The Vampire TwinS
Aku tidak bisa membiarkan orang lain terluka hanya untuk ambisi bodoh dari kakek tua Deglan.
Udara malam membuat dinding batu rumah Osgar yang dingin terasa lebih dingin dari biasanya, kicauan burung hantu terus terdengar sepanjang matahari hilang ditelan awan gelap, kami masih menunggu Gavin yang masih terbaring di atas kasur dengan semburat lelah yang terpancar dari wajahnya. Aku bergantian menjaga Gavin dengan wanita berambut coklat, meski aku membencinya tetap saja tidak tega melihatnya menjaga Gavin dengan terkantuk-kantuk di samping kasur. Aku menatap Gavin, kakak kembarku yang lahir 5 menit lebih dulu. Wajahny amemang sangat mirip denganku, bahkan suara dan aroma tubuhku dan dia sama hanya saja saat ini aroma tubuhnya sangat menyengat, mungkin efek karena kesadarannya sempat diambil alih oleh kakek tua Deglan. Osg
ar bilang kakek tua Deglan tidak akan membuat tubuh salah satu dari kami terluka, tapi melihat tekadnya yang menguras habis tenaga Gavin membuatku khwatir. Bagaimana jika dia memang tidak akan pernah melukai kami tapi menyerap seluruh tenaga kehidupan kami. Sekarang aku penasaran dengan mayat vampire yang mati dibalik pohon beringin tua tadi kemarin siang. Osgar dan Zen memberitahuku bahwa vampire akan membakar dirinya sendiri ketika tenaga kehidupannya diserap atau hilang karena ulahnya sendiri. Tapi tetap saja kenapa tidak ada pemakaman atau sebagainya? Berbeda sekali dengan manusia yang harus susah payah menguburkan mayat sesamanya agar tenang di alam sana.