Bagaimana Dan Kemudian Ada Empat Menjelaskan Akhir Ceritanya?

2025-10-15 20:59:58 131

4 Jawaban

Xavier
Xavier
2025-10-16 19:27:52
Versi yang kusukai dari penutup ini terasa seperti jebakan yang indah — penulis membiarkan emosi memimpin, bukan logika semata. Di 'Dan Kemudian Ada Empat', klimaks memaksa empat tokoh utama menghadapi pilihan paling brutal: bertahan dengan kebenaran yang menyakitkan atau hidup nyaman dengan kebohongan yang melindungi. Pilihan mereka mencerminkan perjalanan karakter masing-masing, dan itu membuat akhir terasa benar-benar earned.

Aku memperhatikan bahwa ada permainan waktu dan ingatan; beberapa adegan flashback ternyata bukan sekadar pengisi, melainkan kunci untuk memahami motivasi terakhir mereka. Juga ada nuansa simbolik kuat, semisal elemen alam yang muncul berulang (hujan, api kecil, daun gugur) yang menandai kapan seseorang menyerah, bertahan, atau berdamai. Secara pribadi, aku suka akhir yang nggak memaksa jawaban tunggal — karena hidup juga jarang memberi kepastian. Jadi aku merasa puas sekaligus terpacu untuk membahasnya lebih jauh bersama teman-teman pembaca lain.
Yara
Yara
2025-10-17 19:44:13
Ada satu hal yang langsung membuatku merenung setelah menutup bukunya: penulis sengaja meninggalkan ruang kosong supaya pembaca ikut melanjutkan cerita di kepala masing-masing. Di 'Dan Kemudian Ada Empat' akhir cerita nggak seperti pintu yang menutup rapat, melainkan seperti tirai yang dikibaskan sedikit — terlihat siluet, tapi rincian selengkapnya terserah kita. Kusuka cara penulis menyusun mikro-simbol: keempat tokoh punya objek kecil yang menandai transformasi mereka, dan di adegan terakhir, objek-objek itu berkumpul ke satu meja seolah mengatakan bahwa mereka pernah bersimpul.

Kalau dilihat dari struktur, ada twist kecil yang sebenarnya sudah di-pending sejak bab-bab awal, cuma disamarkan lewat sudut pandang yang terbatas. Jadi akhir itu terasa adil: bukan cheap twist, melainkan reward buat pembaca yang teliti. Aku pulang bawa rasa hangat sekaligus penasaran, dan itu tanda akhir yang bekerja dengan baik menurutku.
Xavier
Xavier
2025-10-19 02:42:02
Sederhana saja, bagian akhir menancap seperti paku; ia meninggalkan bekas yang susah hilang. Aku merasakan campuran lega dan pilu waktu mengetahui nasib keempat tokoh itu di 'Dan Kemudian Ada Empat'. Penutupnya nggak melodramatis berlebih, melainkan dibangun lewat momen-momen kecil: percakapan singkat, sebuah barang yang tersisa, dan keheningan yang panjang.

Buatku itu efektif karena bikin emosi bekerja tanpa harus memaksa penonton percaya pada twist besar. Ending itu lebih seperti refleksi—ada harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan, dan keempat tokoh itu membayar dengan cara berbeda. Aku pulang sambil mikir tentang siapa yang benar-benar menang dalam cerita ini; itu pertanyaan yang terus menempel, dan aku suka kalau sebuah akhir bisa bikin aku terus mikir seperti itu.
Rosa
Rosa
2025-10-21 12:31:27
Momen halaman terakhir membuatku menahan napas. Aku nggak bakal bohong — aku langsung ngulang beberapa bab karena merasa penulis menyisipkan petunjuk halus yang baru kelihatan setelah mengetahui akhir. Di 'Dan Kemudian Ada Empat' penutupnya bekerja dua lapis: satu lapis menjawab nasib fisik tokoh-tokohnya, lapis lain menantang pembaca untuk menilai motif mereka.

Secara plot, penutupnya memperlihatkan bahwa dari kelompok awal yang lebih besar, empat karakter bertahan bukan karena keberuntungan belaka, melainkan karena keputusan sadar—ada pengorbanan, ada pengkhianatan yang disengaja untuk melindungi yang lain, dan ada pilihan meninggalkan konflik demi hidup yang sederhana. Penulis nggak menulis semua secara gamblang; beberapa adegan epilog cuma berupa potongan memori atau surat yang membuat pembaca merangkai sendiri.

