LOGINEmily dihadapi pilihan gila! Empat lelaki yang kadang menjaganya, dan dia panggil paman. Ternyata tunangannya!! "Ily, kita bakal tinggal serumah, tidak ada penolak!" kata Michael. "Tidak! Mily harus bersamaku, aku ingin bermain games bersama dia," ucap Ethan. "Vera harus bersamaku, dia akan lebih leluasa karena sering sendiri," sela Owen. "Kalian sangat berisik, kita akan menjaganya bersama. Aku sudah berdiskusi bersama para orang tua." "Agar dia bisa memilih salah satu dari kita, siapa yang membuatnya jatuh hati dan nyaman," lanjut Daniel.
View MoreDi tengah ruangan, sorot lampu menyinari seorang wanita. Ia berdiri dan disisinya pria paruh baya sedang menggandeng. Mereka perlahan mendekati altar, gaun perempuan tersebut menyapu lantai, aura keanggunan memancar. Rok bergelombang yang dipakai bagai gumpalan awan yang baru terjun dari langit, setiap langkah menciptakan pusaran keajaiban menghipnotis."Dia sangat cantik," celetuk para tamu perempuan.Bagian atas gaun, kerah tinggi menjulang anggun. Kanvas bagian renda yang rumit dan manik berkilau seperti embun pagi. Bahu terbuka membuat sentuhan sensual di tengah keanggunan klasik, mengungkapkan kulit sehalus sutra dan tulang selangka yang memesona."Mereka bagai pasangan serasi."Senyuman Emily terukir sedikit, ia tidak bisa membendung kebahagiaannya lagi. Kain gaun itu perpaduan tulle yang ringan, renda halus dan satin mewah, terasa bagai bisikkan lembut dikulitnya. Lapisan dan jahitan adalah bukti cinta, perhatian dirancang untuk menciptakan harmoni sempurna antara keindahan be
"Besok aku bakal berangkat, aku bakal jalanin cabang rumah sakit di luar negeri," ungkap Daniel. Emily langsung bangkit mendengar perkataan lelaki itu, ia memandang Daniel dengan tatapan sulit diartikan. "Apa ini gara-gara aku? Paman Noah mau ke sana," tuturnya dengan nada lemah.Ucapannya sedikit gemetar menandakan kesedihan dan rasa bersalah, sedangkan Daniel menghela napas lalu menggelengkan kepala apalagi mendapati tatapan Michael bagai mau menelan dia."Gak, kamu jangan berpikir gitu. Aku memang rencana mau ke sana," balas Daniel berusaha tenang."Semangat! Kamu pasti bisa, aku dukung kamu. Kalau ada apa-apa bisa bilang ke aku, aku bakal berusaha bantu kamu," lontar kakak keduanya.Senyum tipis terukir di bibir Daniel kala mendengar ucapan sang kakak, ia menganggukkan kepala untuk mengiyakan perkataan Michael."Ya! Aku bakal menagih janjimu ini, kamu harus membantuku," sambut Daniel.Emily terdiam, wanita itu syok dengan berita yang di dengar sekaligus. Semua membawa kesedihan,
Michael mendengar ucapan sang ibu langsung menatap tajam wanita itu, sedangkan Emily segera menggenggam jemari kekasihnya. Ethan melihat keadaan demikian segera mencolek putranya dan menggerakkan kepala pelan memberikan kode pada Logan. "Papa kenapa? Kepalanya sakit goyang-goyang terus," lontar Logan dengan nada polos.Ethan mendelik mendengar ucapan putranya, membuat semua menoleh menatap kedua lelaki berbeda usia tersebut. "Iya, Papamu itu sakit kepala. Pengen di cekik sama kami," kelakar Emily. Wanita itu berusaha mencairkan suasana, melihat hal tersebut Daniel memahami jika perempuan yang berjarak beberapa bangku ini merasa tak nyaman. "Ayo makan! Emangnya kita cuma bakal lihatin makanan di meja aja," celetuk pria tersebut. "Oh iya, ayo makan! Ini semua pesanan Tante lho, Niel. Coba, cobain deh, enak lho. Tempat yang pertama Tante sama Om ingin rekomendasikan sama kalian kalau lagi kumpul-kumpul gini selain suasana yang enak ini, makanannya juga top," ujar Maria."Sayang mau
Mendengar suara Olivia, mereka semua menoleh. Bahkan Emily dan Michael juga ikut menatap asal suara, saat tatapan mata menemukan keberadaan wanita itu, sepasang kekasih ini saling melemparkan pandangan. "Ayo!" ajak Michael menggenggam tangan Emily. Perempuan itu mengangguk, mereka langsung melangkah bersamaan. Logan yang mendengar perkataan neneknya dengan polos menunjukkan keberadaan sang Paman dan Emily. "Di sana Grandma," seru lelaki tersebut.Olivia langsung mengikuti arah jari mungil Logan yang menunjuk keberadaan sang putra dan calon menantu, terlihat Emily, Michael sedang berjalan mendekat. "Ada apa, Mah? Bukannya belum waktunya kan, masih ada waktu sesuai jadwal yang Mama, Papa, tentukan," lontar Michael.Wanita paruh baya itu langsung mendelik mendengar perkataan Michael yang tak mau dicecar duluan, pria tersebut langsung pada intinya. Padahal ia belum sempat mengeluarkan suara untuk berbicara. "Ya, ya, ya! Masih ada waktu. Udah ayo masuk!" balas Olivia.Emily menggeleng
Michael segera berbalik ke ruangannya kembali dan merogoh ponsel, menelepon sang asisten untuk membatalkan kerja sama dengan perusahaan Ayah Claudine. "Tapi, Tuan," ucapan lelaki itu terpotong oleh bentakan Michael. "Gak ada tapi-tapian! Perusahaanku gak akan hancur walaupun gak bekerja sama deng
Emily dengan napas terengah berlari keluar dari kamar, ya setelah berbincang dengan dua pria tunangannya. Ia pamit untuk merapikan barang bawaan, rambut gadis ini sedikit kusut. Wanita tersebut memijat bahu yang terasa pegal, semua telah rapi, setidaknya cukup enak dipandang. Netra perempuan itu me
Matahari menyorot bangunan yang di pandang oleh Emily, dengan tangan memeluk boneka beruang besar. Tatapan ia terpaku pada kediaman yang akan menjadi tempat berteduh bagi dia dan empat tunangannya. Di antara pikiran yang bercabang-cabang, sedangkan Owen begitu cekatan mengangkat koper anak Maria. L
Dua hari berlalu, Emily masih di kediaman sang nenek. Kehidupan gadis itu terasa tenang hanya dalam beberapa jam, senyuman terus terukir di bibir wanita kecil ini. Dia memejamkan mata, menikmati terik matahari di pagi hari.Angin membelai lembut pipi putri Maria, tetapi ketenangannya langsung hilan


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews