahui?

2 Answers2025-12-11 03:17:05
Ada satu kisah tentang Nabi Musa yang sering membuatku merenung tentang bahaya riya' dan sum'ah. Dalam suatu riwayat, Nabi Musa pernah bertanya kepada Allah, 'Ya Allah, apakah Engkau memiliki hamba yang lebih taat dariku?' Allah kemudian memberitahunya tentang seorang hamba di suatu tempat yang lebih tulus ibadahnya. Nabi Musa penasaran dan mencari orang tersebut, hanya untuk menemukan seorang tukang jagal sederhana yang bekerja dengan jujur dan ikhlas. Tukang jagal itu bahkan tidak menyadari bahwa amalannya dianggap istimewa. Kisah ini mengajarkanku bahwa nilai amal bukan terletak pada penampilan luar atau pengakuan manusia, melainkan pada niat yang murni untuk Allah semata. Cerita lain yang tak kalah dalam adalah tentang tiga orang yang pertama kali diadili di akhirat karena riya'. Salah satunya adalah syahid, tetapi ternyata dia berperang hanya untuk disebut pemberani. Yang lain adalah penghafal Quran yang belajar hanya untuk dipuji sebagai alim. Ketiga, ada orang kaya yang bersedekah besar-besaran agar dikenal sebagai dermawan. Ketiganya akhirnya dilemparkan ke neraka karena motivasi tersembunyi mereka. Narasi ini benar-benar membuka mataku bahwa ibadah yang tampak hebat di mata manusia bisa sia-sia jika disertai keinginan untuk pamer atau didengar.

Apa saja ciri ciri riya dan sum'ah dalam kehidupan sehari-hari?

3 Answers2026-05-14 23:51:51
Ada satu fenomena menarik yang sering muncul di lingkaran pertemananku: orang yang tiba-tiba rajin posting kegiatan amal di media sosial lengkap dengan tag lokasi dan pose spesifik. Rasanya seperti ada skenario tersembunyi di balik foto donasi ke panti asuhan itu. Riya dan sum'ah itu seperti kentang goreng yang dibungkus foil mengkilap—keliatan wah dari luar, tapi isinya cuma kentang biasa. Misalnya, teman kantor yang tiba-tiba rajin shalat berjamaah di masjid depan kantor cuma saat ada atasan lewat, atau kolega yang selalu 'kebetulan' cerita tentang sedekahnya saat meeting. Yang lebih halus lagi adalah kebiasaan mengatur ekspresi wajah saat berbuat baik. Pernah lihat orang yang sengaja menghela napas lega setelah membantu nenek menyeberang, lalu melirik sekeliling untuk memastikan ada saksi? Atau tipe yang suka 'membeberkan' jadwal mengajinya di grup WhatsApp keluarga setiap minggu? Ini semua bentuk modern dari penyakit hati yang sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi—cuma bungkusannya sekarang pakai filter Instagram.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status