Secara tematik aku suka bahwa akhir itu nggak cuma soal siapa hidup dan mati, tapi soal harga kebebasan, konsekuensi trauma, dan bagaimana kenangan bisa jadi warisan. Aku keluar dari bacaan itu dengan perasaan getir tapi puas, kayak habis ngobrol lama sama sahabat mengenai moralitas yang abu-abu.
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Buku Terkait

Ada Kembar Empat Di Balik Selimut
Ada Kembar Empat Di Balik Selimut
Blurb Rhea, setelah digunakan sebagai alat untuk menyiksa Enrio dan dibuang begitu saja oleh Dario. Wanita itu mencoba menjalani hidupnya hingga di titik terendah. Bekerja sebagai karyawan di perusahaan untuk membiaya perawatan Enrio yang sedang koma dan keempat buah hatinya. Dan kehidupan seolah tak memberinya jeda untuk bernapas, di tengah lautan keputus asaan yang memaksanya untuk menyerah, kehadiran sang ibu tiri yang mencoba menjualnya pada pria tua, membawa Rhea kembali ke pelukan Dario. Kali ini bukan untuk menyiksa Enrio, tetapi menggunakan tubuhnya untuk dijadikan pelampiasan nafsu saja. Dario Carlos, setelah mencampakkan Rhea untuk menyiksa anak selingkuhan ayahnya yang berengsek itu. Pria itu pikir tak akan pernah melihat wanita itu lagi. Tetapi kebenciannya pada wanita itu rupanya tumbuh besar sebesar hasratnya menginginkan tubuh wanita itu di bawahnya. Dan siapa yang menyangka, takdir bermain-main dengan membawa Rhea kembali ke ranjangnya. Bersama rahasia-rahasia yang dibawa wanita itu. Anak-anak yang tak pernah diketahuinya, juga saudaranya yang ternyata masih hidup. Dua fakta yang membuat kebenciannya semakin menggunung.
Belum ada penilaian
67 Bab
Bagaimana Mungkin?
Bagaimana Mungkin?
Shayra Anindya terpaksa harus menikah dengan Adien Raffasyah Aldebaran, demi menyelamatkan perusahaan peninggalan almarhum ayahnya yang hampir bangkrut. "Bagaimana mungkin, Mama melamar seorang pria untukku, untuk anak gadismu sendiri, Ma? Dimana-mana keluarga prialah yang melamar anak gadis bukan malah sebaliknya ...," protes Shayra tak percaya dengan keputusan ibunya. "Lalu kamu bisa menolaknya lagi dan pria itu akan makin menghancurkan perusahaan peninggalan almarhum papamu! Atau mungkin dia akan berbuat lebih dan menghancurkan yang lainnya. Tidak!! Mama takakan membiarkan hal itu terjadi. Kamu menikahlah dengannya supaya masalah selesai." Ibunya Karina melipat tangannya tegas dengan keputusan yang tak dapat digugat. "Aku sudah bilang, Aku nggak mau jadi isterinya Ma! Asal Mama tahu saja, Adien itu setengah mati membenciku! Lalu sebentar lagi aku akan menjadi isterinya, yang benar saja. Ckck, yang ada bukannya hidup bahagia malah jalan hidupku hancur ditangan suamiku sendiri ..." Shayra meringis ngeri membayangkan perkataannya sendiri Mamanya Karina menghela nafasnya kasar. "Dimana-mana tidak ada suami yang tega menghancurkan isterinya sendiri, sebab hal itu sama saja dengan menghancurkan dirinya sendiri. Yahhh! Terkecuali itu sinetron ajab, kalo itu sih, beda lagi ceritanya. Sudah-sudahlah, keputusan Mama sudah bulat! Kamu tetap harus menikah dangannya, titik enggak ada komanya lagi apalagi kata, 'tapi-tapi.' Paham?!!" Mamanya bersikeras dengan pendiriannya. "Tapi Ma, Adien membenc-" "Tidak ada tapi-tapian, Shayra! Mama gak mau tahu, pokoknya bagaimana pun caranya kamu harus tetap menikah dengan Adien!" Tegas Karina tak ingin dibantah segera memotong kalimat Shayra yang belum selesai. Copyright 2020 Written by Saiyaarasaiyaara
10
51 Bab
Bagaimana Denganku
Bagaimana Denganku
