Cinta yang Telah Menjadi Abu
Ayahku menepuk-nepuk abu dari tangannya, lalu berbalik dan bertanya padaku, "Kamu sudah merasa lebih baik sekarang? Kalau belum, aku akan suruh orang untuk gali kuburan leluhur mereka."
Aku menggendong anakku yang mengoceh karena baru mulai belajar berbicara, lalu menggeleng sambil tersenyum. "Sudah cukup."
Tidak ada gunanya membuang waktu lagi untuk orang seperti mereka.
Anakku sangat sehat. Aku menamainya Nelson Sutanto. Meskipun tidak memiliki ayah, dia memiliki kakek, nenek, dan paman yang menyayanginya.
Ibuku sedang mengajari Nelson mengenal kata menggunakan model kerangka manusia.
Bab Populer