Diam-Diam Jatuh Cinta
“Nggak juga, tapi yang namanya juga lagi sendiri jadi hidup sesukanya. Makan nggak teratur, istirahat juga kurang, tapi beban kerja menumpuk, udah gitu nggak ada yang mengingatkan nyuruh makan dan jaga kesehatan. Ya udah, jadinya ya sakit.”
Zoia hampir saja tersedak oleh salivanya sendiri mendengar keterangan Javas. Ia tidak tahu sengaja atau tidak. Namun ada sindiran yang tertangkap dalam kata-kata lelaki itu.
Zoia menimpali penjelasan Javas atau lebih tepatnya curhatan tersebut dengan segaris senyum tipis. “Tapi setidaknya walau kamu sendiri tapi kamu sudah dewasa, Jav. Tanpa harus diingatkan pun mestinya kamu tahu apa yang terbaik buat diri kamu. Kita nggak perlu diingatkan siapa-siapa untuk menjaga kesehatan. Tubuh kita milik kita, jadi kita yang paling t
ahu baik buruknya, bukan orang lain.”