Firli menangis saat melihat perempuan yang berada di dalam pelukan suaminya adalah perempuan yang sama dengan tamu yang mendatanginya beberapa hari yang lalu untuk memberikannya dua pilihan yaitu cerai atau menerima perempuan itu sebagai istri kedua dari suaminya, Varel Memilih menepi setelah kejadian itu Firli pergi dengan membawa bayi dalam kandungannya yang baru berusia delapan Minggu Dan benar saja setelah kepergian Firli hidup Varel mulai limbung tekanan dari kedua orang tuanya dan ipar tak sanggup Varel tangani apalagi saat tahu istrinya pergi dengan bayi yang selama 2 tahun ini selalu menjadi doa utamanya Bagaimana Denganku?!
10
81 Bab
Empat Tunanganku
Empat Tunanganku
Emily dihadapi pilihan gila! Empat lelaki yang kadang menjaganya, dan dia panggil paman. Ternyata tunangannya!! "Ily, kita bakal tinggal serumah, tidak ada penolak!" kata Michael. "Tidak! Mily harus bersamaku, aku ingin bermain games bersama dia," ucap Ethan. "Vera harus bersamaku, dia akan lebih leluasa karena sering sendiri," sela Owen. "Kalian sangat berisik, kita akan menjaganya bersama. Aku sudah berdiskusi bersama para orang tua." "Agar dia bisa memilih salah satu dari kita, siapa yang membuatnya jatuh hati dan nyaman," lanjut Daniel.
10
49 Bab
Jatuh Cinta Dahulu, Magang Kemudian
Jatuh Cinta Dahulu, Magang Kemudian
Liburan semester seharusnya menjadi waktu bagi Alea Kirana untuk bersantai, tapi sebagai mahasiswi DKV yang ambisius, ia justru disibukkan dengan persiapan Dies Natalis kampusnya. Di tengah hiruk-pikuk acara yang meriah, takdir mempermainkannya. Dalam insiden tak terduga, ia menabrak seorang pria di koridor kampus, menumpahkan kopi ke jas mahalnya. Pria itu bukan sembarang orang, melainkan Alden Dirgantara, CEO muda yang sukses, alumni yang menjadi kebanggaan universitas, dan sosok yang dikabarkan dingin dan tak tersentuh. Kejadian memalukan itu seharusnya menjadi yang terakhir, namun ternyata hanya permulaan. Alden, yang terkesan dengan presentasi Alea, menawarkan posisi magang di perusahaannya. Alea terpaksa menerima, membawa dirinya dari dunia kampus yang penuh warna ke lingkungan kantor yang serba kaku. Di sana, ia harus berhadapan dengan rekan kerja yang kompetitif dan rumor yang beredar tentang hubungannya dengan sang CEO. Seiring waktu, Alea perlahan melihat sisi lain dari Alden, sisi yang lebih hangat dan protektif yang tersembunyi di balik citra dinginnya. Batasan antara profesionalisme dan perasaan mulai kabur. Namun, saat hubungan mereka semakin dalam, masa lalu Alden dan intrik di perusahaan mengancam untuk menghancurkan segalanya. Mampukah Alea bertahan di dunia korporat yang asing dan membuka hati Alden yang tertutup? Atau akankah magang ini hanya menjadi sebuah pelajaran tentang jatuh cinta yang berakhir?
Belum ada penilaian
7 Bab
Aku ADA
Aku ADA
Disclaimer : INI HANYA IMAJINASI DARI PENULIS TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN KEHIDUPAN NYATA Kenya berniat mencari keberadaan Anita sahabatnya yang pergi meninggalkan rumah secara diam-diam dengan adiknya yang bernama Akila, karena rencana perceraian kedua orang tuanya yang membuat Mereka menjadi anak broken home. Dengan bantuan asisten di rumah Anita, Kenya mendapat petunjuk mengenai keberadaan Anita dan Akila. Pertemuan mengharukan itu bukan akhir dari segalanya. Masalah terus menderu saat gudang di rumah itu di buka. dan ada teka teki serta kejadian ganjil yang harus di hadapi dan teror terus Mereka dapatkan, berawal dari rumah itu! Konon namanya rumah angker, ada penunggunya. Apakah Mereka bertiga berhasil keluar dari rumah itu atau akan terjebak selamanya?
10
13 Bab

Pertanyaan Terkait

Bagaimana Penulis Membuat Cerita Fabel Hewan Yang Mengajarkan Empati?

