Exit
Aduh, menghambat rencana saja.
“Hmm, anu, tadi aku dipanggil guru sebentar. Disuruh bantuin angkat berkas-berkas. Biasa lah.” April mengelak, tersenyum kikuk, berusaha bisa senormal mungkin. Aku sudah berdiri di dekat April beberapa detik yang lalu, sebelum April menjawab.
“Eh, tunggu. Ini bukannya anak kelas 8, ya?”
“Eh, iya. Kalian kenal sama anak inii?” Kalian yang dimaksud itu adalah aku dan April, mereka menatap kami.
Hot Chapters