Milky Way on The Midnight Starlight
Aku membuang pandangan, mulai merasa tak nyaman dengan cara Mas Adib menatap lekat sembari memainkan kedua alisnya.
“Ooh ... ngoobrool, ngobrolin apaan sampe perhatian gitu ngasih minyak segala? Hmm, Ghazi. Cakep juga, sama kayak yang punya nama, cakep.” Tangan Mas Adib membuka tutup keran sambil berseloroh, dia menekan suara pada kata Ghazi dan cakep dengan intonasi yang dibuat-buat, lalu melanjutkan aktivitas wudhu tanpa memperhatikanku lagi. Segera kulepas sandal pada kaki kiri lalu melemparkan ke tubuh Mas Adib, kena! Punggung kausnya tercetak bekas tapak sandal yang langsung kuambil sambil berlari masuk ke dalam.
Hot Chapters