4 Jawaban2025-09-16 04:01:57
Ini ide yang selalu bikin aku bersemangat: bangun dunia hewan yang terasa hidup sebelum menyisipkan pesan empati. Aku mulai dengan memilih hewan yang bukan sekadar simbol moral; aku cari yang punya kebiasaan, suara, dan cara bergerak yang spesifik — misalnya burung yang kerap kehilangan sarangnya atau kambing tua yang pincang. Detail kecil itu membuat pembaca peduli tanpa perlu diomongkan. Lalu aku menempatkan konflik yang memaksa si hewan merasakan perspektif lain: predator yang harus memilih antara lapar dan rasa bersalah, atau kawanan yang harus memutuskan siapa yang akan ditolong saat badai. Dengan menunjukkan pilihan-pilihan sulit, pembaca belajar merasakan dilema karakter. Di paragraf terakhir aku sengaja menghindari ending serba benar. Alih-alih moral yang memaksa, aku memberi ruang refleksi — adegan sunyi di mana si hewan merenung, atau percakapan sederhana antara dua hewan. Cerita fabel paling efektif saat empati tumbuh dari pengalaman emosional, bukan dari pelajaran yang dipaksa. Itu membuat pesan bertahan lama di benak pembaca, bukan sekadar diujung bacaan.

Di Album Mana ABBA Menempatkan Lirik Lagu The Winner Takes It All?

3 Jawaban2025-09-10 02:26:29
Biar aku mulai dari hal yang sering bikin aku sendu tiap kali lagu ini muncul di playlist: lirik 'The Winner Takes It All' ada di album studio ABBA berjudul 'Super Trouper'. Aku selalu merasa ada lapisan emosi tersendiri waktu mendengar suara Agnetha membawa baris-barism itu—lagu ini dirilis sebagai singel tahun 1980 dan kemudian masuk ke susunan lagu pada album 'Super Trouper'. Lagu ini ditulis oleh Björn Ulvaeus dan Benny Andersson, dan meskipun sering dianggap sangat pribadi karena isu perceraian yang terjadi di sekitar waktu itu, penyusunannya tetap profesional dan kuat. Kalau ditarik ke memori konser-konser dan kompilasi yang kugemari, 'The Winner Takes It All' jadi salah satu penanda era ABBA yang matang secara musikal. Jadi intinya: kalau kamu buka album 'Super Trouper', kamu bakal menemukan lirik dan lagu itu di sana—dan rasanya tetap menusuk tiap kali diputar.

Di Mana Bisa Baca Novel Ruang Ajaib Dan Empat Penjahat Cilik Gratis Online?

5 Jawaban2026-01-13 18:39:19
Membaca karya-karya populer seperti 'Ruang Ajaib dan Empat Penjahat Cilik' bisa jadi tantangan jika mencari versi gratis. Aku sering menjelajahi situs seperti Perpusnas Digital atau aplikasi iPusnas yang menyediakan akses legal ke berbagai buku lokal. Meski koleksinya terbatas, kadang ada kejutan seperti karya-karya bestseller tersedia untuk dibaca gratis dengan akun perpustakaan daerah. Kalau mencari di luar jalur resmi, memang banyak blog atau forum yang membagikan PDF, tapi aku pribadi lebih memilih mendukung penulis dengan membeli versi digital di Tokopedia atau Google Play Books. Harga e-book biasanya lebih terjangkau daripada versi cetak, dan kita masih bisa menikmati cerita favorit tanpa melanggar hak cipta.

Siapa Tokoh Utama Dalam Ruang Ajaib Dan Empat Penjahat Cilik?

