A. Rietha
Hari terburuk Gatra berubah menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan. Setelah nyaris tewas tertabrak truk, ia berteduh di sebuah toko barang antik misterius milik lelaki tua bernama Uzair. Tujuh hari kemudian, Gatra menerima surat wasiat yang menuliskan namanya sebagai pewaris tunggal toko itu, meski tidak pernah mengenal pemiliknya. Sejak menolak warisan, berbagai kejadian mengerikan menghantuinya hingga ia terpaksa menerimanya. Bersama Yasser dan Namira, Gatra harus menjaga benda-benda terkutuk yang mampu membunuh, menghapus ingatan, memberi kutukan bahkan membuka portal ke dunia lain. Namun, semakin lama ia menjalankan tugasnya, semakin banyak kejanggalan muncul. Hingga akhirnya sebuah kebenaran mengerikan tentang Gatra pun terungkap.
161