Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
Dokter×
All
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Penyesalan×
All
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Sistem
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Show more

Dokter Penyesalan Short Stories & Novels

Discover a collection of engaging Dokter Penyesalan short stories with compelling plots and immersive storytelling. Perfect for readers seeking one-hour short stories and quick, immersive reads online.
Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka - undefined novels & stories
Lakmus
Pada hari ketika Erni Lousa, pujaan hati suamiku yang sedang mengidap penyakit mematikan, melahirkan anak untuk suamiku, Riko Fosa, ayah dan ibu mertuaku memanggil sepuluh pengawal untuk berjaga di depan ruang bersalin hanya untuk mencegah aku datang dan membuat keributan. Namun, hingga proses persalinan berakhir, aku sama sekali tidak muncul. Ibu mertua menggenggam tangan Erni dengan sangat emosional sambil berkata, "Erni, selama kami ada di sini, Nisa nggak akan punya kesempatan menyakitimu atau anak dalam kandunganmu!" Sementara itu, Riko menatap Erni dengan wajah penuh kasih sayang, menemaninya dengan setia di ruang bersalin sambil menyeka keringat di dahi Erni. "Tenang saja, Ayah sudah membawa orang-orang untuk berjaga di depan rumah sakit. Kalau Nisa berani datang mengacau, kami akan segera mengusirnya!" ujar Riko. Ketika mereka menyadari aku tidak kunjung muncul, Riko akhirnya merasa lega. Dia tidak mengerti. Padahal dia hanya ingin memenuhi keinginan terakhir Erni untuk menjadi seorang ibu, kenapa aku harus "berbuat onar" dan mempermasalahkannya? Saat menatap bayi mungil yang menangis di pelukan perawat, Riko tersenyum lega. Dalam hati, Riko berpikir jika besok aku datang dan meminta maaf kepada Erni, dia tidak akan mempermasalahkan semua pertengkaran di antara kami. Dia bahkan bersedia membiarkan aku menjadi ibu bagi anak ini. Namun, yang tidak Riko ketahui adalah aku baru saja mengajukan laporan keberangkatan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa. Seminggu kemudian, aku akan mencabut kewarganegaraanku dan menjadi seorang dokter lintas batas. Sejak hari itu, tidak akan ada lagi pertemuan antara aku dan dia, bahkan hingga ajal memisahkan.
Ketika Terlahir Kembali, Aku Mengorbankan Lengan Demi Bertahan Hidup - undefined novels & stories
Montano
Aku adalah dokter kandungan yang diakui sebagai ahli di seluruh provinsi, dengan catatan sepuluh tahun berturut-turut tanpa satu pun kegagalan dalam menangani persalinan. Sampai hari itu, aku dituduh melakukan kesalahan saat menjalankan operasi hingga menyebabkan seorang ibu dan bayinya meninggal. Saat aku tiba di rumah sakit, ibu itu sudah dalam keadaan meninggal. Dengan adanya saksi, bukti fisik, dan rekaman CCTV yang semuanya lengkap, aku tidak mampu membela diri. Dalam semalam, reputasiku hancur dan aku dijatuhi hukuman mati. Orang tuaku didesak sampai akhirnya bunuh diri dengan melompat dari gedung. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke waktu ketika aku sedang mengemudi menuju rumah sakit. Di persimpangan jalan di depan, polisi lalu lintas sedang mengatur dan mengalihkan arus kendaraan. Aku menggertakkan gigi, lalu sekuat tenaga membenturkan lenganku ke setir. Terdengar bunyi retakan yang nyaring. Aku bisa merasakan dengan jelas bahwa tulang lengan kananku patah. Daripada menunggu kematian datang, lebih baik aku melukai diriku sendiri terlebih dahulu. Menukar satu tangan demi mendapatkan kesempatan untuk tetap hidup ....