5 Jawaban2026-01-13 16:12:31
Membahas 'Ruang Ajaib' dan 'Empat Penjahat Cilik' selalu bikin semangat! Di 'Ruang Ajaib', tokoh utamanya adalah Risma, gadis SMA yang menemukan ruang misterius di perpustakaan sekolah. Dunianya berubah total setelah dia bisa masuk ke dimensi paralel itu. Sementara di 'Empat Penjahat Cilik', kita śuha dengan empat anak nakal—Doni, Wawan, Santi, dan Roni—yang selalu bikin onar tapi punya hati emas. Dua cerita ini punya vibe beda banget: satu penuh petualangan magis, satu lagi komedi slice of life. Yang keren dari Risma adalah cara dia menghadapi tantangan di ruang ajaib dengan kreativitas. Sedangkan empat sekawan ini? Lucu banget lihat dinamika mereka, dari ribut-ribut sampai akhirnya saling backup. Pilihan karakter yang relatable buat pembaca berbagai usia.

Mengapa Empat Penjahat Cilik Disebut 'Penjahat' Dalam Cerita Ini?

5 Jawaban2026-01-13 14:21:59
Ada sesuatu yang menggoda tentang bagaimana 'Empat Penjahat Cilik' justru menjadi pusat perhatian meski digambarkan sebagai antagonis. Dalam banyak cerita anak, label 'penjahat' seringkali disematkan pada karakter yang melawan norma atau aturan main yang sudah ditetapkan. Mereka mungkin tidak jahat dalam arti sesungguhnya, tapi lebih sebagai pembuat onar yang mengganggu ketenangan. Toh, tanpa mereka, cerita akan terasa datar—siapa yang mau membaca tentang dunia di mana semua orang selalu patuh dan sempurna? Di balik label itu, biasanya tersimpan alasan lebih dalam. Mungkin mereka nakal karena merasa diabaikan, atau sedang mencoba mencari perhatian dengan cara yang salah. Justru di situlah pesonanya; mereka manusiawi, punya layer, dan membuat kita tergelitik untuk mempertanyakan: benarkah mereka benar-benar 'jahat', atau hanya salah dimengerti?

Penulis Menempatkan Lokasi Permata Yang Hilang Di Bagian Mana?

3 Jawaban2025-09-11 09:45:20
Rasa penasaranku langsung tertuju pada tempat yang terlihat paling biasa: sebuah benda warisan yang terus muncul di latar cerita. Dalam perspektif ini aku membayangkan penulis menempatkan permata yang hilang bukan di ruang rahasia megah, melainkan di dalam locket atau kotak perhiasan milik keluarga—sesuatu yang sering disentuh, dilihat, tapi dianggap sepele. Penempatan seperti itu bekerja ganda. Secara plot, locket muncul di bab-bab awal sebagai detail kecil, lalu menjadi kunci misteri yang terungkap di bagian tengah menuju klimaks. Secara emosional, menyembunyikan permata dalam benda yang punya nilai sentimental membuat temuan terakhir jadi bukan cuma soal barang berharga, tapi juga rekonsiliasi antarkarakter. Aku suka ketika penulis melakukan itu; terasa intimate dan masuk akal dalam dunia cerita. Sebagai pembaca yang suka memperhatikan foreshadowing, aku selalu memeriksa deskripsi-deskripsi sederhana—bau kain, retakan, cincin gosong—karena penempatan permata di benda warisan memungkinkan penulis menyisipkan petunjuk halus tanpa mencurigakan. Ketika akhirnya dibuka, momen itu terasa memuaskan karena sudah 'ditanam' sejak awal, bukan muncul tiba-tiba dari angin. Itu yang membuatku tersenyum tiap kali mengingat adegan terbuka itu.

Di Mana Saya Menempatkan Bambu Hoki Untuk Usaha Lancar?

