Pengantin Dewa
Dinding-dinding aula dipenuhi sulur-sulur perak hidup yang menjalar perlahan, membentuk pola rumit, layaknya akar yang mengikuti lagu roh.
Di tengah aula megah itu, berdiri altar besar dari batu bulan, memancarkan cahaya putih selembut embun terakhir sebelum pagi. Di belakangnya Yama berdiri Yama, Dewa Kematian, anak bungsu dari dewa Batara Jayasena dan Batari Ningrum, penguasa penjuru dunia. Ia tegak dan ‘tak tergoyahkan, bagai bayangan kokoh yang ‘tak bisa dihancurkan.
Hot Chapters