Bunga Mawar di Tengah Asap Perang - undefined novels & stories
Bobo
Setelah berhasil mendaftar program Dokter Lintas Batas, aku menyerahkan jabatan direktur rumah sakit kepada Jihan. Sahabatku merasa kasihan padaku dan berkata, "Kalau kamu pergi, kamu sendiri yang sepenuhnya memutuskan hubunganmu dengan Ardha." Aku tersenyum lembut. "Aku cuma mengembalikannya kepada orang yang dia dambakan." Di kehidupan sebelumnya, Ardha dan aku adalah pasangan yang terkenal sering berselisih. Dia membenciku karena aku menolak menggantikan posisi Jihan menjadi Dokter Lintas Batas, yang mengakibatkan Jihan terinfeksi virus di tengah perang dan meninggal. Aku benci kemunafikan dan kekonyolannya. Kalau memang dia mencintai Jihan, kenapa dia berjanji kepada orang tuaku bahwa dia akan menjagaku seumur hidupku? Selama tujuh tahun pernikahan kami, doa terindah yang kami ucapkan kepada satu sama lain adalah, "Semoga kamu mati sengsara." Tapi, di tengah hujan peluru medan perang, dia tertembak di jantung, menggunakan napas terakhirnya untuk melindungiku dengan tubuhnya. "Aku sudah mengatur seseorang untuk menjemputmu. Begitu serangan udara ini selesai, cepat pergi. Kamu harus selamat ...." Di tengah kesadarannya yang kabur, dia bergumam. "Aku akan melindungimu di kehidupan ini. Semoga kita nggak ketemu lagi di kehidupan selanjutnya." "Jihan, aku datang." Sayangnya, serangan bom yang dijatuhkan dari langit tidak memberiku kesempatan untuk melarikan diri dan akhirnya menelan kami berdua. Saat aku membuka mata lagi, aku mendapati diriku kembali ke malam sebelum pernikahan kami. Ardha, di kehidupan ini, aku akan mengabulkan keinginanmu.
Melepas Cintaku Demi Cintamu - undefined novels & stories
Tansera
"Rena, aku akan selalu mencintaimu!" desah Jeremy tak tertahankan. Tepat saat dia hampir mencapai klimaks, ponselnya tiba-tiba bergetar. Dalam kondisi seperti itu, tentu saja dia mengabaikannya. Namun tak lama kemudian, layar ponselnya menyala. Begitu Jeremy melihat nama yang tertera, tubuhnya langsung menegang. Rena mendengarnya mengangkat telepon dan berkata, "Halo?" Di tengah sunyinya malam, suara dari ponsel terdengar sangat jelas, "Jeremy, kamu tahu nggak ... Nadia ...." Jeremy buru-buru memotongnya dengan suara rendah dalam bahasa asing, "Kecilkan suaramu, ini bukan waktu yang tepat." Lawan bicaranya langsung berganti bahasa, tetapi suaranya tetap terdengar keras, "Hasil pemeriksaan rumah sakit sudah keluar. Nadia kena kanker stadium akhir. Hidupnya tinggal sebulan! Dia ingin jadi istrimu. Kamu bisa nggak kabulkan keinginan terakhirnya sebelum dia pergi?" Ekspresi Jeremy langsung berubah drastis. "Apa?! Tunggu aku!" Setelah menutup telepon, dia menoleh ke Rena dan berkata dengan lembut, "Rena, aku ada urusan penting, harus keluar sebentar. Kamu istirahat saja dulu, nanti aku segera balik." Tanpa menunggu jawaban darinya, Jeremy buru-buru pergi untuk bersih-bersih dan mengganti pakaian. Dia meninggalkan rumah tanpa menoleh sedikit pun. Sesaat kemudian, layar ponsel Rena menyala. Ternyata pesan dari Nadia. [ Rena, kamu kalah. Dari dulu aku sudah bilang, Jeremy itu milikku. ] Tepat di bawahnya, ada pesan lain yang dikirim tiga hari lalu. [ Kalau aku kena kanker, menurutmu Jeremy bakal ninggalin kamu buat datang ke aku nggak? Aku yakin dia pasti datang. ] Tatapan Rena perlahan terangkat dari layar ponsel ke arah pintu kamar yang masih terbuka. Jeremy tidak tahu, dia sudah lama belajar bahasa asing itu. Seluruh percakapan tadi, didengar dan dipahaminya dengan jelas. Sejenak kemudian, wajah Rena menyunggingkan senyuman yang begitu pahit dan menyedihkan. "Iya ... aku memang kalah ...."
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status