3 Jawaban2025-11-11 06:53:21
Aku selalu merasa menaruh bambu hoki itu seperti menaruh harapan kecil di pojok toko—jadi aku pilih tempat yang jelas terlihat dan mudah dirawat. Untuk urusan usaha, titik favoritku adalah dekat pintu masuk tapi jangan menghalangi lalu lintas orang. Letakkan di sisi kanan atau kiri pintu (pilih sisi yang tidak terhalang) supaya bambu terlihat saat orang masuk; itu memberi kesan rezeki yang datang masuk. Secara feng shui tradisional, sektor timur daya (southeast) identik dengan kekayaan, jadi kalau ruang usaha punya sudut itu yang mudah diakses, taruh bambu di sana. Untuk toko atau kafe kecil aku sering menaruhnya di meja kasir atau meja resepsionis—dekat area transaksi agar energinya terasa "mengalir" ke uang yang keluar-masuk. Perawatan juga penting: gunakan air bersih (air suling atau air yang sudah didiamkan), ganti air seminggu sekali, bersihkan pebble atau media tanam, dan letakkan di tempat mendapat cahaya tidak langsung. Hindari menaruh bambu di kamar mandi atau ruang yang lembap terus-menerus, serta jangan meletakkannya di area yang berantakan karena energi jadi terganggu. Jumlah batang juga punya makna umum—misalnya 3 untuk kebahagiaan dan rezeki, 8 untuk keberuntungan finansial—tapi yang paling utama buatku adalah bambu tampak sehat karena tanaman sehat memancarkan energi positif. Akhirnya, jangan lupa pita merah atau kain kecil kalau kamu suka tradisi itu; efeknya mental lebih terasa karena kamu jadi ingat merawat dan menjaga usaha. Aku selalu merasa kalau bambu hidup dan terawat, suasana kerja jadi lebih enak dan rezeki terasa lebih lancar—entah itu sugesti atau memang feng shui, tetap menyenangkan melihatnya tumbuh.

Di Mana Penulis Menempatkan Latar Cerita Dewa Ci Kung?

2 Jawaban2025-11-07 07:05:43
Aku langsung kebayang lukisan gulungan tua ketika memikirkan latar 'Dewa Ci Kung'—bukan karena penulis menulis peta geografis yang rinci, melainkan lewat suasana yang sangat kental: gabungan dunia manusia bernuansa tradisional dengan lapisan alam gaib yang menempel di pinggiran kota dan puncak gunung. Dalam ceritanya, penggambaran pasar malam yang remang, jalan berbatu menuju kuil-kuil yang diselimuti lumut, serta puncak-puncak terpencil yang jadi tempat persinggahan roh membuat setting terasa seperti versi mitologis dari sebuah negeri Asia klasik. Penulis tampak sengaja memilih latar waktu yang mirip era pra-industri—ada istana, pejabat, pedagang, dan struktur sosial yang mengingatkan pada era dinasti—supaya konflik antara manusia biasa dan entitas ilahi bisa terasa dramatis dan bermakna. Selain itu, ada dua lapis ruang yang berulang: ruang publik kota dengan hiruk-pikuknya dan ruang sakral/terpencil tempat jiwa-jiwa berkumpul. Banyak adegan penting ditempatkan di kuil di puncak bukit atau di sepanjang jalan setapak yang menghadap jurang—lokasi-lokasi itu bukan sekadar latar, tapi berperan seperti karakter sendiri, memengaruhi keputusan tokoh dan memberi bobot mistis pada setiap pertemuan dengan dewa atau roh. Ketegangan emosional kerap muncul ketika dunia manusia yang penuh keteraturan bertemu dunia gaib yang hancur aturan biasa; itulah yang membuat setting terasa hidup dan relevan. Yang paling kusukai adalah bagaimana penulis tidak terpaku pada satu lokasi permanen; alih-alih, cerita berpindah antar-ruang untuk menunjukkan spektrum dunia—dari rumah pedagang kecil di kota pelabuhan yang penuh aroma rempah, ke biara terpencil yang dipenuhi mantra, sampai ke dataran tinggi di mana langit terasa lebih dekat. Strategi itu membuat 'Dewa Ci Kung' terasa epik namun intimate sekaligus: epik karena bentangan dunia yang luas, intimate karena akarnya selalu kembali ke tempat-tempat sederhana yang mudah kupahami. Bagi pembaca yang suka nuansa mistis klasik, cara penulis menempatkan latar ini terasa pas—cukup familiar untuk membangun rasa percaya, tapi juga cukup asing untuk menimbulkan keheranan dan rasa ingin tahu. Aku pulang dari membaca dengan perasaan seolah baru naik kapal pagi yang meninggalkan pelabuhan—banyak pemandangan yang ingin kembali kulewati lagi.
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status