Suami Adikku Memuja Rahimku
Begitu pintu apartemen tertutup dan suara langkah kakinya menghilang, aku berjalan menuju kamar dan mengempaskan tubuhku ke atas ranjang.
***
Beberapa jam kemudian, aroma mawar dan lili di tokoku perlahan mengikis sisa parfum Shaka yang sempat tertinggal di indra penciumanku. Aku sedang merapikan rangkaian standing flower ketika Maya, pegawaiku, mendekat membawa segelas teh chamomile hangat.
"Mbak Sekar pucat sekali. Kalau lelah, pulang saja, Mbak. Biar aku yang tutup toko," ujar Maya penuh perhatian.