Okta
Tiwi Baskara dan Raka Surendra telah menikah selama lima tahun, tetapi Raka sudah berselingkuh selama empat setengah tahun.
Daftar selingkuhannya bisa berbaris dari dalam negeri hingga luar negeri, dan kondom yang dia habiskan hampir cukup untuk mengelilingi bumi.
Namun, Tiwi tak pernah membuat keributan.
Dia hanya akan menyiapkan secangkir air hangat dan sebungkus kondom rasa lemon kesukaan Raka saat pria itu akan bercinta.
Setelah selesai, dengan sigap dia akan menyuruh asisten rumah tangganya untuk merapikan kamar.
Semua itu karena aturan pertama bagi para wanita Keluarga Baskara.
Jika suami berselingkuh, dilarang marah, dilarang membuat keributan, dilarang memprotes dengan keras. Selalu utamakan kenyamanan suami. Siapa yang melanggar, harus menanggung akibatnya.
Dan akibat itu, telah ditanggung Tiwi selama setengah tahun.
Setengah tahun yang cukup lama hingga terukir mendalam di ingatannya.
Maka, saat Raka memeluk Meisya Kaelan dan menciumnya mesra di depan semua orang, sambil berteriak ingin menikahi gadis itu.
Tiwi hanya mengeluarkan permen karet rasa stroberi dari tasnya. Dia menyodorkannya dengan kedua tangan dan berkata, "Ngomong-ngomong, ciuman sambil ngunyah permen rasanya bakal lebih nikmat, lho."
Semua orang bersorak riuh, mengira dia akhirnya sudah belajar menurut.
Namun, mereka salah. Karena dia akan pergi ....