Sahabatku, CEO Dingin yang Menjadi Tunanganku
Tanpa ragu, ia mengambil alih.
Ia berdehem pelan sebelum membuka suara, “Pa,” ucapnya hati-hati, “saya dan Rara sudah membicarakan hal ini. Kami ingin acara pertunangan diadakan secara sederhana—tidak perlu mengundang banyak orang, cukup keluarga inti saja.”
Surya langsung mengerutkan kening. “Satya, jangan sampai kamu mempermalukan Papa di depan keluarga Wirawan. Bagaimana mungkin kita tidak memberikan acara yang layak untuk putri mereka?”